RADARSOLO.COM - Dunia hiburan Tanah Air kembali kehilangan salah satu komika terbaiknya.
Mudy Taylor, pelawak sekaligus musisi comedy yang dikenal dengan aksi panggungnya yang khas, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 25 November 2025.
Kabar ini dibenarkan langsung oleh sang manajer, Doni.
Ia menyebut Mudy mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 16.00 WIB dan dimakamkan malam harinya di TPU Joglo.
"Meninggalnya kemarin. Kurang lebih jam 04.15 sore, aku dihubungi istrinya sekitar waktu itu juga. Malamnya langsung dimakamkan sekitar jam 10 atau setengah 11," ujar Doni saat dihubungi media, Rabu 2 November 2025.
Menurut Doni, kepergian Mudy Taylor terjadi secara tiba-tiba.
Mudy sempat mengeluhkan sesak napas sebelum dibawa ke instalasi gawat darurat. Namun setibanya di rumah sakit, nyawanya tidak tertolong.
"Iya, mendadak. Tiba-tiba sesak napas, dibawa ke UGD, lalu dinyatakan meninggal. Waktunya sekitar jam 04.15," jelasnya.
Soal penyebab kematian, Doni mengungkapkan bahwa dokter menemukan adanya cairan di area jantung.
Meski begitu, pihak keluarga tidak mengetahui bahwa Mudy memiliki riwayat penyakit jantung.
Yang pasti, ia memang sudah lama berjuang dengan kolesterol tinggi yang kerap membuatnya sulit bergerak.
"Ada cairan di jantung. Kalau sakit jantungnya mungkin enggak terdeteksi ya. Tapi dia memang punya kolesterol. Tiga sampai enam bulan terakhir sering ngeluh soal kolesterolnya. Kalau lagi kambuh, jalannya susah, sampai pincang," tambah Doni.
Kepergian Mudy Taylor—yang memiliki nama lengkap Dhimas Mudiarto Ramelan Sutarto—menyisakan duka mendalam.
Tak hanya keluarga, para komika, musisi, hingga penggemar turut merasakan kehilangan sosok yang dikenal memiliki karakter kuat dan ciri panggung yang unik ini.
Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai kolega dan penikmat karya-karyanya.
Karier dan Warisan Komedi Mudy Taylor
Karier Mudy Taylor mulai melejit pada awal 2010-an.
Ia dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan musical comedy di Indonesia—menggabungkan musik, humor, dan satire dalam satu pertunjukan yang menghibur.
Dengan gitar atau ukulele di tangannya, Mudy sering menyampaikan kritik sosial dengan gaya komikal yang ringan dan cerdas.
Popularitasnya di dunia stand-up comedy kemudian membuka jalan ke layar lebar. Mudy sempat tampil dalam beberapa film, termasuk Comic 8, yang semakin menguatkan namanya sebagai seniman serba bisa.
Selain itu, ia juga kerap tampil di berbagai acara televisi, program komedi, hingga podcast populer.
Kehadirannya selalu membawa energi positif dan tawa khas yang menjadi identitasnya.
Kontribusi Mudy Taylor dalam dunia hiburan, terutama di ranah komedi musik, menjadi warisan yang akan terus dikenang.
Meski telah pergi, karya dan pengaruhnya akan tetap hidup di hati para penggemarnya.(np)
Editor : Nur Pramudito