RADARSOLO.COM - Viral seorang pramugari berinisial EDL alias Exy Dwi Lestari jadi sorotan publik setelah diduga terlibat perselingkuhan dengan pria yang disebut-sebut menjabat Direktur Produksi maskapai Lion Air.
Kasus ini mencuat ke media sosial setelah istri sah sang direktur, Winnabalina, buka suara secara terbuka.
Video rekaman CCTV berdurasi 2 menit yang diunggah Winnabalina pada akun TikTok dan Instagramnya @winnabalina pada 1 Desember 2025 menampilkan momen kemesraan antara EDL dan sang direktur berinisial RDP.
Dalam video tersebut, tampak EDL menaiki lift bersama pria yang diduga suami Winnabalina.
Pramugari tersebut terlihat beberapa kali mencium bahu sang direktur. Yang kemudian dibalas RDP dengan kecupan.
"Ini adalah video tanggal 3 Oktober 2025, yang mana Exy Dwi Lestari seharusnya res4, tapi diwaktu dutynya dia datang ke apar kangsu, banyak alasan yang dia ceritain ke orang-orang, 'emergency call', 'antar makanna untuk capt'," ungkap Winnabalina.
Pengalaman Istri Sah Bongkar Dugaan Perselingkuhan
Winnabalina mengungkapkan pengalaman pribadinya dalam menghadapi dugaan perselingkuhan tersebut.
Ia bahkan sempat mengikuti EDL dari bandara hingga apartemen sang direktur bersama anaknya untuk memastikan kebenaran kejadian.
Namun, upaya ini justru menimbulkan konsekuensi bagi pihak lain. Bahkan, Winna menyebut ada salah satu FA kena sanksi grounded selama satu bulan karena dianggap mengganggu operasional awak kabin.
Lebih lanjut, Winnabalina mengaku sempat menghadapi laporan polisi yang dibuat Exy terhadap dirinya.
"Sampai salah satu FA katanya harus di-grounded selama 1 bulan karena dikiranya dia membantu saya, padahal saat itu saya dan anak saya memang mengikuti Exy dari bandara sampai apart Kangsu," tuturnya.
Siapa Pramugari EDL?
Meski viral, informasi mengenai sosok Exy Dwi Lestari relatif terbatas.
Dari penelusuran publikasi media sosial, Exy tercatat sebagai pramugari Lion Air dan diduga telah mengabdi lebih dari 13 tahun.
Akun Facebook pribadinya menunjukkan unggahan pertama terkait pekerjaan sebagai awak kabin pada 2012. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria