RADARSOLO.COM - Spoiler Anime Gachiakuta Episode 22 semakin panas menjelang rilis pada Minggu (7/12/2025) melalui platform berbayar seperti BStation, Crunchyroll, dan Vidio.
Dalam Anime Gachiakuta Episode 22, konflik antara para cleaner dan para penjarah akhirnya mendekati titik akhir.
Pada episode sebelumnya, tembakan Rudo berhasil menjatuhkan Bundus.
Namun arah paku Rudo tiba-tiba berubah sehingga tembakannya meleset dari telur raksasa.
Meski tembok di belakang hancur, Zodyl hanya mengamati tanpa bergerak.
Bro tidak percaya tembakan Rudo meleset, tetapi Bundus jelas sudah kalah dan telur masih bisa dihancurkan secara manual.
Enjin terhenti saat melihat Rudo kehabisan napas. Rudo memerhatikan tangan Bundus yang rusak—meski Bundus masih bisa memperbaikinya, rasa sakitnya tetap nyata.
Tiba-tiba, pistol Rudo juga hancur akibat rasa bersalah yang menekannya. Sementara itu, Zodyl dan Kutoni mulai bersiap menjalankan rencana baru.
Mengejutkan, Zodyl mengajak Bundus bergabung. Bundus tidak menyangka diterima meskipun kalah, tetapi Zodyl sudah melihat potensi tersembunyi Bundus.
Waktu mereka kian menipis karena perbatasan dunia semakin dekat.
Zodyl sudah mengukur ketahanan Aberan, kekuatan rider baru, hingga kemampuan choker. Ia bahkan sudah mengetahui kekuatan para Watchman dari series lain.
Menurutnya, tidak perlu menjatuhkan surga sekarang—karena itu ia mengajak Bundus pergi.
Saat melintas di dekat Rudo, Rudo menanyakan nasib tangan Bundus. Dengan satu ketukan, tangan itu kembali ke tubuh Bundus.
Meski belum normal, Bundus bisa memperbaikinya nanti.
Rudo lega, tetapi ia sadar masalah besar sebenarnya ada pada Zodyl yang memperlakukannya seperti bahan eksperimen.
Rudo marah karena dipaksa terlibat dalam eksperimen tak jelas.
Namun Zodyl menjawab enteng, “Kalau tak suka, hancurkan saja telurnya.” Sayangnya terlambat, karena rider pemula berikutnya, Noerde, tiba.
Noerde muncul dengan listrik besar menyala dari rambutnya. Target pertamanya adalah Riyo.
Sebelum menyerang, kondisi permukaan ditampilkan: badai sampah menciptakan angin topan raksasa, sementara sebuah kota di dekatnya terlindungi kubah meski sampah tetap masuk. Seorang anak khawatir badai akan mendekat.
Kembali ke bawah, cahaya listrik Noerde sangat menyilaukan. Zodyl melihat pertarungan dari jauh dan makin tertarik.
Ia berkata pada Rudo bahwa ia akan segera melihat kekuatan seseorang yang menyerahkan seluruh hidupnya. Zodyl pergi bersama Kutoni, meninggalkan kekacauan.
Rudo semakin marah. Ia belum tahu apa yang terjadi pada Amos setelah sepatunya diambil, tetapi kini ia harus bertahan dari serangan Noerde.
Noerde sadar Zodyl meninggalkannya, namun ia bahagia—baginya, menjadi alat Zodyl adalah kehormatan.
Noerde mengaktifkan jurus pamungkas Last Burst, menyebarkan listrik ke segala arah.
Rambutnya terbakar perlahan, karena kekuatannya dipaksa keluar. Semua orang tersengat, bahkan Riyo tidak bisa bergerak. Riyo menyesal tidak membunuh Noerde saat ada kesempatan.
Di tengah tekanan listrik, seseorang memukul tanah: Rudo. Meski tubuhnya berat, tekad menghancurkan telur Aberan jauh lebih kuat dari rasa sakitnya.
Tiba-tiba dinding di belakang Noerde pecah akibat paku Rudo. Lubang besar terbentuk akibat tarikan badai sampah di luar.
Noerde yang paling dekat lubang terseret hingga harus berpegangan pada batu.
Namun ketika melihat mereka telah mencapai perbatasan dunia, Noerde sengaja melepaskan diri.
Noerde terisap keluar Aberan. Ia bahagia bisa membantu Zodyl membawa para Cleaner sejauh ini.
Namun manusia yang mencapai perbatasan dunia pasti mati. Apa nasib Noerde?
Aberan terus naik menuju puncak badai. Cleaner lain terancam terseret keluar. Apakah mereka bisa menghancurkan telur sebelum terlambat?(np)
Editor : Nur Pramudito