Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Whip Pink Isinya Apa Saja? Viral Jadi Salah Satu Petunjuk Kematian Selebgram Lula Lahfah

Syahaamah Fikria • Kamis, 29 Januari 2026 | 20:48 WIB
Whip Pink.
Whip Pink.

RADARSOLO.COM - Kematian selebgram Lula Lahfah pada 23 Januari 2026 menyisakan tanda tanya besar.

Di tengah proses penyelidikan yang masih berjalan, perhatian publik tertuju pada benda yang ditemukan di lokasi kejadian, yakni tabung berwarna pink bertuliskan Whip Pink.

Barang yang lazim digunakan di dapur itu kini jadi barang bukti penting dari penyelidikan kepolisian.

Pihak kepolisian memastikan seluruh barang bukti dari apartemen Lula di kawasan Jakarta Selatan telah dibawa ke Laboratorium Forensik Bareskrim Polri untuk diperiksa secara ilmiah.

Tujuannya, memastikan secara objektif apa yang menjadi penyebab kematian korban.

“Penyidik telah mengirim seluruh barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara ke Labfor Bareskrim Polri untuk dilakukan pemeriksaan laboratoris,” ujar Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo.

Ia menegaskan, kepolisian belum bisa menarik kesimpulan apa pun sebelum hasil uji forensik rampung dan dianalisis secara menyeluruh.

Apa Isi di Balik Tabung Whip Pink?

Tabung Whip Pink yang tampak mencolok itu sejatinya berisi Nitrous Oxide (N₂O), gas dengan kode aditif pangan E942 dalam standar internasional.

Zat ini bersifat tidak berwarna, nyaris tanpa aroma, dan memiliki beragam fungsi sah di sejumlah sektor, antara lain:

1. Dunia medis

N₂O dimanfaatkan sebagai gas sedasi ringan dan pereda nyeri, serta pendamping anestesi umum.

Dalam praktik medis, penggunaannya selalu dikombinasikan dengan suplai oksigen sekitar 30–50 persen guna mencegah risiko kekurangan oksigen (hipoksia).

2. Industri makanan dan minuman

Di sektor pangan, Nitrous Oxide berperan sebagai gas pendorong aerosol, pembentuk busa pada whipped cream, sekaligus penstabil tekstur dalam teknik pengolahan tertentu.

3. Bidang otomotif

Gas ini juga dikenal di dunia otomotif sebagai NOS, yakni zat tambahan untuk meningkatkan performa dan tenaga mesin pada jenis kendaraan tertentu.

Meski legal dan bermanfaat dalam konteks resmi, penggunaan Nitrous Oxide di luar peruntukannya menyimpan risiko serius bagi kesehatan.

Bahkan, Nitrous Oxide ini kerap disalahgunakan sebagai zat inhalan, bahkan tren disebut gas tawa atau laughing gas.

Fakta Singkat Whip Pink

Kandungan utama: Nitrous Oxide (N₂O)

Peruntukan resmi: Industri makanan dan medis

Sebutan populer: Happy Gas, Nangs, NOS, Gas Tawa

Status hukum: Legal terbatas, berbahaya jika disalahgunakan

Mengapa Bisa Berbahaya?

Penyalahgunaan Nitrous Oxide biasanya dilakukan dengan memindahkan gas dari tabung ke balon, lalu dihirup untuk mendapatkan sensasi sesaat.

Praktik ini dikenal luas dengan istilah “ngebalon.”

Efek yang dirasakan pengguna antara lain:

Namun efek tersebut hanya berlangsung 1–2 menit, sehingga sering mendorong penggunaan berulang yang justru meningkatkan risiko fatal.

Risiko Medis yang Mengintai

Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kalangan medis telah lama memperingatkan bahaya Nitrous Oxide bila digunakan di luar prosedur.

Beberapa risiko serius yang bisa terjadi:

1. Sistem Saraf dan Otak

Paparan N₂O dapat memicu gangguan orientasi, kebingungan, penurunan fungsi ingatan, hingga hilang kesadaran sesaat.

Pada sebagian kasus, muncul gejala psikologis seperti depresi, halusinasi, dan paranoia.

Zat ini juga menghambat kerja vitamin B12 di dalam tubuh, sehingga otak dan sumsum tulang belakang berisiko mengalami kerusakan.

Sensasi “melayang” yang kerap dilaporkan pengguna sejatinya merupakan tanda otak kekurangan oksigen (hipoksia).

Jika paparan berlanjut, kondisi ini dapat berujung pada pingsan mendadak, gangguan irama jantung, bahkan kematian.

 

2. Rongga Mulut dan Saluran Pernapasan Atas

Menghirup N₂O secara langsung dari tabung atau sumber bertekanan dapat melumpuhkan saluran napas.

Suhu gas yang sangat dingin berisiko menyebabkan pembekuan jaringan pada bibir, hidung, dan tenggorokan, sehingga memicu sesak napas akut.

3. Paru-paru

Kekurangan oksigen akibat dominasi gas N₂O dalam pernapasan dapat menimbulkan gangguan respirasi berat.

Pengguna dapat mengalami napas pendek, terengah-engah, hingga kegagalan fungsi paru.

4. Jantung

Efek lanjutan hipoksia berdampak langsung pada sistem kardiovaskular.

Detak jantung dapat melambat atau menjadi tidak teratur, meningkatkan risiko serangan jantung dan kematian mendadak.

Penjelasan Resmi BNN soal Status Hukum

Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menjelaskan bahwa Nitrous Oxide dikenal luas sebagai gas tawa dan banyak beredar dengan nama dagang seperti Whip Pink.

“Nitrous Oxide merupakan senyawa kimia N₂O, tidak berwarna, tidak mudah terbakar, dan memiliki aroma sedikit manis,” ujarnya.

Ia menegaskan, hingga awal 2026, Nitrous Oxide belum masuk dalam daftar narkotika maupun psikotropika, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 maupun Permenkes Nomor 7 Tahun 2025.

Meski demikian, BNN mengklasifikasikan zat ini sebagai obat keras.

“Penggunaan di luar kepentingan medis dan industri merupakan bentuk penyalahgunaan dan tetap bisa dikenakan sanksi hukum,” tegas Suyudi.

Hingga kini, kepolisian belum menyimpulkan keterkaitan langsung Whip Pink dengan kematian Lula Lahfah.

Seluruh temuan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#lula lahfah #barang bukti #whip pink #nitrous oxide #bnn #Gas tawa