Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Apa Kaitan Ngebalon dengan Whip Pink? Viral Tren Gas Tawa yang Diingatkan Dinar Candy

Syahaamah Fikria • Kamis, 29 Januari 2026 | 21:22 WIB
Ilustrasi balon.
Ilustrasi balon.

RADARSOLO.COM - Tren berbahaya bernama ngebalon kembali menjadi sorotan publik setelah DJ Dinar Candy mengungkap praktik tersebut marak terjadi di sejumlah kelab malam.

Fenomena ini disebut memiliki kemiripan dengan kasus podgeter yang sebelumnya sempat ramai dibahas, dan diduga kuat berkaitan dengan penggunaan gas dari produk bernama Whip Pink.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @dinar_candy, pada Senin (26/1/2026), Dinar Candy bersama rekannya Safa Marwah memperingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele tren tersebut.

Ia menilai ngebalon sama berbahayanya dengan penyalahgunaan zat adiktif lain yang kerap beredar di dunia hiburan malam.

“Dengerin ni guyss, ada kemasan baru yg berbahya, balon gass yg bisa bikin melayang,” tulis Dinar Candy.

Apa Itu Ngebalon?

Istilah ngebalon merujuk pada praktik menghirup gas tertentu yang dimasukkan ke dalam balon karet.

Balon tersebut secara kasat mata menyerupai balon dekorasi ulang tahun atau pesta, sehingga sulit dikenali sebagai media penyalahgunaan zat.

Menurut penjelasan Dinar Candy, gas di dalam balon itu dihirup oleh pengguna hingga menimbulkan efek melayang, euforia sesaat, bahkan bertahan hingga berjam-jam.

Efek tersebut membuat tren ini diminati, namun sekaligus menyimpan risiko kesehatan serius.

"Jadi si balon itu tuh katanya si gas dihirup guys, terus kayanya melayang sampai pagi. Lah itu mah narkoboy," tegas dia.

 

Hubungan Ngebalon dengan Whip Pink

Sejumlah pihak menduga gas yang digunakan dalam praktik ngebalon adalah Nitrous Oxide (N₂O), zat yang juga terkandung dalam produk cream charger seperti Whip Pink.

Produk ini sejatinya diperuntukkan bagi kebutuhan kuliner, khususnya untuk membuat whipped cream atau teknik gastronomi molekuler.

Dalam praktik penyalahgunaan, gas Nitrous Oxide dari tabung Whip Pink dipindahkan ke balon, lalu dihirup untuk mendapatkan efek psikoaktif yang dikenal dengan sebutan gas tawa atau happy gas.

Padahal, Nitrous Oxide tidak dirancang untuk konsumsi rekreasional.

Penggunaan tanpa pengawasan medis berisiko menyebabkan kekurangan oksigen (hipoksia), gangguan saraf, kerusakan otak, hingga kematian mendadak.

Peringatan dari BNN

Badan Narkotika Nasional (BNN) sebelumnya telah menegaskan bahwa meski Nitrous Oxide belum diklasifikasikan sebagai narkotika dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, zat ini tetap tergolong obat keras.

Penggunaan di luar kepentingan medis dan industri pangan dapat dikenakan sanksi hukum.

Ahli kesehatan juga mengingatkan bahwa efek “fly” yang dirasakan pengguna sebenarnya merupakan tanda otak kekurangan oksigen.

Jika dilakukan berulang, risiko kerusakan saraf permanen dan kelumpuhan meningkat drastis.

Peringatan Dinar Candy menambah daftar figur publik yang vokal mengingatkan bahaya tren tersembunyi di dunia hiburan malam.

Kasus-kasus terbaru, termasuk temuan Whip Pink dalam penyelidikan kematian selebgram Lula Lahfah, semakin memperkuat urgensi edukasi publik tentang bahaya ngebalon dan penyalahgunaan gas Nitrous Oxide. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#viral #lula lahfah #whip pink #balon gas #nitrous oxide #Dinar Candy #bnn #Gas tawa