RADARSOLO.COM – Nama Thanksinsomnia mendadak ramai diperbincangkan netizen setelah brand streetwear lokal tersebut dikaitkan dengan kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret sang owner, Mohan Hazian.
Seiring viralnya isu tersebut di media sosial X (sebelumnya Twitter), publik mulai menelusuri lebih jauh latar belakang merek yang selama ini dikenal di kalangan anak muda urban.
Berdasarkan penelusuran dari laman resmi dan sejumlah kanal penjualan daring, Thanksinsomnia merupakan brand fashion dan lifestyle lokal yang berdiri sejak 2013.
Merek ini fokus menggarap segmen streetwear, dengan target pasar utama Generasi Z dan Milenial.
Profil Brand Thanksinsomnia
Thanksinsomnia dikenal melalui produk-produk fashion kasual seperti kaus, jaket, hoodie, hingga berbagai aksesoris.
Ciri khas desainnya mengusung sentuhan budaya pop, street culture, dan anime, yang membuat brand ini cukup menonjol di pasar pakaian jalanan lokal.
Sejak awal berdiri, Thanksinsomnia mengedepankan konsep desain orisinal yang merepresentasikan ekspresi anak muda perkotaan.
Strategi ini membuat brand tersebut berkembang pesat dan memiliki basis pelanggan yang loyal.
Dalam operasional bisnisnya, Thanksinsomnia mengandalkan kanal digital.
Penjualan dilakukan melalui website resmi shopthanksinsomnia.com, serta berbagai platform e-commerce populer seperti Shopee, Tokopedia, dan media sosial Instagram.
Untuk aktivitas operasional, kantor Thanksinsomnia tercatat beralamat Kota Tangerang Selatan, Banten.
Asal-usul Nama Thanksinsomnia
Nama Thanksinsomnia memiliki cerita tersendiri.
Mohan Hazian mengaku terinspirasi dari nama akun Twitter milik temannya, Agung Firdaus, yang menggunakan nama serupa.
Merasa nama tersebut unik dan memiliki karakter kuat, Mohan kemudian meminta izin kepada sang pemilik akun untuk menggunakannya sebagai nama brand clothing yang ia rintis.
Dari situlah, nama Thanksinsomnia resmi digunakan dan melekat hingga kini.
Sosok Mohan Hazian
Thanksinsomnia didirikan dan dimiliki oleh Mohan Hazian, seorang pengusaha muda kelahiran Lampung, 4 Februari 1990.
Namanya mulai dikenal luas seiring perkembangan brand streetwear yang berhasil menembus pasar nasional, bahkan merambah konsumen internasional.
Sebelum sukses sebagai pemilik brand, Mohan menempuh perjalanan karier yang tidak instan.
Ia merantau ke Jakarta dan sempat bekerja di berbagai bidang, mulai dari karyawan restoran hingga tenaga penjualan (sales).
Pengalaman kerja di banyak sektor tersebut membentuk kemampuan bisnis Mohan dan menjadi modal penting saat ia memutuskan fokus membangun usaha sendiri.
Berbekal pengalaman lapangan dan pemahaman pasar anak muda, ia kemudian mengembangkan Thanksinsomnia secara bertahap.
Produk perdana yang diluncurkan Thanksinsomnia adalah tas khusus untuk pemain skateboard, yang saat itu dinilai cukup unik dan berbeda dari produk lokal lainnya.
Seiring waktu, lini produknya berkembang menjadi brand streetwear dengan koleksi yang lebih lengkap.
Rilis Buku yang Kini Ditarik dari Peredaran
Selain berkecimpung di dunia fashion, Mohan Hazian juga sempat merambah dunia literasi.
Ia merilis sebuah buku berjudul “Goresan Seorang Berandal” yang diterbitkan pada September 2021.
Buku tersebut terbit di bawah naungan Shira Media, penerbit yang belakangan juga ikut menjadi sorotan publik setelah mengambil sikap tegas terkait isu dugaan pelecehan yang menyeret nama Mohan.
Di mana Shira Media langsung mengambil sikap tegas memutus kontrak kerja sama dengan Mohan Hazian, usai viral dugaan pelecehan seksual kepada modelnya.
“Terhitung sejak pernyataan ini diterbitkan, kami memutus seluruh aktivitas komersial terkait buku Mohan Hazian. Ini mencakup pencetakan ulang, distribusi, promosi, serta kerja sama penerbitan di masa mendatang. Kami juga meminta seluruh mitra penjualan untuk menghentikan transaksi dan menarik buku-buku tersebut dari peredaran,” tulis Shira Media di akun medsos mereka. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria