RADARSOLO.COM – Isu terkait penyanyi dangdut Dewi Perssik meninggal dunia, makin panas dihembuskan oleh sejumlah akun medsos saat melakukan siaran langsung (live).
Dewi Perssik pun akhirnya habis kesabaran setelah menjadi sasaran empuk berita bohong atau hoaks tersebut.
Tidak tinggal diam, penyanyi yang akrab disapa Depe ini dikabarkan tengah bersiap menyeret belasan akun media sosial ke ranah hukum akibat penyebaran informasi palsu yang dinilai sudah melampaui batas.
Isu miring ini bermula ketika sejumlah akun secara masif menyebarkan narasi bahwa mantan istri Saipul Jamil tersebut mengalami kecelakaan maut.
Dalam berbagai unggahan dan live, akun-akun tersebut mengklaim mobil yang ditumpangi Depe ringsek parah hingga merenggut nyawanya.
Baca Juga: Kalender Mei 2026: Kapan Tanggal Merah Lagi Setelah Libur Hari Buruh? Cek Jadwal Long Weekend
Menanggapi hal itu, Depe mengaku heran dengan motif di balik aksi keji tersebut.
"Saat mereka live, mereka bilang kemarin Depe kecelakaan dan mobilnya ringsek. Saya benar-benar tidak habis pikir apa keuntungan yang mereka dapatkan dari memfitnah orang meninggal," ujar Dewi Perssik.
Sempat Dihina dan Dipermainkan Saat Klarifikasi
Kekesalan Dewi Perssik semakin memuncak saat dirinya mencoba masuk ke dalam siaran langsung akun-akun tersebut untuk memberikan klarifikasi.
Alih-alih mendapatkan ruang untuk bicara, pelantun lagu "Mimpi Manis" ini justru mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan berupa ejekan dan penghinaan fisik.
Depe menceritakan bahwa para pemilik akun tersebut justru menertawakannya dan meragukan keaslian dirinya.
"Aku pernah di-invite sama mereka. Pas aku masuk malah dihina, masak ini Dewi Perssik? Mereka ketawain aku, ini kuntilanak kali," ungkapnya.
Merasa dipermainkan, Depe sempat memberikan peringatan keras bahwa dirinya tidak segan membawa masalah ini ke kantor polisi.
Namun, setelah ancaman tersebut terlontar, akun-akun yang bersangkutan justru langsung memblokir akses komunikasi dengannya.
Kantongi Bukti Rekaman 16 Akun
Dewi Perssik menegaskan bahwa langkah hukum yang ia rencanakan bukanlah bentuk arogansi, melainkan upaya untuk memberikan efek jera.
Menurutnya, diam bukan lagi pilihan karena serangan hoaks ini dilakukan secara berulang-ulang dan sangat merugikan nama baiknya.
Sebagai langkah awal, Depe telah mengumpulkan bukti kuat berupa rekaman aktivitas dari sekitar 16 akun yang terlibat.
"Totalnya ada 16 akun. Semuanya sudah saya record dari 16 akun itu (sebagai bukti laporan)," tutur pedangdut asal Jember tersebut.
Editor : Syahaamah Fikria