RADARSOLO.COM – Drama Korea hits Perfect Crown baru saja menuntaskan masa penayangannya pada Sabtu (16/5/2026).
Namun, di balik rekor rating penonton yang memuaskan dan akhir cerita yang bahagia antara karakter yang diperankan IU dan Byeon Woo Seok, drama garapan jaringan MBC ini justru diwarnai oleh badai kritik terkait isu distorsi sejarah.
Polemik ini memuncak menjelang episode-episode akhir, hingga memaksa tim produksi turun tangan merilis permintaan maaf resmi kepada publik.
Lantas, bagaimana awal mula kontroversi ini terjadi dan seperti apa akhir dari serial populer tersebut?
Baca Juga: Link Nonton Perfect Crown Episode 12 Sub Indo, Spoiler Ending dan Apakah Tamat Pekan Ini?
Pemicu Kontroversi
Kritik tajam mulai mengalir deras pasca-penayangan episode 11 pada Jumat (15/5/2026).
Dalam adegan penobatan Pangeran Ian (Byeon Woo Seok), penonton bermata jeli menemukan sejumlah ketidakakuratan historis yang dinilai fatal.
Pertama, penggunaan sorakan "Cheonse" oleh para pengikut kerajaan.
Dalam sejarah Korea, ungkapan "Cheonse" digunakan secara khusus oleh negara-negara bawahan (vassal) kepada kaisar, alih-alih menggunakan "Manse" yang merepresentasikan kedaulatan penuh.
Padahal, Perfect Crown mengusung premis fiktif Korea Selatan di abad ke-21 sebagai negara merdeka dengan sistem monarki konstitusional.
Kedua, raja terlihat mengenakan 'Guryu Myeollyugwan', yakni mahkota upacara dengan desain sembilan untaian manik-manik.
Padahal, seorang penguasa berdaulat atau kaisar seharusnya mengenakan mahkota dengan 12 untaian manik-manik.
Kombinasi kesalahan ini memicu kekhawatiran besar di kalangan masyarakat Korea.
Pasalnya, Perfect Crown didistribusikan secara global melalui platform streaming (OTT).
Publik cemas bahwa ketidakakuratan ini dapat menanamkan pemahaman sejarah yang menyimpang bagi penonton internasional.
Hierarki Istana Dinilai Menyerupai Kekaisaran Jepang
Selain isu atribut penobatan, pakar sejarah dan netizen juga mengkritik keras kekacauan hierarki di dalam drama.
Salah satu adegan yang paling disorot adalah ketika Ibu Suri (Ratu) Yoon I Rang berlutut dan memohon ampun kepada Pangeran Agung Ian.
Dalam tradisi Dinasti Joseon yang menjadi akar sejarah monarki Korea, status seorang Ibu Suri yang melahirkan raja berada jauh di atas seorang Pangeran Agung.
Tak hanya itu, penunjukan Pangeran Agung Ian sebagai wali raja muda untuk Raja Lee Yoon (Kim Eun Ho), terlepas dari keberadaan Ibu Suri Yoon I Rang, dinilai sangat melenceng dari adat istiadat.
Kekacauan sistem kelas ini membuat sebagian penonton berspekulasi bahwa tatanan keluarga kerajaan dalam drama ini justru lebih menyerupai sistem Kekaisaran Jepang modern ketimbang Dinasti Joseon.
Bahkan, muncul sindiran tajam di internet yang mempertanyakan, "Apakah di dunia drama ini, Korea Selatan dulunya adalah negara bekas kekuatan Poros (Axis power)?"
Meski berlindung di balik label genre "sejarah alternatif" atau fiktif, publik Korea menilai bahwa label tersebut tidak bisa dijadikan tameng untuk menjustifikasi setiap kesalahan riset fundamental.
Permintaan Maaf Tim Produksi dan Janji Revisi
Merespons gelombang protes yang semakin tak terkendali, tim produksi MBC akhirnya buka suara dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
"Kami gagal meneliti dengan cermat bagaimana etiket era Joseon berubah sepanjang sejarah," ungkap perwakilan tim produksi mengakui kelalaian mereka.
Lebih lanjut, pihak produksi berkomitmen untuk bertanggung jawab dengan merevisi ulang seluruh audio dan takarir (subtitle) yang bermasalah.
Perbaikan ini akan diterapkan pada siaran ulang, layanan Video on Demand (VOD), serta seluruh platform OTT global di masa mendatang.
Rating Perfect Crown Tetap Mendominasi
Di sisi lain, kontroversi panas ini sama sekali tidak menyurutkan minat penonton.
Popularitas Perfect Crown justru makin meroket. Sejak debut dengan rating 7,8 persen, angkanya terus merangkak naik ke 11,1 persen (Ep 4) dan 13,3 persen (Ep 10).
Bahkan, episode 11 yang kontroversial sukses menembus 13,5 persen.
Puncaknya, pada penayangan episode final (Episode 12) hari Sabtu (16/5/2026), Nielsen Korea mencatat drama ini meraih rating rata-rata nasional sebesar 13,8 persen.
Angka ini menjadikan Perfect Crown sebagai program televisi paling banyak ditonton pada hari tersebut, sekaligus memecahkan rekor rating tertingginya sendiri.
Dominasi ini juga mengalahkan para pesaingnya di slot tayang yang sama:
- Recipe for Love (KBS 2TV) menempel dengan rating kuat sebesar 12,5%.
- My Royal Nemesis (SBS) meraih angka tertingginya di episode keempat dengan 6,0%.
- Filing for Love (tvN) memimpin saluran TV kabel dengan rating 5,8%.
- We Are All Trying Here (JTBC) turut mencetak rekor pribadi untuk penayangan hari Sabtu dengan rating 3,3%.
Di kancah global, Perfect Crown tak tergoyahkan. Berdasarkan data FlixPatrol, drama ini sukses menduduki peringkat ke-3 di jajaran Top 10 TV Shows Disney+ secara global.
Serta menjadi nomor 1 untuk kategori judul non-Inggris.
Di Korea Selatan, survei FUNdex dari Good Data Corporation juga menobatkan drama ini di peringkat 1 untuk kategori popularitas buzzworthy sejak hari pertama tayang.
Ending Episode Perfect Crown
Bagi para penggemar, episode 12 menyuguhkan akhir cerita (ending) yang memuaskan dan happy ending.
Pangeran Ian (Byeon Woo Seok), yang pada akhirnya naik takhta sebagai Raja, mengambil keputusan revolusioner dengan menghapus sistem monarki konstitusional secara keseluruhan.
Langkah berani ini membuatnya kehilangan gelar kebangsawanan, namun memberikannya kebebasan sejati.
Ian dan Seong Hui Ju (IU) akhirnya bisa hidup damai sebagai warga negara dan pasangan biasa.
Adegan penutup Perfect Crown dieksekusi dengan sangat manis.
Keduanya tertangkap kamera ciuman (kiss cam) di layar besar saat tengah menonton pertandingan bisbol di stadion, yang langsung disambut sorak-sorai riuh dari para penonton.
Editor : Syahaamah Fikria