RADARSOLO.COM – Gelombang antusiasme publik terhadap film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita terus melonjak tajam.
Di tengah tingginya permintaan pemutaran film, tim produksi resmi merilis materi promosi berupa poster bilingual (bahasa Indonesia dan Inggris).
Namun, bersamaan dengan itu, sutradara juga mengeluarkan peringatan keras terkait maraknya peredaran versi bajakan di dunia maya.
Karya dokumenter kolaborasi antara Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale ini memang tengah menjadi buah bibir.
Mengangkat isu kritis mengenai nasib masyarakat adat Papua di tengah gempuran Proyek Strategis Nasional (PSN), film ini didistribusikan secara gerilya melalui jalur Nonton Bareng (Nobar) komunitas, tanpa melibatkan platform streaming komersial.
Baca Juga: Siapa Pembuat Film Pesta Babi? Ini Sosok Sutradara dan Pembuat Film di Baliknya
Link Poster Film Pesta Babi (Bilingual)
Sebagai bagian dari kampanye global dan lokal, tim produksi telah menyediakan poster resmi dalam dua bahasa.
Penggunaan bahasa Inggris disiapkan secara khusus untuk mengakomodasi distribusi dan pemutaran film di berbagai forum HAM dan lingkungan tingkat internasional.
Bagi komunitas atau masyarakat yang hendak menggelar nobar dan membutuhkan materi visual resmi, dapat menggunakan poster film Pesta Babi versi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang telah diposting akun Instagram Cypri Paju Dale.
--Link Poster Pesta Babi Versi Indonesia & Inggris--
Sinopsis Singkat
Film Pesta Babi menyajikan realitas pahit yang terjadi di wilayah selatan Bumi Cenderawasih, khususnya di Kabupaten Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.
Lensa kamera menyoroti kehidupan suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu yang ruang hidupnya kian terimpit oleh ambisi pembukaan lahan skala besar (food estate), perkebunan tebu untuk bioetanol, hingga ekspansi sawit biodiesel.
Adegan pembuka film ini menampilkan ironi yang menyayat hati.
Kedatangan kapal-kapal raksasa pengangkut ratusan alat berat yang siap meratakan hutan adat.
Dalih pembangunan yang digaungkan negara nyatanya berbenturan keras dengan hajat hidup masyarakat lokal yang urat nadinya bergantung pada kelestarian alam.
Baca Juga: Link Daftar Nobar Film Pesta Babi Gratis Resmi dari Watchdoc: Cek Syarat dan Caranya
Puncak dalam dokumenter ini terekam melalui perlawanan rakyat akar rumput yang melahirkan "Gerakan Salib Merah".
Masyarakat adat secara swadaya memancangkan salib raksasa dan palang adat sebagai benteng terakhir menolak invasi korporasi dan aparat ke tanah leluhur mereka.
Adapun pemilihan judul Pesta Babi sarat akan makna filosofis.
Bagi masyarakat Papua, pesta babi bukan sekadar perayaan, melainkan ritual sakral yang menyimbolkan kehormatan, persaudaraan yang mengikat, serta relasi spiritual antara manusia dengan ekologi sekitarnya.
Kehadiran film dokumenter ini disambut antusias tinggi di sejumlah kalangan, termasuk mahasiswa.
Namun, acara nobar yang digelar di sejumlah kampus justru dinodai dengan adanya upaya pembubaran paksa.
Meski demikian, upaya pembubaran dan penolakan di sejumlah titik pemutaran justru memicu efek bumerang.
Atensi publik terhadap Pesta Babi kini semakin tak terbendung dan terus mendominasi perbincangan di media sosial.
Editor : Syahaamah Fikria