RADARSOLO.COM - Siapa sih yang nggak tahu naga? Makhluk legendaris ini sering banget muncul di film, game, atau cerita fiksi. Tapi, tahu nggak dari mana asal-usulnya?
Menurut buku The Evolution of the Dragon karya G. Elliot Smith, mitos naga itu sebenarnya lahir dari cara manusia purba menjelaskan kekuatan air.
Bagi petani zaman dulu, air itu sangat penting tapi juga misterius; bisa bikin tanaman subur lewat hujan, tapi bisa juga menghancurkan lewat banjir.
Nah, kekuatan alam yang nggak bisa dikendalikan inilah yang dipersonifikasikan menjadi sosok naga
Menelusuri Jejak Naga: Misteri Sang Penguasa Air dari Peradaban Tiongkok Kuno
Jika kita melacak bukti tertulis tertua tentang naga di Asia, jejaknya akan membawa kita pada masa Dinasti Shang (sekitar 1600–1046 SM).
Di era ini, komunikasi dengan dunia spiritual dilakukan melalui medium Tulang Orakel (Oracle Bone Script atau Jiaguwen) yang terbuat dari cangkang kura-kura atau tulang belikat sapi.
Pada pecahan-pecahan tulang sakral inilah karakter piktogram "Naga" tercatat.
karakter naga digambar seperti ular meliuk yang punya tanduk.
Menariknya nama naga hampir selalu muncul dalam teks ramalan ritual meminta hujan.
Bagi masyarakat Tiongkok kuno, naga adalah entitas suci yang menggerakkan awan, melepaskan kilat, dan menurunkan air dari langit demi menyelamatkan tanaman padi dan palawija mereka dari kekeringan ekstrem
Baca Juga: Legenda Mahamba: Misteri Buaya Raksasa dari Sungai Kongo
Penemuan Arkeologi yang Berkaitan dengan Naga
Bukti fisik pemujaan ini bahkan berusia jauh lebih tua daripada aksara. Di Liaoning, Tiongkok, para arkeolog menemukan replika naga dari susunan batu yang diperkirakan berusia 8.000 tahun.
Peradaban setelahnya, Kebudayaan Hongshan, melahirkan mahakarya giok legendaris seperti Zhulong (Pig Dragon) dan Naga berbentuk C .
Kedua artefak ini selalu ditemukan di area pemakaman para pemimpin atau altar pemujaan.
Hal ini membuktikan bahwa naga adalah instrumen ritual tingkat tinggi untuk menjembatani doa manusia meminta keseimbangan cuaca kepada penguasa langit
Anatomi Naga Tiongkok, Gabungan dari berbagai macam hewan
Mengapa wujud naga begitu unik dan tidak mirip dengan hewan apa pun yang hidup di dunia nyata?
Elliot Smith menjelaskan bahwa naga adalah sebuah makhluk gabungan.
Masyarakat Tiongkok Kuno menyatukan bagian tubuh hewan-hewan perkasa agar naga punya kekuatan kosmis.
Filsuf Dinasti Han bernama Wang Fu menjabarkan ada Sembilan Kemiripan hewan lain pada tubuh naga Tiongkok:
- Tanduk seperti tanduk rusa jantan, melambangkan umur panjang dan kekuatan spiritual.
- Kepala seperti kepala unta, melambangkan ketahanan.
- Mata menyerupai mata iblis atau makhluk astral, melambangkan penglihatan yang menembus dimensi.
- Leher meliuk seperti ular, melambangkan fleksibilitas dan energi bumi.
- Perut seperti kerang , melambangkan misteri lautan.
- Sisik seperti ikan Mas, melambangkan perlindungan dan keberuntungan.
- Cakar tajam seperti burung elang, melambangkan kekuatan mencengkeram takdir dari udara.
- Telapak kaki seperti harimau, melambangkan otoritas penguasa daratan.
- Telinga seperti telinga sapi, melambangkan kepekaan mendengarkan keluh kesah manusia
Penampakan Naga dalam sejarah Tiongkok
Menurut sejarawan Timothy Brook dalam bukunya The Troubled Empire, penampakan naga ini bukan sekadar cerita karangan rakyat biasa.
Para pejabat pemerintah di era Dinasti Yuan dan Ming benar-benar mencatat kemunculan naga dalam dokumen resmi negara dengan sangat serius.
Berikut adalah beberapa kisah penampakan naga yang paling menggemparkan dari catatan sejarah tersebut:
Jejak Naga di Dinasti Yuan: Bawa Banjir Sampai Mengakhiri Kemarau
Pada masa Dinasti Yuan, naga sering muncul dan membawa perubahan cuaca yang drastis.
-
Tahun 1292: Seekor naga dilaporkan muncul di tepi Danau Tai. Naga itu terbang ke udara dan langsung memicu banjir besar yang menenggelamkan sawah-sawah subur menjadi rawa.
-
Agustus 1293: Di Gunung Chen, keajaiban terjadi di tengah kilatan petir dan angin kencang. Dua ekor naga—yang diyakini sebagai Raja Naga dan anaknya—menampakkan diri di hadapan para pelukis kuil. Begitu naga itu pergi ke balik awan, hujan deras turun dan mengakhiri musim kemarau yang sudah menyiksa selama dua tahun.
-
Juli 1367: Menjelang runtuhnya Dinasti Yuan, seekor naga muncul dari kilatan cahaya di sebuah sumur istana di Beijing. Naga itu lalu hinggap di sebuah pohon dan membuat kulit pohon tersebut hangus terbakar
Naga di Era Dinasti Ming: Hujan Merah dan Perahu Terbang
Masuk ke zaman Dinasti Ming, catatan tentang naga malah jadi semakin seram dan dramatis.
-
Tahun 1458 di Pulau Hainan: Ada sembilan naga turun dari awan warna-warni dan langsung menghancurkan gerbang kantor pejabat setempat. Mereka mencekik seorang wanita, merobohkan rumah orang-orang miskin, dan pergi dengan meninggalkan jutaan capung. Setelah itu, badai topan besar langsung menyapu pulau tersebut.
-
Tahun 1517 di Sungai Huai: Sembilan naga hitam muncul dan menyedot air sungai beserta sebuah perahu ke langit. Ajaibnya, anak perempuan dari tukang perahu yang ikut tersedot jatuh lagi ke tanah dengan selamat tanpa luka sedikit pun.
-
Tahun 1518 di Delta Yangzi: Tiga ekor naga penyembur api turun dari awan dan menyedot puluhan perahu ke udara. Banyak orang tewas karena jatuh dari langit atau mati jantungan karena ketakutan. Kejadian ini ditutup dengan turunnya hujan berwarna merah selama lima hari berturut-turut.
Naga di Era Modern: Misteri Jatuhnya Naga Yingkou dari langit
Cerita tentang naga ternyata tidak ikut terkubur bersama runtuhnya sistem kekaisaran Tiongkok.
Di era modern, tepatnya pada musim panas tahun 1934, Tiongkok digemparkan oleh salah satu kasus kriptozoologi (penemuan hewan misterius) paling terkenal yang dikenal sebagai Insiden Naga Yingkou.
Setelah hujan deras berhari-hari yang memicu banjir di wilayah Yingkou, Provinsi Liaoning, warga desa menemukan sesosok makhluk raksasa yang terdampar di rawa-rawa.
Menurut kesaksian warga saat itu, makhluk tersebut sedang sekarat, memiliki sisik, dan dua tanduk di kepalanya. Penduduk yang percaya bahwa naga adalah makhluk suci bahkan sempat membuatkan naungan dari tikar buluh dan menyiramkan air ke tubuhnya agar makhluk itu bisa bertahan hidup.
Namun, makhluk itu akhirnya menghilang secara misterius setelah badai kembali datang.
Beberapa minggu kemudian, kerangka makhluk raksasa sepanjang 10 meter dengan dua tanduk panjang ditemukan di area alang-alang tidak jauh dari lokasi pertama.
Kejadian ini begitu menghebohkan sampai-sampai surat kabar lokal, Shengjing Times, menerbitkan liputan khusus lengkap dengan foto kerangkanya pada Agustus 1934.
Lambang Kekuasaan Kaisar dan Identitas Bangsa
Terlepas dari perdebatan apakah penampakan di masa lalu dan era modern itu adalah nyata atau tidak, naga telah terlanjur mengakar kuat dalam identitas Tiongkok.
Lama-kelamaan, peran naga bergeser dari sekadar penguasa cuaca menjadi lambang kekuasaan tertinggi di bumi.
Naga secara resmi diadopsi sebagai lambang Kaisar Tiongkok.
Jubah kaisar dihiasi sulaman naga bercakar lima, dan seluruh otoritas kekaisaran memakai simbol ini untuk menunjukkan keadilan dan kekuatan.
Sampai sekarang, masyarakat Tiongkok modern dengan bangga menyebut diri mereka sebagai keturunan naga. (per)
Editor : Perdana Bayu Saputra