Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Apa Alasan Rahadian, Influencer Pria Nekat Pakai Kebaya di Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran? Minta Maaf Usai Sebut Pakaian Tak Punya Kelamin

Syahaamah Fikria • Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22 WIB
Rahadian Marga Saputra banjir kritik tajam usai nekat memakai kebaya saat Kirab Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran.
Rahadian Marga Saputra banjir kritik tajam usai nekat memakai kebaya saat Kirab Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran.

RADARSOLO.COM — Influencer pria Rahadian M Saputra akhirnya meminta maaf usai memicu kontroversi akibat nekat mengenakan kebaya, jarik, dan sanggul dalam ritual Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran, Solo. 

Aksi nyeleneh tersebut menuai kritik tajam karena melanggar pakem busana adat, ditambah respons awal Rahadian di media sosial yang memicu perdebatan karena menyebut "pakaian tidak memiliki jenis  kelamin".

Setelah menjadi sasaran kritik tajam dari netizen, budayawan, hingga otoritas istana, Rahadian akhirnya muncul ke publik. 

Baca Juga: Kronologi Lengkap Pira Berkebaya di Kirab Malam 1 Suro Pura Mangkunegaran yang Viral hingga Minta Maaf

Melalui sebuah unggahan video klarifikasi, ia menyampaikan permohonan maaf terbuka dan mengakui bahwa tindakannya telah mencederai tatanan adat luhur masyarakat Jawa.

Ditegur Malah Bilang Pakaian Tak Punya Kelamin

Gelombang protes bermula saat foto-foto Rahadian dengan atribut sanggul dan kebaya hitam saat Kirab Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran pada Selasa malam beredar luas. 

Alih-alih meredam suasana, perdebatan justru dipicu oleh pernyataan argumen Rahadian di kolom komentar media sosialnya yang menyebut bahwa pakaian tidak memiliki jenis kelamin.

Baca Juga: Pura Mangkunegaran Buka Suara, Usai Viral Influencer Pria Pakai Kebaya saat Kirab Malam 1 Suro: Tak Ada Perlakuan Khusus

Pernyataan tersebut dinilai tidak tepat tempat karena diterapkan dalam upacara adat yang mengikat kuat pakem tradisi turun-temurun. 

Dalam aturan resmi Mangkunegaran, peserta kirab pria wajib memakai beskap hitam lengkap dengan blangkon dan keris.

Sementara wanita mengenakan kebaya hitam dan sanggul.

Setelah banjir kritik tajam, termasuk dari pihak Pura Mangkunegaran yang ikut buka suara, Rahadian yang sempat hilang akun medsosnya, kini muncul dan mintaa maaf.

"Saya mengakui sepenuhnya kesalahan saya dalam mengenakan busana wanita pada acara sakral Mangkunegaran beberapa waktu lalu. Keputusan tersebut saya ambil dengan kesadaran dan kehendak saya sendiri," ungkap Rahadian.

"Saya menyadari tindakan saya tersebut menunjukkan kurangnya pemahaman dan penghormatan terhadap nilai adat dan budaya. Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga Mangkunegaran, para budayawan, dan masyarakat Jawa," imbuhnya.

Baca Juga: Viral Influencer Pria Nekat Pakai Kebaya saat Kirab Malam 1 Suro Pura Mangkunegaran, Ditegur Malah Sebut Pakaian Tak Punya Kelamin

Menutup klarifikasinya, Rahadian berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari. 

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah menegur dan mengingatkannya secara objektif.

"Kritik dan saran yang diberikan akan saya jadikan pelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan saya juga berjanji untuk tidak melakukan dan mengulangi hal ini lagi," pungkasnya.

Baca Juga: Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Kualifikasi Moto3 Ceko 2026 Besok, Mulai Balapan Jam Berapa?

Paola Serena Ikut Membela

Kontroversi ini sempat kian melebar setelah aktris sekaligus influencer, Paola Serena, mengunggah foto bersama Rahadian yang memakai kebaya hitam. 

Dalam keterangan fotonya, Paola sempat membela rekannya dengan menyatakan bahwa Rahadian telah mengantongi izin khusus dari pihak panitia untuk mengenakan kebaya tersebut.

Namun, klaim sepihak tersebut langsung dibantah keras oleh pihak Pura Mangkunegaran.

Pura Mangkunegaran Buka Suara

Ketua Panitia Penyelenggara 1 Suro BE 1960 Mangkunegaran, GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo atau yang akrab disapa Gusti Sura, menegaskan tidak ada keistimewaan bagi siapa pun dalam ritual adat.

“Mangkunegaran telah mengeluarkan panduan ageman (busana) untuk ritual adat 1 Sura. Panitia penyelenggara tidak pernah memberikan izin, dispensasi, ataupun perlakuan khusus kepada pihak mana pun,” tulis Gusti Sura melalui akun Threads-nya.

 

Editor : Syahaamah Fikria
#influencer pria #Rahadian M Saputra #kebaya #Pura Mangkunegaran #Kirab malam 1 Suro