RADARSOLO.COM - Setelah empat tahun sejak merilis album Manusia pada 2022, penyanyi Tulus akhirnya kembali dengan lagu terbaru berjudul Teh Hijau.
Lagu yang dirilis melalui kanal YouTube resminya pada 30 Juni 2026 itu langsung mendapat sambutan hangat dari pendengar. Hanya dalam tiga hari, Teh Hijau telah ditonton lebih dari 1,5 juta kali dan menempati jajaran trending musik di YouTube.
Di balik pencapaian tersebut, banyak pendengar dibuat penasaran dengan judul lagunya. Meski menggunakan nama sebuah minuman, Teh Hijau ternyata tidak bercerita tentang teh hijau sama sekali. Tulus justru menghadirkan simbol sederhana untuk menggambarkan perasaan yang mungkin pernah dialami banyak orang.
Baca Juga: Diminta ke DPD, Tri Haryadi Mundur dari Bursa Ketua Partai Demokrat Karanganyar
"Lagu ini tentang rasa hampa yang tidak didesak hilang, melainkan diterima sebagai bagian dari perjalanan hidup," ujar Tulus.
Melalui lagu ini, Tulus mengangkat tema tentang rasa hampa yang tidak harus segera dihilangkan. Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa Teh Hijau merupakan lagu tentang menerima kekosongan sebagai bagian dari perjalanan hidup, tanpa memaksa diri untuk segera pulih atau menemukan jawaban.
Makna tersebut juga tercermin dalam liriknya. Lagu ini menggambarkan seseorang yang merasa ada bagian dari dirinya yang hilang, tetapi belum benar-benar memahami penyebabnya.
Kebahagiaan terasa jauh, sementara hati juga belum siap membuka ruang untuk pengalaman atau hubungan yang baru. Karena itu, Teh Hijau tidak hanya berbicara tentang sulit jatuh cinta, tetapi juga tentang proses memahami diri sendiri ketika sedang berada dalam fase yang tidak mudah dijelaskan.
Judul Teh Hijau menjadi simbol yang memperkuat pesan tersebut. Teh hijau identik dengan ketenangan, kesederhanaan, dan momen untuk sejenak berhenti. Dalam lagu ini, segelas teh hijau dapat dimaknai sebagai ruang kecil untuk bernapas ketika banyak hal terasa tidak menentu. Bukan solusi atas semua persoalan, melainkan pengingat bahwa tidak semua rasa hampa harus selesai hari itu juga.
Baca Juga: Ingin Mudah Dapat Kerja? Intip 5 Jurusan Unggulan UIN Surakarta
Pilihan diksi Tulus kembali menuai pujian dari para pendengarnya. Di kolom komentar YouTube, banyak warganet menilai lirik Teh Hijau tetap sederhana, tetapi mampu menyampaikan emosi yang kompleks.
Salah satu pengguna menulis, "Lagi lagi dan lagi, Tulus selalu bisa merangkai setiap kata dengan indah dan memilih diksi yang berbeda dibanding orang kebanyakan. Keren."
Pendengar lain menafsirkan lagu ini sebagai ajakan untuk mencintai diri sendiri sebelum membuka hati bagi orang lain. Menurutnya, lirik seperti "ragam saran brilian, tak kunjung jadi penawar" menggambarkan berbagai usaha untuk kembali jatuh cinta yang belum membuahkan hasil. Sementara frasa "aku memang sedang tak bisa" menunjukkan bahwa keadaan tersebut bersifat sementara, bukan sesuatu yang akan berlangsung selamanya.
Di antara berbagai penafsiran yang mendalam, ada pula komentar bernada jenaka yang ikut mencuri perhatian.
"Tulus tanggung jawab gak lo gue jadi meromantisasi kejombloan gue," tulis salah seorang pendengar, menggambarkan bagaimana lagu tersebut terasa begitu dekat dengan pengalaman banyak orang.
Seperti karya-karyanya terdahulu, Tulus kembali menunjukkan bahwa kata-kata sederhana dapat menyimpan makna yang luas. Alih-alih menjelaskan emosi secara gamblang, ia memilih simbol yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mungkin itulah alasan mengapa Teh Hijau begitu mudah diterima: setiap orang bisa menemukan maknanya sendiri di balik secangkir teh hijau. (inayah)
Editor : Tri Wahyu Cahyono