Martin yang lahir di Kanada ini memulai perjalanan karir bermusiknya di Korea Selatan dengan bergabung dengan BIGHIT MUSIC sejak 2019.
Sejak masa trainee, ia menunjukkan ketertarikan dan bakat yang besar di proses penciptaan musik. Tidak hanya berlatih vokal, rap, dan dance, Martin juga mengembangkan kemampuannya menulis lirik lagu, menyusun komposisi, hingga memproduksi lagu.
Kemampuan tersebut perlahan membawanya memperoleh kepercayaan untuk berpartisipasi dalam berbagai proyek musik bahkan sebelum resmi debut bersama CORTIS.
Kontribusi Martin tidak terbatas pada lagu-lagu grupnya saja, ia dipercayai untuk terlibat dalam pembuatan lagu grup-grup seniornya. Martin dalam wawancaranya dengan Rolling Stone mengungkapkan bahwa ia telah berkontribusi pada banyak lagu, seperti ILLIT dengan “Magnetic”, TXT dengan “Deja Vu” dan “Beautiful Strangers”, ENHYPEN dengan “Outside”, serta LE SSERAFIM dengan “Pierrot”. Hingga saat ini, 18 lagu sudah tercatat atas namanya di KOMCA.
Baca Juga: Identitas Dua Polisi yang Masih Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan Kalimantan Tengah
Setelah memulai debutnya bersama CORTIS, Martin juga aktif menjadi bagian produksi lagu grupnya itu.
Bukan sekedar menyanyi, Martin turut terjun langsung memproduseri lagu-lagu CORTIS. Martin terlibat aktif dalam proses produksi lagu pada album debut CORTIS, yaitu Color Outside the Lines (COTL).
Ia tercatat sebagai salah satu penulis dan komposer untuk lagu “Go!”, “What You Want”, “Fashion”, “JoyRide”, serta “Lullaby”.
Lagu-lagu tersebut booming di kalangan pencinta masuk, bahkan sanggup menggaet berbagai penghargaan. Lagu “Go!” berhasil menembus pasar global dan masuk dalam nominasi kategori “Favorite TikTok Dance” dan menjadikan CORTIS sebagai satu-satunya grup K-Pop yang masuk dalam kategori tersebut pada tahun ini.
Berdasarkan data resmi dari BIGHIT MUSIC yang diunggah pada akhir Juni 2026, akumulasi putaran album COTL telah resmi melampaui 600juta streaming di Spotify.
Baca Juga: Pengukuhan Pengurus dan Rakerda Ke-1 ACSH DIY–Jateng Sukses Digelar di Solo
Tidak berhenti di situ, Martin kembali mencatatkan namanya di KOMCA dengan berpatisipasi untuk pembuatan album kedua CORTIS, yaitu “GREENGREEN”.
Album ini menandai comeback pertama mereka setelah sukses dengan album debutnya. Kontribusi Martin jauh lebih besar pada mini album kedua ini, ia mencurahkan dirinya sebagai produser utama dan all rounder dengan terlibat langsug dalam seluruh aspek kreatif album ini.
Dalam album ini leader grup CORTIS itu berpartisipasi di seluruh 6 lagu dalam album sebagai penulis lirik, komposer, serta produser.
Nama Martin tercatat sebagai komposer sekaligus penulis lirik pada lagu “TNT”, “Wassup” serta lagu utama, yaitu “REDRED”. Sementara itu, pada lagu “ACAI”, “YOUNGCREATORCREW”, dan “Blue Lips” ia memegang peran penuh, yaitu sebagai produser, komposer, dan penulis lirik.
Baca Juga: Bukan Soal Minuman, Ini Makna 'Teh Hijau' dalam Lagu Terbaru Tulus
Jejak karir Martin memperlihatkan perkembangan yang konsisten sejak masih menjadi trainee hingga dipercaya memproduksi seluruh lagu dalam album grupnya.
Di usia yang masih sangat muda, ia telah membuktikan bahwa seorang idol tidak hanya dapat bersinar di atas panggung saja tetapi juga memiliki peran penting di balik proses kreatif sebuah karya.
Martin berhasil membangun identitas sebagai musisi muda yang terus tumbuh serta menjadi salah satu produser generasi baru yang patut diperhitungkan di industri K-Pop. (manda)
Editor : Tri Wahyu Cahyono