RADARSOLO.COM - Bagi banyak penikmat musik Indonesia, nama Baskara Putra identik dengan Hindia. Lewat lagu-lagu seperti Evaluasi, Secukupnya, Rumah ke Rumah, hingga Cincin, ia dikenal sebagai musisi yang piawai merangkai lirik reflektif dan dekat dengan kehidupan anak muda.
Akan tetapi, tidak banyak yang menyadari bahwa Hindia hanyalah satu dari tiga proyek musik yang digeluti Baskara. Musisi bernama lengkap Daniel Baskara Putra itu juga aktif sebagai vokalis .Feast serta menjadi anggota Lomba Sihir, yang masing-masing memiliki identitas dan karakter musik berbeda.
Perbedaan tersebut bukan sekadar soal genre musik. Baskara memanfaatkan setiap proyek sebagai ruang untuk menyampaikan cerita yang berbeda. Melalui Hindia, ia banyak menuliskan pengalaman yang bersifat personal.
Lagu-lagunya mengangkat tema keluarga, kesehatan mental, hubungan antarmanusia, hingga proses bertumbuh sebagai individu. Pendekatan yang jujur dan dekat dengan keseharian membuat karya-karya Hindia mudah diterima oleh berbagai kalangan, terutama anak muda yang merasa pengalaman hidup mereka terwakili dalam setiap lagu.
Berbeda dengan Hindia, .Feast hadir dengan warna musik rock alternatif yang lebih keras dan penuh energi. Bersama band yang dibentuk pada 2012 itu, Baskara lebih sering membawakan lagu-lagu yang mengangkat isu sosial, politik, lingkungan, hingga berbagai keresahan yang terjadi di masyarakat.
Alih-alih berfokus pada pengalaman pribadi, karya-karya Feast mengajak pendengar melihat persoalan yang lebih luas dan mempertanyakan berbagai realitas di sekitar mereka. Karena dikerjakan secara kolektif, Baskara juga pernah menjelaskan bahwa proyek ini bukan menjadi tempat untuk menuangkan cerita pribadinya, melainkan hasil pemikiran seluruh personel band.
Baca Juga: Musik Indie Itu Genre atau Bukan? Ternyata Banyak Orang Masih Keliru
Sementara itu, Lomba Sihir menawarkan suasana yang berbeda lagi. Grup yang terbentuk bersama para personel band pengiring Hindia tersebut menghadirkan musik pop alternatif dengan nuansa yang lebih ringan dan kolaboratif. Lagu-lagu Lomba Sihir banyak membahas dinamika kehidupan sehari-hari, hubungan antarmanusia, hingga realitas masyarakat urban. Karena dikerjakan bersama seluruh anggota, warna musik dan sudut pandang yang dihadirkan pun terasa lebih beragam dibanding proyek solo Hindia.
Keputusan Baskara untuk aktif dalam tiga proyek musik sekaligus menunjukkan bahwa seorang musisi tidak harus dibatasi oleh satu identitas. Setiap proyek menjadi wadah untuk mengekspresikan sisi yang berbeda, baik sebagai penulis lagu maupun sebagai seorang seniman. Hindia menjadi ruang untuk bercerita secara intim, .Feast menjadi medium menyuarakan kritik sosial, sedangkan Lomba Sihir menghadirkan semangat kolaborasi dengan pendekatan yang lebih santai.
Baca Juga: "Sesi Potret" Puncaki Spotify Indonesia, Ini Makna Lagu yang Sudah Diputar Lebih dari 177 Juta Kali
Hal inilah yang membuat banyak pendengar merasa terkejut ketika mengetahui bahwa lagu-lagu dengan karakter yang sangat berbeda tersebut ternyata berasal dari sosok yang sama. Di balik nama Baskara Putra, terdapat tiga proyek musik yang masing-masing memiliki tujuan, warna, dan cara bercerita sendiri. Keberagaman itulah yang menjadikan Baskara sebagai salah satu musisi Indonesia yang dinilai berhasil mengeksplorasi berbagai sisi kreativitasnya tanpa kehilangan ciri khas sebagai penulis lagu.
Editor : Kabun Triyatno