Bukan Cuma Soal Lagu Hits, Ini Alasan Grammy Awards jadi Penghargaan Musik Paling Bergengsi di Dunia

Annas Rohmanda Purbaningrum • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 14:30 WIB
Piala Penghargaan Grammy Awards.
Piala Penghargaan Grammy Awards.

RADARSOLO.COM - Kalau berbicara tentang penghargaan musik paling bergengsi di dunia, nama Grammy Awards hampir selalu berada di urutan pertama. Bagi banyak musisi, memenangkan Grammy bahkan dianggap sebagai pencapaian tertinggi dalam perjalanan karier mereka. Apa sebenarnya yang membuat penghargaan ini begitu istimewa?

Grammy Awards merupakan ajang penghargaan musik yang diselenggarakan oleh The Recording Academy di Amerika Serikat sebagai bentuk apresiasi terhadap karya, prestasi, dan inovasi para pelaku industri musik. Acara ini pertama kali digelar pada 4 Mei 1959 dan hingga kini masih menjadi salah satu penghargaan paling bergengsi di dunia.

Berbeda dengan banyak penghargaan musik lainnya, Grammy tidak menentukan pemenang berdasarkan jumlah streaming, penjualan album, atau voting penggemar. Sebaliknya, pemenangnya dipilih langsung oleh sesama profesional di industri musik atau dikenal dengan sistem peer-to-peer recognition.

Baca Juga: Sering Dikira Lagu Baru, Ternyata 10 Lagu Ini Dirilis pada Era 90-an

Proses penilaiannya pun tidak main-main. The Recording Academy memiliki sekitar 15.000 anggota yang terdiri dari penyanyi, penulis lagu, produser, arranger, hingga teknisi rekaman. Mereka menilai setiap karya berdasarkan kualitas artistik, teknik produksi, orisinalitas, dan nilai musikalnya. Karena dinilai oleh orang-orang yang benar-benar berkecimpung di dunia musik, memenangkan Grammy dianggap sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas kualitas sebuah karya.

Tak heran jika meraih satu piala gramofon emas ini bisa mengubah karier seorang musisi. Selain meningkatkan kredibilitas, kemenangan Grammy juga sering kali berdampak pada melonjaknya penjualan lagu atau album, meningkatnya tarif penampilan, hingga terbukanya peluang kolaborasi dengan musisi internasional.

Di industri hiburan Amerika Serikat sendiri, Grammy berada sejajar dengan penghargaan bergengsi lainnya, seperti Oscar untuk film, Emmy untuk televisi, dan Tony Awards untuk teater.

Lantas, bagaimana sebuah lagu atau album bisa masuk nominasi Grammy?

Baca Juga: Suka Lagunya, Tapi Malu Mengakuinya? Begini Penjelasan di Balik Guilty Pleasure dalam Musik

Ternyata, prosesnya jauh lebih rumit daripada sekadar memiliki lagu yang viral. Setiap karya harus dirilis dalam periode kelayakan (eligibility period) yang telah ditentukan oleh The Recording Academy. Artinya, lagu lama yang kembali populer di media sosial tidak bisa didaftarkan jika sudah melewati batas waktu tersebut.

Selain itu, lagu atau album harus dirilis secara resmi melalui jalur distribusi komersial di Amerika Serikat, baik dalam bentuk digital, fisik, maupun platform streaming resmi. Setiap karya juga wajib memiliki kode identitas seperti UPC (Universal Product Code) atau ISRC (International Standard Recording Code) sebagai bukti distribusi resminya.

Standar kualitas rekaman juga menjadi syarat penting. File audio yang didaftarkan harus memiliki kualitas profesional, minimal setara dengan format digital 16-bit/44,1 kHz. Tidak hanya itu, seluruh informasi mengenai pencipta lagu, produser, hingga teknisi rekaman juga harus dicantumkan secara lengkap.

Khusus untuk kategori album, The Recording Academy menetapkan bahwa album harus berisi sedikitnya lima lagu berbeda dengan total durasi minimal 15 menit, atau memiliki durasi minimal 30 menit tanpa batas jumlah lagu. Berdasarkan aturan terbaru, setidaknya 66 persen isi album harus berupa materi baru yang belum pernah dirilis sebelumnya. Ketentuan ini sebelumnya lebih ketat, yakni 75 persen.

Meski sudah memenuhi seluruh persyaratan tersebut, sebuah karya tetap tidak akan dinilai apabila tidak didaftarkan secara resmi melalui Online Entry Process. Pendaftaran hanya dapat dilakukan oleh anggota Recording Academy atau perusahaan label rekaman yang telah terdaftar.

Setelah lolos proses verifikasi administrasi dan teknis, karya-karya tersebut akan masuk ke tahap penilaian oleh para Voting Members. Dari sinilah kemudian dipilih para nominasi di setiap kategori sebelum akhirnya dilakukan pemungutan suara untuk menentukan pemenang.

Baca Juga: Selain "Story of My Life", Ini Lagu-Lagu One Direction yang Sering Terlewat tetapi Punya Makna Mendalam

Grammy Awards sendiri memiliki empat kategori utama atau yang dikenal sebagai General Field, yaitu Album of the Year, Record of the Year, Song of the Year, dan Best New Artist. Keempat kategori ini menjadi penghargaan yang paling bergengsi karena dapat diikuti oleh berbagai genre musik.

Hingga saat ini, musisi dengan jumlah kemenangan Grammy terbanyak sepanjang sejarah adalah Beyonce, yang telah mengoleksi 35 piala Grammy. Rekor tersebut menjadikannya sebagai artis dengan kemenangan Grammy terbanyak sepanjang masa.

Selain Beyonce, ada sejumlah musisi lain yang juga mendominasi ajang ini. Georg Solti, konduktor musik klasik asal Hungaria-Inggris, telah memenangkan 31 Grammy. Di belakangnya ada produser legendaris Quincy Jones dan pianis jazz Chick Corea yang sama-sama mengoleksi 28 piala Grammy. Penyanyi bluegrass Alison Krauss dan rapper Kendrick Lamar juga telah meraih 27 kemenangan.

Untuk kategori grup musik, U2 masih menjadi band dengan kemenangan Grammy terbanyak, yaitu 22 penghargaan. Sementara itu, Foo Fighters telah mengoleksi 15 Grammy, sedangkan The Beatles berhasil membawa pulang tujuh piala sepanjang karier mereka.

Baca Juga: Ingin Me Time di Malam Hari? Ini Deretan Penyanyi dengan Lagu yang Bikin Suasana Makin Tenang

Nama-nama besar lainnya seperti Stevie Wonder dan Jay-Z sama-sama mengoleksi 25 Grammy, disusul Kanye West dengan 24 kemenangan. Michael Jackson sendiri berhasil memenangkan 13 Grammy, termasuk rekor delapan penghargaan dalam satu malam pada tahun 1984. Di sisi lain, Taylor Swift telah mengantongi 14 Grammy sekaligus mencetak sejarah sebagai artis pertama yang memenangkan kategori Album of the Year sebanyak empat kali. Sementara itu, Adele telah membawa pulang 16 piala Grammy sepanjang kariernya.

Melihat proses seleksi yang sangat ketat dan penilaiannya yang berfokus pada kualitas musik, tak mengherankan jika Grammy Awards hingga kini masih dianggap sebagai penghargaan paling prestisius di industri musik dunia. Bagi banyak musisi, sekadar masuk nominasi saja sudah menjadi sebuah pencapaian besar, apalagi berhasil membawa pulang piala gramofon emas yang menjadi impian hampir setiap insan musik.

 

Editor : Kabun Triyatno
beyonce penghargaan musik musisi Grammy Awards