Melalui “Song of Sabdatama” Jogja Hip Hop Foundation Sampaikan Pesan Perlawanan yang Masih Relevan Sampai Sekarang

Annas Rohmanda Purbaningrum • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 19:15 WIB
Lagu “Song of Sabdatama” dari Jogja Hip Hop Foundation.
Lagu “Song of Sabdatama” dari Jogja Hip Hop Foundation.

RADARSOLO.COM - Kalau ngomongin Jogja Hip Hop Foundation (JHF), kebanyakan orang mungkin langsung kepikiran lagu Jogja Istimewa atau Cintamu Sepahit Topi Miring. Padahal, grup hip-hop asal Yogyakarta ini juga punya lagu yang nggak kalah kuat secara makna, yaitu “Song of Sabdatama”.

Sekilas, lagu ini memang terdengar seperti rap dengan sentuhan musik tradisional Jawa. Tapi kalau didengarkan lebih dalam, Song of Sabdatama ternyata menyimpan pesan tentang identitas, budaya, sampai perjuangan menjaga keberagaman.

Lagu ini lahir pada 2012, saat Yogyakarta sedang ramai membahas Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY. Di waktu yang sama, muncul juga berbagai isu sosial yang memicu perpecahan di masyarakat. Lewat lagu ini, JHF memilih menyuarakan keresahan mereka bukan dengan aksi atau pidato, melainkan lewat musik.

Baca Juga: Bukan Sekadar Lagu Cinta, Ini Makna di Balik "I Lay My Love on You"

Yang bikin menarik, Song of Sabdatama nggak cuma memakai bahasa Jawa. JHF juga memasukkan bahasa Indonesia dan Inggris dalam liriknya. Tujuannya sederhana, supaya pesan yang mereka bawa bisa dipahami bukan hanya oleh masyarakat Jogja, tetapi juga pendengar dari berbagai daerah bahkan luar negeri.

Salah satu bagian yang paling ikonik berbunyi, "Our culture is weapon." Kalimat ini bukan berarti budaya dijadikan senjata untuk menyerang orang lain. Justru sebaliknya, JHF ingin menunjukkan bahwa budaya adalah cara paling ampuh untuk melawan kebencian, diskriminasi, dan kekerasan.

Pesan tersebut terasa semakin kuat karena Jogja Hip Hop Foundation memang dikenal sebagai grup yang memadukan musik hip-hop dengan budaya Jawa. Mereka membuktikan kalau rap nggak harus selalu mengangkat kehidupan jalanan atau cerita pribadi. Musik rap juga bisa menjadi ruang untuk menyampaikan kritik sosial, menjaga tradisi, sekaligus mengajak orang berpikir.

Baca Juga: Pejuang PTN dan Pelajaran Melepaskan dari Lagu "ADIOS!"

Menariknya lagi, Song of Sabdatama pernah memiliki versi kolaborasi dengan rapper asal Inggris, Akala, yang dikenal lewat proyek Hip Hop Shakespeare. Kolaborasi ini mempertemukan dua budaya yang berbeda dalam satu lagu, sekaligus menunjukkan bahwa pesan tentang perdamaian dan kemanusiaan bisa dipahami oleh siapa saja, tanpa mengenal bahasa maupun negara.

Meski sudah dirilis lebih dari satu dekade lalu, isi lagu ini justru terasa semakin relevan. Di era media sosial seperti sekarang, ketika perbedaan pendapat sering berujung pada saling menyerang di kolom komentar, Song of Sabdatama mengingatkan bahwa identitas dan budaya seharusnya menjadi alat untuk menyatukan, bukan memecah belah.

Itulah yang membuat lagu ini berbeda dari banyak lagu hip-hop lainnya. Di balik beat yang menghentak, tersimpan pesan bahwa menjaga budaya, menghargai perbedaan, dan merawat persaudaraan adalah bentuk perjuangan yang nggak kalah penting.

 

Editor : Kabun Triyatno
jogja hip hop foundation Song of Sabdatama jogja makna Perlawanan