RADARSOLO.COM - Nama Santos Bravos mungkin masih terdengar asing bagi sebagian pendengar musik Indonesia. Akan tetapi, boy group asal Amerika Latin ini perlahan mulai mencuri perhatian lewat konsep yang cukup berbeda. Dibentuk oleh HYBE Latin America, Santos Bravos hadir dengan memadukan sistem pembentukan idol ala K-pop dengan identitas musik dan budaya Latin.
Santos Bravos terdiri dari lima anggota, yaitu Alejandro Aramburu dari Peru, Drew Venegas yang berdarah Meksiko-Amerika, Gabi Bermudez dari Puerto Rico, Kaue Penna dari Brasil, dan Kenneth Lavill dari Meksiko. Keberagaman latar belakang tersebut menjadi salah satu identitas utama grup yang membawa semangat sebagai representasi generasi muda Latin.
Menariknya, perjalanan Santos Bravos juga tidak langsung dimulai dari panggung debut. Para member sebelumnya mengikuti proses audisi dan pelatihan yang cukup ketat melalui sebuah reality show. Konsep tersebut memperlihatkan bagaimana metode yang selama ini identik dengan industri K-pop mulai diadaptasi untuk membentuk grup dengan karakter Latin.
Baca Juga: Kenapa Musik Latin Bikin Susah Diam? Ini Bedanya dengan Lagu Pop yang Sering Kita Dengar
Santos Bravos kemudian resmi debut pada Oktober 2025 lewat lagu “0%”. Lagu tersebut menjadi langkah awal mereka untuk memperkenalkan warna musik yang memadukan pop modern dengan energi khas Latin.
Perjalanan mereka berlanjut pada 2026 melalui EP perdana bertajuk “DUAL”. Rilisan tersebut berisi enam lagu, termasuk “0%”, “WOW”, “MHM”, “KAWASAKI”, “VELOCIDADE”, dan “FE”. Judul “DUAL” sendiri menggambarkan sisi ganda yang ingin ditampilkan Santos Bravos, baik dari segi identitas maupun pengalaman para anggotanya.
Salah satu lagu yang cukup menarik perhatian adalah “KAWASAKI”. Lagu ini menggunakan perpaduan bahasa Spanyol, Portugis, dan Inggris, sesuai dengan latar belakang para member yang berasal dari berbagai negara. Mereka juga sempat merilis versi remix “KAWASAKI” bersama boy group Jepang &TEAM.
Kehadiran Santos Bravos menunjukkan bahwa sistem idol tidak harus selalu menghasilkan grup yang berbahasa Korea atau berasal dari Korea Selatan. Sistem pelatihan, koreografi, produksi konten, hingga pendekatan terhadap penggemar bisa diterapkan dalam konteks budaya yang berbeda.
Namun, Santos Bravos juga tidak sekadar menjadi “K-pop versi Latin”. Mereka tetap membawa bahasa, budaya, dan karakter musik Amerika Latin sebagai bagian penting dari identitas grup. Justru perpaduan inilah yang membuat mereka menarik untuk diperhatikan.
Pergerakan Santos Bravos juga semakin luas. Sepanjang 2026, mereka telah tampil di sejumlah festival dan acara musik, termasuk Festival Estéreo Picnic di Bogotá, Tecate Pa'l Norte di Monterrey, serta berbagai panggung di Korea Selatan. Mereka juga dijadwalkan tampil di KCON LA pada Agustus 2026.
Dengan perjalanan yang masih terbilang baru, Santos Bravos tentu masih memiliki banyak ruang untuk berkembang. Namun, kemunculan mereka sudah menunjukkan satu hal: batas antara K-pop, pop Latin, dan musik global semakin tipis.
Jika sebelumnya industri K-pop dikenal dengan kemampuannya membawa budaya Korea ke pasar dunia, Santos Bravos mencoba mengambil pendekatan berbeda. Mereka membawa metode idol global ke Amerika Latin, lalu mengisinya dengan identitas mereka sendiri.
Editor : Kabun Triyatno