RADARSOLO.COM - Memasuki bulan Agustus, ada satu lagu yang rasanya selalu ikut muncul kembali, “august” milik Taylor Swift. Lagu yang dirilis dalam album folklore pada 2020 ini seolah punya jadwal tahunan sendiri.
Begitu kalender berganti ke Agustus, potongan lagunya kembali berseliweran di media sosial, menemani unggahan liburan, foto lama, sampai konten galau.
Baca Juga: BTS Pilih Absen dari Grammy Awards 2027, Tak Ingin Musik Dikotakkan Berdasarkan Wilayah
Menariknya, “august” sebenarnya bukan lagu tentang bulan Agustus secara harfiah. Lagu ini justru bercerita tentang sebuah hubungan yang singkat, penuh harapan, tetapi sejak awal tidak benar-benar memiliki kepastian.
Agustus yang Hanya Berlangsung Sebentar
“august” merupakan bagian dari cerita cinta segitiga yang dibuat Taylor Swift dalam album folklore. Lagu ini diceritakan dari sudut pandang seorang perempuan yang memiliki hubungan dengan seorang laki-laki bernama James, yang ternyata masih memiliki hubungan dengan Betty.
Baca Juga: Fatin Rayakan Usia 30 Tahun dengan Lagu Baru “Tidur Siang”
Hubungan tersebut berlangsung pada musim panas dan terasa begitu nyata bagi sang perempuan. Pada akhirnya, semuanya hanya menjadi sesuatu yang sementara.
Hal inilah yang membuat lagu “august” terasa bittersweet. Musiknya terdengar ringan, dreamy, dan seperti membawa suasana musim panas.
Di balik melodinya yang hangat, terdapat cerita tentang seseorang yang sadar bahwa hubungan yang ia jalani ternyata tidak pernah benar-benar menjadi miliknya.
Perasaan tersebut mungkin terdengar familiar. Pernah dekat dengan seseorang, sering menghabiskan waktu bersama, lalu perlahan sadar kalau hubungan itu ternyata tidak memiliki tujuan yang sama.
Baca Juga: No Na Resmi Rilis “Honk!”, Angkot dan Telolet Jadi Sentuhan Khas Indonesia
Kenapa Selalu Cocok Diputar Saat Agustus?
Popularitas “august” setiap memasuki bulan kedelapan bukan cuma karena judulnya. Lagu ini memang memiliki nuansa musim panas yang kuat sehingga terasa pas ketika Agustus tiba.
Ditambah lagi, media sosial membuat lagu tersebut seperti memiliki siklus tahunan. Setiap Agustus, pengguna kembali menggunakan lagu ini untuk berbagai konten.
Ada yang benar-benar menikmati lagunya, ada pula yang menjadikannya bahan bercanda karena merasa bulan Agustus belum lengkap tanpa “august”.
Tidak heran jika lagu ini kemudian terasa seperti soundtrack tidak resmi untuk bulan Agustus.
Bahkan bagi orang yang tidak sedang mengalami kisah cinta tragis sekalipun, “august” tetap bisa terasa relate. Sebab, inti lagunya bukan hanya tentang percintaan, tetapi juga tentang sesuatu yang pernah terasa indah meski akhirnya harus berakhir.
Tentang Sesuatu yang Tak Pernah Benar-Benar Dimiliki
Salah satu daya tarik “august” adalah bagaimana Taylor menggambarkan perasaan terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak pernah menjadi miliknya.
Baca Juga: Naykilla dan Hipdut, Wajah Baru Dangdut untuk Generasi Z
Ada harapan, ada kenangan, tetapi tidak ada kepastian.
Dan mungkin, justru itu yang membuat lagu ini terus hidup. Tidak semua hubungan berakhir dengan status pacaran atau perpisahan dramatis. Ada juga hubungan yang hanya berlangsung sebentar, tidak pernah memiliki nama, tetapi tetap meninggalkan kesan.
“august” seperti mewakili perasaan tersebut.
Agustus pun akhirnya terasa lebih dari sekadar nama bulan. Ia menjadi simbol dari sesuatu yang datang sebentar, terasa menyenangkan, lalu perlahan pergi sebelum kita benar-benar siap melepaskannya.
Editor : Kabun Triyatno