Apa Modus Ebemartono Emanuel Bryan Kini Viral "Dirujak" Publik? Kronologi Rekam Usher GIIAS 2026 hingga Palak Biaya Takedown, Berujung Maaf

Syahaamah Fikria • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 17:13 WIB
Ebemartono alias Emanuel Bryan.
Ebemartono alias Emanuel Bryan.

 

RADARSOLO.COM - Jagat media sosial belakangan dihebohkan oleh kontroversi yang melibatkan seorang content creator, Ebemartono alias Emanuel Bryan.

Nama Bryan mendadak menjadi sasaran amarah publik, termasuk dari kalangan influenccer, usai video terbarunya di pameran otomotif tahunan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 viral. 

Ia terbukti merekam wajah seorang usher atau Sales Promotion Girl (SPG) secara diam-diam demi kepentingan konten personal, lalu menolak menghapusnya sebelum dibayar.

Baca Juga: Merasa Tak Pernah Diajak Sosialisasi, Warga Nusukan Protes Tower BTS Berdiri di Lingkungan Padat

Usher yang memiliki akun @leonnyluhendo pun mengungkapkan kronologi kejadian tak menyenangkan yang dialaminya di Threads.

Modus Operandi Gunakan Kacamata Meta Ray-Ban

Emanuel Bryan dikenal melalui konten-kontennya yang berfokus pada trik berkenalan dengan perempuan asing di tempat umum (pick-up lines). B

Beberapa judul konten yang pernah dibuatnya antara lain "Cara Deketin Cici-Cici PIK", "Cara Gw Deketin Hot Mama Jepang", hingga "Cara Cowo Kenalan di Jalan Raya".

Baca Juga: Link Video Viral Yank Uwes Yank Banyuwangi Heboh di TikTok, Mengapa Tak Boleh Buru-buru Klik?

Dalam aksinya di pameran GIIAS 2026, Bryan mengincar salah satu booth kendaraan yang dijaga oleh seorang usher freelance.

Untuk melancarkan aksinya tanpa memicu kecurigaan korban, Bryan melengkapi dirinya dengan kacamata pintar Meta Ray-Ban (kacamata yang terintegrasi dengan kamera tersembunyi di sudut bingkainya).

 

Hal inilah yang membuat korban sama sekali tidak menyadari bahwa seluruh ekspresi, percakapan, dan interaksinya dari jarak dekat sedang direkam secara langsung dari sudut pandang mata sang kreator.

Dari Obrolan Produk Jadi Konten "Cara Deketin Cewek"

Sesuai prosedur kerjanya,  menyambut Bryan dan rekannya dengan ramah. 

Ia menjelaskan keunggulan unit mobil yang dipajang di booth. 

Baca Juga: Link Video Viral Yank Uwes Yank Banyuwangi Heboh di TikTok, Mengapa Tak Boleh Buru-buru Klik?

Di sela-sela pembahasan mobil, Bryan mulai mengarahkan obrolan ke ranah personal seperti menanyakan nama, umur, dan akun media sosial. 

Si usher mengira hal itu hanya obrolan basa-basi biasa dari pengunjung pameran.

"Di saat aku mengobrol dengan mereka, aku sama sekali tidak tahu kalau aku sedang divideo," tulisnya.

Baca Juga: Bukan Cuma Musik Klasik, Ini yang Bikin Orkestra Menarik

Beberapa waktu pasca-kejadian, @leonnyluhendo terkejut saat mendapat kiriman video dari kerabatnya. 

Wajah dan percakapan saat di GIIAS 2026 ternyata dipublikasikan secara utuh di media sosial Bryan dengan judul provokatif, "Cara Deketin Cewek di Pameran". 

 

Usher merasa dirugikan dan dilecehkan secara profesional karena dijadikan objek komersial tanpa kesepakatan tertulis maupun lisan di awal.

Merasa tidak nyaman, korban menghubungi Bryan via Direct Message (DM) Instagram untuk meminta video tersebut dihapus alis take down. 

Namun, respons Bryan justru memicu kemarahan publik.

Baca Juga: Jelang Indonesia Vs Vietnam Piala AFF 2026: Intip Head to Head, Statistik, dan Rekor Pertemuan Kedua Tim

Bryan berdalih bahwa pameran otomotif adalah public space (ruang publik), sehingga siapapun bebas merekam tanpa persetujuan. 

Bahkan yang lebih parah, Bryan meminta uang ganti rugi biaya produksi apabila korban bersikeras minta videonya diturunkan.

"Kalau mau takedown boleh aja, tapi ada biaya cost yang perlu di-pay atas biaya produksi videonya," tulis percakapan yang dibagikan korban.

Baca Juga: Siapa Sosok Pemeran Video Yank Uwes Yank Banyuwangi? Klarifikasi Viral Bikin Publik Makin Penasaran

Ternyata, bukan cuma satu korban yang diperlakukan demikian. 

Beberapa usher rekan seperjuangannya di GIIAS juga mengaku pernah dimintai sejumlah uang dengan modus serupa saat meminta video mereka yang direkam diam-diam untuk diturunkan.

Gelombang Rujakan Publik dan Influencer

 

Curhatan usher di platform Threads langsung meledak. 

Publik menilai tindakan Bryan bukan lagi sekadar membuat konten hiburan, melainkan bentuk pelecehan privasi dan pemerasan berkedok hak cipta.

Gelombang kritikan tajam juga datang dari sejumlah tokoh publik maupun influencer.

Baca Juga: Dulu Hampir Dimiliki Semua Orang! Ini Sejarah Lengkap 9 Generasi Honda Supra, Motor Bebek Paling Sukses di Indonesia

Salah satunya Chef Arnold Poernomo yang mengecam keras alasan "ruang publik" yang dipakai Bryan. 

“Cuma karena ente konten creator bukan berarti semua di public space itu mau dikontenin... bukan berarti privasi kita jadi hilang... kocak malah malak dan ngancem... entitlement is a disease,” tulis Chef Arnold.

Jerome Pollin bahkan mengaku juga pernah direkam oleh Bryan dengan dalih untuk memberikan motivasi ke follower.

Baca Juga: Link Download Logo HUT RI ke-81 Tahun 2026 Lengkap, Ini Cara Unduh dan Pedoman Penggunaannya

"Wah orang ini juga pernah rekam aku, tapi waktu itu nanyanya soal motivasi dll jadi okelah," tulis Jerome. 

Lebih lanjut, influencer jago matematika itu pun mengaku juga mendapati kacamata Meta milik Bryan dalam kondisi lampu indikator perekamnya mati/dicopot.

Hal ini membuktikan bahwa indikator perekaman memang disengaja agar korban tidak sadar sedang direkam.

 

"Ternyata dicabut lampunya (aku sempat nanya), wkwk," imbuh dia.

Muncul Pengakuan Netizen

 Bahkan, usai kasus di GIIAS 2026 viral, belakangan muncul pengakuan dari sejumlah pihak yang mengaku juga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Ebemartono alias Bryan lewat DM media sosial.

Dari postingan-postingan mereka, Bryan kerap mengawali obrolan dan perkenalan dengan mengajak bertemu alias ngopi, dan ngobrol soal bisnis.

Baca Juga: Forestra 2026 Hadir Lagi di Tengah Hutan Pinus, Ini Lineup dan Harga Tiketnya

Permohonan Maaf

Setelah gelombang boikot dan kecaman publik kian masif hingga mengancam reputasi bisnis mentorship miliknya, Emanuel Bryan akhirnya menurunkan (takedown) konten kontroversial tersebut.

Dia kemudian mengunggah video permohonan maaf resmi pada Senin, 3 Agustus 2026.

Dalam klarifikasinya di akun @ebemartono, Bryan mengakui kesalahannya karena telah merekam tanpa consent dan terbukti mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas terkait permintaan biaya produksi kepada korban.

"Saya tidak membenarkan, saya hanya meminta maaf atas semua pihak yang merasa dirugikan. Saya seharusnya memang tidak mengatakan atas ada biaya produksi ataupun kata-kata lain yang saya sampaikan di komen," tutur Bryan. 

 

Meski Ebemartono alias Bryan telah meminta maaf secara terbuka, korban menyatakan masih mempertimbangkan langkah hukum dan administrasi yang akan diambil terkait kerugian moral yang dialaminya selama menjadi objek konten tanpa izin tersebut.

Editor : Syahaamah Fikria
giias 2026 ebemartono emanuel bryan viral content creator