RADARSOLO.COM - Lollapalooza Chicago 2026 baru saja berakhir pada 2 Agustus. Selama empat hari, Grant Park di Chicago dipenuhi lebih dari 170 penampil dari berbagai genre, mulai dari pop, rock, elektronik, hip-hop, hingga K-pop. Nama-nama besar seperti Lorde, Charli XCX, JENNIE, The Smashing Pumpkins, The xx, Turnstile, The Chainsmokers, dan aespa ikut meramaikan festival tahun ini.
Buat yang belum sempat menyaksikan langsung atau masih belum bisa move on dari keseruan Lollapalooza, beberapa lagu dari para penampil berikut bisa menjadi pilihan untuk menghidupkan kembali suasana festival di playlist Spotify.
Salah satu yang paling mencuri perhatian tentu saja JENNIE. Member BLACKPINK tersebut menjadi salah satu headliner Lollapalooza 2026 dan tampil pada Sabtu, 1 Agustus. Dalam rangkaian penampilannya, “Mantra” menjadi salah satu lagu yang paling mudah dikenali dari set solo JENNIE. Lagu-lagu seperti “like JENNIE”, “Damn Right”, “Love Hangover”, hingga “Seoul City” juga menjadi bagian dari repertoar panggung solonya sepanjang 2026.
Baca Juga: Dari Tur Perpisahan hingga Festival Dunia, Begini Perjalanan Lollapalooza Jadi Raksasa Musik
Dari dunia K-pop, aespa juga membawa “Supernova” dan deretan lagu mereka ke panggung Lollapalooza. Penampilan grup tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik karena mereka tampil sebagai bagian dari lineup K-pop yang cukup kuat tahun ini. Selain aespa dan JENNIE, CORTIS serta i-dle juga tercatat dalam jajaran penampil festival.
Beralih ke pop elektronik, Charli XCX menjadi salah satu nama yang paling banyak dibicarakan. “360” dan “Apple” bisa menjadi dua lagu yang cocok dimasukkan ke playlist setelah melihat penampilannya. Charli bahkan membuat momen spesial bersama Lorde ketika keduanya membawakan “Girl, so confusing” dalam penampilan Lorde. Momen tersebut menjadi salah satu kolaborasi yang paling disorot dari festival tahun ini.
Lorde sendiri juga memberikan alasan kuat untuk memasukkan kembali lagu-lagu lamanya ke playlist. “Green Light” dan “Ribs” menjadi pilihan yang cocok untuk kamu yang ingin membawa pulang sedikit suasana emosional dari panggung Lollapalooza. Penampilannya bahkan semakin spesial dengan kehadiran Charli XCX di atas panggung untuk membawakan “Girl, so confusing”.
Baca Juga: Kalau Lagu Kemerdekaan Dibuat Jadi Playlist Gen Z, Isinya Apa Saja?
Buat pencinta rock alternatif, The Smashing Pumpkins menjadi salah satu nama yang tidak boleh dilewatkan. Band asal Chicago tersebut tampil sebagai salah satu headliner pada Jumat, 31 Juli. “1979” bisa menjadi pilihan wajib untuk playlist karena lagu tersebut mewakili salah satu era paling ikonik dari perjalanan mereka.
Sementara itu, kembalinya The xx ke panggung besar juga menjadi salah satu momen menarik. Setelah kembali tampil live pada 2026 setelah jeda panjang, trio ini membawa nuansa minimalis dan atmosferik yang menjadi ciri khas mereka. “Intro” menjadi salah satu lagu yang paling dikenal dari katalog The xx dan cocok untuk kamu yang ingin menikmati sisi Lollapalooza yang lebih tenang.
Bagi pencinta musik keras, Turnstile juga layak masuk playlist. Band hardcore punk tersebut tampil pada Jumat, 31 Juli. “BLACKOUT” dapat menjadi pilihan untuk menghadirkan kembali energi agresif dari panggung mereka. Turnstile sendiri memang menjadi salah satu nama yang cukup menonjol dalam lineup tahun ini.
Kemudian ada The Chainsmokers yang tampil pada Minggu, 2 Agustus. Kalau ingin bernostalgia dengan era EDM-pop mereka, “Closer” dan “Don't Let Me Down” masih menjadi dua lagu yang paling mudah mengembalikan suasana festival. Keduanya juga termasuk lagu yang paling sering dimainkan The Chainsmokers sepanjang 2026.
Selain nama-nama besar tersebut, Lollapalooza 2026 juga memberikan ruang bagi musisi yang sedang berkembang. CORTIS, misalnya, tampil pada Sabtu, 1 Agustus di T-Mobile Stage. Kehadiran grup tersebut menjadi salah satu momen yang menarik bagi penggemar K-pop karena mereka menjadi bagian dari generasi baru artis Korea yang mulai mendapatkan panggung festival musik internasional.
Dengan lineup yang mencampurkan banyak genre, Lollapalooza 2026 menunjukkan bahwa festival musik saat ini tidak lagi harus punya satu karakter musik tertentu. Penonton bisa berpindah dari pop dan K-pop ke rock, elektronik, hingga hardcore dalam satu akhir pekan.
Editor : Kabun Triyatno