Bukan Lagu Baru, Moonlight Ternyata Sudah Ditulis Nadin Amizah Sejak SMA

Annas Rohmanda Purbaningrum • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 14:05 WIB
Nadin Amizah Rilis Single Terbaru Berjudul Moonlight. (Instagram: cakecaine)
Nadin Amizah Rilis Single Terbaru Berjudul Moonlight. (Instagram: cakecaine)

RADARSOLO.COM - Nadin Amizah kembali menyapa pendengar lewat single terbaru berjudul Moonlight. Lagu tersebut resmi dirilis pada Jumat (7/8/2026) dan menjadi pembuka untuk album ketiganya yang bertajuk Laika, Yang Ditinggalkan.

Namun, siapa sangka lagu yang baru dirilis itu ternyata bukan karya yang benar-benar baru.

Moonlight sudah ditulis Nadin ketika dirinya masih duduk di bangku SMA. Saat itu, nama Nadin Amizah sebagai solois seperti yang dikenal publik sekarang bahkan belum terbentuk.

Lagu tersebut juga beberapa kali pernah dibawakan Nadin di atas panggung. Hanya saja, Moonlight belum pernah direkam maupun dirilis secara resmi.

Baca Juga: No Na Resmi Rilis “Honk!”, Angkot dan Telolet Jadi Sentuhan Khas Indonesia

Nadin menyebut perilisan lagu tersebut terasa seperti membawa kembali kenangan dari masa awal dirinya bermusik.

“Terutama zaman-zaman Sorai dan Rumpang, waktu belum punya album. Jadi setengah nostalgia,” ujar Nadin dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com.

Berbeda dari sebagian besar karya Nadin yang menggunakan bahasa Indonesia, Moonlight justru memiliki lirik berbahasa Inggris. Menurut Nadin, hal tersebut tidak lepas dari usia lagu yang sudah cukup lama.

Lagu tersebut dibuat ketika dirinya masih SMA, jauh sebelum ia dikenal sebagai penyanyi dengan karakter musik dan lirik yang kuat seperti sekarang.

Baca Juga: Fatin Rayakan Usia 30 Tahun dengan Lagu Baru “Tidur Siang”

Kini, lagu lama tersebut justru mendapatkan tempat dalam album ketiganya. Nadin memilih Moonlight sebagai single pembuka karena merasa karakter musiknya sesuai dengan dunia yang ingin ia bangun melalui Laika, Yang Ditinggalkan.

Album tersebut terinspirasi dari kisah Laika, anjing yang dikirim Uni Soviet ke luar angkasa pada 1957.

Bagi Nadin, kisah Laika tidak hanya berbicara mengenai perjalanan seekor hewan ke luar angkasa. Cerita tersebut juga menjadi pintu masuk untuk membahas berbagai perasaan manusia, mulai dari kekosongan, keinginan mendapatkan cinta, pencarian makna rumah, hingga kemarahan.

Moonlight sonically cocok banget buat memperkenalkan dunia Laika. Sebelum mengenal sosoknya, aku rasa kita harus tahu semestanya lebih dahulu,” kata Nadin.

Dalam penggarapan album, Nadin bekerja bersama sejumlah produser, di antaranya Lafa Pratomo, Baskara Putra, Enrico Octaviano, Otta Tarega, dan Feby Putri. Sementara Moonlight dikerjakan bersama Dissa Kamajaya.

Baca Juga: Lomba Sihir Umumkan Konser Tunggal Terbesar, Siapkan Lebih dari 20 Lagu dan Aransemen Baru

Perjalanan Nadin di industri musik sendiri dimulai jauh sebelum album ketiganya ini. Namanya mulai dikenal luas setelah merilis Rumpang pada 2018.

Sejak saat itu, Nadin melahirkan sejumlah lagu yang menjadi bagian dari perjalanan musiknya, seperti Sorai, Bertaut, Amin Paling Serius, hingga Rayuan Perempuan Gila.

Hingga kini, penyanyi berusia 26 tahun tersebut telah memiliki dua album studio, yakni Selamat Ulang Tahun yang dirilis pada 2020 dan Untuk Dunia, Cinta, & Kotornya pada 2023.

Kini, lagu yang pernah tersimpan sejak masa SMA itu akhirnya mendapatkan kesempatan untuk didengarkan secara resmi oleh publik.

Baca Juga: Dari Tur Perpisahan hingga Festival Dunia, Begini Perjalanan Lollapalooza Jadi Raksasa Musik

Perjalanan Moonlight menjadi gambaran bahwa sebuah lagu tidak selalu harus langsung dirilis ketika selesai ditulis. Ada karya yang justru menunggu bertahun-tahun hingga menemukan waktu yang dianggap tepat untuk didengarkan lebih banyak orang.

Bagi Nadin, Moonlight bukan hanya pembuka menuju album baru, tetapi juga menjadi penghubung antara dirinya di masa SMA dengan sosok musisi yang telah berkembang selama bertahun-tahun. (annas rohmanda purbaningrum)

 

Editor : Kabun Triyatno
annas rohmanda purbaningrum Moonlight Nadin Amizah Rilis lagu