Sound TikTok Berganti Cepat, Kenapa Lagu Bisa Viral Hanya dalam Hitungan Hari?

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:36 WIB
Tren musik di TikTok berganti dengan cepat karena algoritma dan penggunaan potongan lagu yang unik.
Tren musik di TikTok berganti dengan cepat karena algoritma dan penggunaan potongan lagu yang unik.

RADARSOLO.COM – Belum lama sebuah lagu terdengar di hampir setiap video TikTok, sudah muncul sound baru yang mengambil alih linimasa. Lagu yang sebelumnya terasa ada di mana-mana perlahan menghilang, sementara potongan musik lain mulai digunakan untuk video transisi, konten lucu, hingga unggahan keseharian.

Fenomena tersebut membuat tren musik di TikTok terasa memiliki umur yang semakin singkat. Sebuah lagu tidak harus lebih dulu menjadi hit di radio atau tangga lagu untuk dikenal banyak orang. Cukup satu potongan yang menarik perhatian, musik tersebut dapat digunakan oleh banyak kreator dan menyebar dalam waktu relatif singkat.

TikTok sendiri menempatkan musik sebagai bagian penting dari pengalaman platform. Melalui fitur Add to Music App, pengguna dapat menyimpan lagu yang ditemukan di TikTok ke layanan streaming pilihan mereka. Hingga April 2026, TikTok mencatat lebih dari 6 miliar penyimpanan lagu melalui fitur tersebut selama satu tahun terakhir.

Baca Juga: Kok Ada Orang yang Hampir Tidak Pernah Pakai Emoji? Ternyata Bukan Berarti Galak

Satu Potongan Bisa Mengubah Lagu

Salah satu ciri tren musik di TikTok adalah penggunaan potongan lagu. Pengguna tidak selalu mendengarkan sebuah lagu dari awal hingga akhir. Bagian tertentu, seperti bagian reff, intro, perubahan tempo, atau potongan lirik yang dianggap sesuai dengan suatu situasi, justru dapat menjadi bagian yang paling dikenal.

Potongan tersebut kemudian dipasangkan dengan berbagai jenis video. Satu sound dapat digunakan untuk konten komedi, video perjalanan, cerita hubungan, hingga tren tertentu.

Ketika semakin banyak orang menggunakan sound yang sama, lagu tersebut semakin mudah ditemukan oleh pengguna lain. TikTok juga menyediakan halaman khusus untuk sound sehingga pengguna dapat melihat berbagai video yang menggunakan audio tersebut.

Baca Juga: Kalau Emoji Jadi Bahasa, Harus Punya SPOK Dong? Ternyata Ini yang Membuatnya Berbeda

Mengapa Tren Cepat Berganti?

Perputaran sound yang cepat tidak terlepas dari karakter media sosial berbasis video pendek. Setiap hari muncul ribuan konten baru dengan tema, format, dan audio yang berbeda.

Ketika satu sound sudah digunakan dalam banyak video, kreator dapat mencari audio lain untuk membuat konten yang terasa lebih baru. Pengguna juga cenderung mengikuti format yang sedang ramai karena satu sound memungkinkan mereka menjadi bagian dari tren yang sama.

Akibatnya, siklusnya dapat berlangsung cepat: sebuah lagu ditemukan, digunakan oleh beberapa kreator, menyebar ke lebih banyak pengguna, menjadi tren, lalu perlahan digantikan oleh sound berikutnya.

Penelitian mengenai viralitas video TikTok juga menunjukkan bahwa rekomendasi algoritma menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan penyebaran konten. Selain itu, karakter video, teks, popularitas kreator, dan berbagai unsur lain ikut berperan dalam menentukan seberapa luas sebuah konten menjangkau pengguna.

Lagu Lama Bisa Ikut Viral Lagi

Menariknya, tren TikTok tidak selalu menguntungkan lagu yang baru dirilis. Lagu lama juga dapat kembali dikenal ketika bagian tertentu digunakan dalam video yang sedang ramai.

TikTok bahkan secara terbuka menyebut kemampuannya dalam menghidupkan kembali lagu klasik dan memperkenalkan musik kepada pendengar baru sebagai salah satu bagian dari budaya musik di platform tersebut.

Penelitian akademis juga menemukan adanya hubungan antara popularitas lagu di TikTok dan kemunculannya kembali dalam pencarian serta perhatian publik. Artinya, platform video pendek dapat menjadi salah satu tempat sebuah lagu lama ditemukan kembali oleh pendengar.

Hal tersebut membuat usia sebuah lagu di media sosial tidak selalu mengikuti usia perilisannya. Musik yang sudah bertahun-tahun lalu dirilis dapat tiba-tiba kembali terdengar di mana-mana hanya karena menemukan konteks baru di internet. (inayah choirunisa)

Editor : Kabun Triyatno
inayah choirunisa tiktok pengguna lagu sound