Film Punya “Figuran Palsu” Berwujud Manekin Balon

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:50 WIB
Teknik inflatable crowd memanfaatkan manekin balon untuk menciptakan ilusi kerumunan dalam adegan film.
Teknik inflatable crowd memanfaatkan manekin balon untuk menciptakan ilusi kerumunan dalam adegan film.

RADARSOLO.COM – Kerumunan orang dalam film sering kali hanya muncul beberapa detik di layar. Namun, adegan tersebut tidak selalu berarti produksi harus mengumpulkan ratusan figuran.

Di sejumlah produksi film, sebagian orang yang terlihat memenuhi stadion, jalan, atau lokasi acara ternyata bukan manusia sungguhan. Mereka bisa saja berupa manekin balon yang didandani seperti manusia.

Teknik tersebut dikembangkan oleh The Inflatable Crowd Company, perusahaan asal Inggris yang menyediakan kerumunan palsu untuk kebutuhan produksi film, televisi, hingga fotografi.

Baca Juga: The Script Kembali ke Indonesia, Ini Perjalanan Konsernya dari 2011 hingga 2027

Perusahaan tersebut didirikan oleh Joe Biggins dan mulai mengembangkan konsep inflatable crowd pada awal 2000-an.

Konsepnya cukup sederhana. Manekin berbentuk manusia yang dapat ditiup ditempatkan di lokasi pengambilan gambar.

Setelah berdiri, manekin tersebut diberi pakaian dan berbagai aksesori seperti topi, kacamata, atau tas sehingga dari kejauhan tampak seperti figuran sungguhan.

Ditaruh di Antara Figuran Asli

Penggunaan manekin bukan berarti seluruh kerumunan dalam satu adegan diganti dengan balon.

Baca Juga: Dari Tur Perpisahan hingga Festival Dunia, Begini Perjalanan Lollapalooza Jadi Raksasa Musik

Sebaliknya, manekin biasanya ditempatkan di antara orang-orang sungguhan. Kamera kemudian mengambil gambar dari jarak tertentu sehingga perbedaan antara manusia dan manekin menjadi sulit dikenali.

Teknik tersebut memungkinkan kru menciptakan kesan bahwa jumlah orang dalam sebuah adegan jauh lebih banyak daripada jumlah figuran yang sebenarnya berada di lokasi.

Bagi produksi film, cara ini juga dapat menjadi alternatif untuk adegan yang membutuhkan kerumunan besar tanpa harus mendatangkan terlalu banyak figuran.

Bukan Sekadar Balon yang Dipakaikan Baju

Yang membuat konsep ini menarik adalah perhatian terhadap detailnya.

Manekin dibuat dengan bentuk tubuh manusia dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan adegan. Setelah mengenakan pakaian, penonton yang melihatnya dari jauh akan lebih mudah menganggapnya sebagai manusia.

Baca Juga: Lomba Sihir Umumkan Konser Tunggal Terbesar, Siapkan Lebih dari 20 Lagu dan Aransemen Baru

Dalam beberapa kondisi, bahkan gerakan dan posisi manekin dapat diatur agar sesuai dengan komposisi kerumunan.

Teknik tersebut memperlihatkan bahwa menciptakan adegan ramai dalam film tidak selalu membutuhkan teknologi digital yang rumit.

Trik sederhana dengan benda fisik pun dapat menghasilkan ilusi yang efektif ketika dipadukan dengan kostum, penempatan objek, pencahayaan, dan sudut kamera.

Pernah Muncul di Film Populer

The Inflatable Crowd Company menyebut produknya telah digunakan dalam berbagai produksi film dan televisi. Beberapa judul populer yang tercatat menggunakan inflatable crowd antara lain Iron Man 2, The King's Speech, dan Blades of Glory.

Keberadaan manekin tersebut tentu tidak selalu mudah ditemukan penonton. Pasalnya, benda-benda itu memang dirancang agar terlihat seperti bagian alami dari kerumunan.

Hal tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana detail kecil dalam produksi film bisa mengubah persepsi penonton.

Ketika sebuah adegan menampilkan ratusan orang, perhatian penonton biasanya tertuju pada karakter utama dan cerita, bukan memeriksa apakah setiap orang di belakangnya benar-benar manusia.

Teknik inflatable crowd pun menjadi salah satu contoh bagaimana industri film mencari cara kreatif untuk menciptakan ilusi dalam layar.

Jadi, lain kali ketika melihat adegan film yang dipenuhi kerumunan, coba perhatikan orang-orang yang berdiri jauh di belakang. Bisa jadi, beberapa di antaranya bukan figuran yang sedang bekerja, melainkan manekin balon yang berhasil menyamar di tengah keramaian. (inayah choirunisa)

Editor : Kabun Triyatno
inayah choirunisa manekin figuran kerumunan film