Dari Halaman Buku ke Layar Lebar, 15 Film dan Serial Indonesia Ini Diangkat dari Kisah Tertulis

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:15 WIB
Adaptasi karya sastra dan buku ke layar lebar maupun serial terus menghidupkan dunia cerita Indonesia.
Adaptasi karya sastra dan buku ke layar lebar maupun serial terus menghidupkan dunia cerita Indonesia.

RADARSOLO.COM – Sebuah cerita tidak selalu berhenti di halaman terakhir buku. Di Indonesia, sejumlah karya sastra dan buku populer justru melanjutkan perjalanan ke layar lebar maupun layar kaca setelah diadaptasi menjadi film dan serial.

Adaptasi tersebut mempertemukan dua cara berbeda dalam menikmati cerita. Pembaca membangun tokoh dan suasana melalui imajinasi, sedangkan film menghadirkannya melalui aktor, visual, musik, dialog, dan penyutradaraan.

Menariknya, tidak semua karya yang diadaptasi berasal dari novel fiksi. Ada pula buku biografi, kumpulan tulisan, hingga buku pengembangan diri yang kemudian diterjemahkan menjadi cerita audiovisual.

Baca Juga: Salah Dengar Lirik Bisa Bikin Lagu Jawa Mendunia

Berikut sejumlah film dan serial Indonesia yang berawal dari buku.

1. Gie

Film garapan Riri Riza ini diangkat dari catatan dan tulisan mengenai Soe Hok Gie, aktivis dan intelektual Indonesia. Nicholas Saputra memerankan tokoh Gie dalam film yang dirilis pada 2005 tersebut.

2. Laskar Pelangi

Diadaptasi dari novel populer karya Andrea Hirata, Laskar Pelangi mengikuti kisah Ikal dan teman-temannya yang bersekolah di Belitung. Film ini disutradarai Riri Riza dan menjadi salah satu adaptasi novel Indonesia yang sangat dikenal.

Baca Juga: Bukan Lagu Baru, Moonlight Ternyata Sudah Ditulis Nadin Amizah Sejak SMA

3. Gadis Kretek

Novel karya Ratih Kumala ini diadaptasi menjadi serial Netflix pada 2023. Kisahnya membawa penonton ke dunia industri kretek sekaligus perjalanan cinta dan keluarga yang melintasi beberapa periode waktu.

4. Bumi Manusia

Novel pertama dalam tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer ini diadaptasi Hanung Bramantyo menjadi film pada 2019. Iqbaal Ramadhan memerankan Minke, sementara Mawar de Jongh menjadi Annelies.

5. Na Willa

Film ini diadaptasi dari novel Na Willa karya Reda Gaudiamo. Ceritanya mengikuti pengalaman seorang anak dalam melihat keluarga dan lingkungan di sekitarnya.

6. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Karya sastra Buya Hamka ini diangkat ke layar lebar pada 2013. Filmnya dibintangi Herjunot Ali, Pevita Pearce, dan Reza Rahadian.

Baca Juga: Kalau Lagu Kemerdekaan Dibuat Jadi Playlist Gen Z, Isinya Apa Saja?

7. Teman Tapi Menikah

Film ini berasal dari buku karya Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion yang menceritakan perjalanan hubungan keduanya. Versi filmnya dibintangi Adipati Dolken dan Vanesha Prescilla.

8. Filosofi Teras

Buku pengembangan diri karya Henry Manampiring diadaptasi ke bentuk film dokumenter yang membahas penerapan filsafat Stoa dalam kehidupan sehari-hari.

9. Home Sweet Loan

Novel karya Almira Bastari ini kemudian diadaptasi menjadi film. Ceritanya dekat dengan persoalan generasi muda yang berusaha memiliki rumah di tengah tekanan kebutuhan hidup.

10. Keluarga Super Irit

Karya yang berangkat dari cerita populer ini kemudian hadir dalam bentuk film yang mengangkat kehidupan keluarga dengan kebiasaan menghemat pengeluaran.

Baca Juga: Merasa Insecure? Ini 10 Lagu yang Bisa Menemanimu Belajar Menerima Diri

11. Dear Nathan

Novel karya Erin Watt ini diadaptasi menjadi film remaja yang mempertemukan tokoh Nathan dan Salma. Jefri Nichol dan Amanda Rawles menjadi pemeran utamanya.

12. Filosofi Kopi

Cerita pendek karya Dee Lestari berkembang menjadi film yang mengangkat persahabatan, kopi, dan perjalanan dua pemilik kedai bernama Ben dan Jody.

13. Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?

Buku yang kemudian diadaptasi menjadi film ini membawa persoalan keluarga dan hubungan antara orang tua dengan anak ke dalam cerita audiovisual.

14. Sabtu Bersama Bapak

Novel karya Adhitya Mulya ini diadaptasi menjadi film pada 2016. Ceritanya mengikuti keluarga yang tetap mendapatkan pesan dari seorang ayah melalui rekaman yang dibuat sebelum meninggal.

15. Titip Bunda di Surga-Mu

Karya yang juga diadaptasi ke layar ini mengangkat hubungan keluarga dan persoalan kehidupan yang dekat dengan penonton.

Beragamnya sumber adaptasi tersebut menunjukkan bahwa industri audiovisual Indonesia tidak hanya mencari cerita baru dari layar atau ide orisinal.

Buku tetap menjadi salah satu ruang penting untuk menemukan karakter, konflik, dan dunia cerita yang kemudian dapat dihidupkan kembali melalui medium berbeda. (inayah choirunisa)

Editor : Kabun Triyatno
inayah choirunisa film cerita karya buku