5 Rekomendasi Film Perlawanan yang Relevan dengan Kondisi Indonesia Saat Ini

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29 WIB
Rekomendasi film bertema perlawanan yang bisa menjadi tontonan sekaligus bahan refleksi.
Rekomendasi film bertema perlawanan yang bisa menjadi tontonan sekaligus bahan refleksi.

RADARSOLO.COM - Film tidak hanya menjadi sarana hiburan. Sejumlah karya sinema juga menghadirkan cerita tentang perlawanan, ketidakadilan, keberanian menyuarakan pendapat, hingga dampak penghakiman di tengah masyarakat.

Di tengah berbagai persoalan sosial yang masih menjadi perbincangan di Indonesia, film-film bertema perlawanan bisa menjadi tontonan sekaligus bahan refleksi. Berikut lima film yang menarik untuk disaksikan.

1. Gie (2005)

Film Gie mengangkat kisah nyata Soe Hok Gie, mahasiswa sekaligus aktivis yang dikenal kritis terhadap kondisi politik Indonesia pada era 1960-an.

Baca Juga: Kenapa Film Indonesia Sulit Tembus Nominasi Oscar? Bukan Cuma Soal Kualitas

Gie digambarkan sebagai sosok idealis yang berani menyuarakan kritik terhadap ketidakadilan, korupsi, dan kekuasaan melalui tulisan maupun aksi demonstrasi. Ia juga memilih mempertahankan prinsipnya meski harus berseberangan dengan sejumlah pihak, termasuk orang-orang terdekatnya.

Film ini relevan untuk melihat bagaimana anak muda menggunakan tulisan dan keberanian bersuara sebagai bentuk perlawanan.

Rating IMDb: 7,6/10
Platform streaming: Netflix, Vidio, dan Google Play Movies

2. Di Balik 98 (2015)

Berlatar peristiwa Reformasi 1998, Di Balik 98 membawa penonton ke situasi penuh ketegangan ketika pemerintahan Orde Baru berada di ujung keruntuhan.

Cerita berfokus pada Diana, seorang mahasiswi yang terlibat dalam gerakan demonstrasi. Di sisi lain, kakaknya merupakan anggota TNI yang mendapat tugas mengamankan situasi, sementara iparnya bekerja di lingkungan Istana Negara.

Baca Juga: Kenapa Film Indonesia Era 2000-an Terasa Lebih Berani dan Liar?

Pertentangan tersebut memperlihatkan bagaimana gejolak politik turut memengaruhi kehidupan keluarga dan masyarakat. Film ini tidak hanya menggambarkan aksi mahasiswa di jalan, tetapi juga menghadirkan ketakutan dan konflik kemanusiaan di tengah situasi politik yang tidak menentu.

Rating IMDb: 6,5/10
Platform streaming: Netflix

3. Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015)

Jika perlawanan biasanya identik dengan demonstrasi atau aksi massa, Guru Bangsa: Tjokroaminoto menawarkan bentuk perjuangan yang berbeda.

Film ini mengisahkan H.O.S. Tjokroaminoto dalam memperjuangkan kehidupan rakyat bumiputera pada masa kolonial. Ia menggunakan pendidikan, tulisan, organisasi, dan kemampuan berpolitik sebagai sarana untuk melawan ketidakadilan.

Baca Juga: Bingung Mau Nonton Film Apa? Ini 4 Film Animasi Pixar yang Wajib Masuk Watchlist

Kisah Tjokroaminoto menunjukkan bahwa perubahan juga dapat diperjuangkan melalui pengetahuan dan organisasi yang kuat.

Rating IMDb: 7,0/10
Platform streaming: Prime Video dan Netflix

4. Bumi Manusia (2019)

Diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia mengikuti kisah Minke, seorang pemuda pribumi yang hidup dalam sistem kolonial Hindia Belanda.

Kehidupan Minke berubah ketika ia menjalin hubungan dengan Annelies, seorang perempuan keturunan Indo-Belanda. Hubungan tersebut kemudian berhadapan dengan persoalan status sosial, hukum kolonial, dan ketidakadilan yang membatasi hak seseorang berdasarkan latar belakangnya.

Selain kisah cinta, film ini kuat dalam menggambarkan perlawanan terhadap sistem yang diskriminatif. Minke mulai menyadari pentingnya pendidikan, tulisan, dan keberanian berpikir untuk menghadapi ketidakadilan.

Rating IMDb: 6,9/10
Platform streaming: Netflix, KlikFilm, dan Google Play Movies

5. Budi Pekerti (2023)

Berbeda dari empat film sebelumnya, Budi Pekerti membawa tema perlawanan ke kehidupan masyarakat di era media sosial.

Film ini menceritakan Bu Prani, seorang guru BK yang kehidupannya berubah setelah video perselisihannya dengan seorang pengunjung pasar viral di media sosial. Video berdurasi singkat tersebut memicu hujatan dan penghakiman dari warganet.

Masalah semakin besar ketika potongan video yang beredar tidak menggambarkan keseluruhan kejadian. Bu Prani dan keluarganya kemudian harus menghadapi dampak dari viralnya video tersebut, mulai dari tekanan sosial hingga persoalan pekerjaan.

Film ini menjadi relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini, ketika sebuah video dapat menyebar dalam hitungan menit dan memengaruhi kehidupan seseorang. Budi Pekerti juga mengajak penonton untuk tidak terburu-buru menghakimi hanya berdasarkan potongan informasi di media sosial.

Rating IMDb: 7,4/10
Platform streaming: Netflix (annas rohmanda purbaningrum)

 

Editor : Kabun Triyatno
annas rohmanda purbaningrum Bumi Manusia film rekomendasi refleksi