Efek Rumah Kaca bersama musisi muda Knogg menghadirkan lagu “Matilah Kau Mati” sebagai lagu tema film Laut Bercerita. Lagu tersebut telah dirilis di platform musik digital dan menjadi bagian dari rangkaian promosi menjelang penayangan film pada 29 Oktober 2026.
Yang membuatnya menarik, lagu tersebut tidak berdiri sendiri. Video musiknya justru ikut membangun dunia cerita Laut Bercerita melalui visual yang mengambil elemen dari film dan novel karya Leila S. Chudori.
Baca Juga: Apple Music Siapkan Label “Made With AI”, Lagu Buatan AI Bakal Lebih Mudah Dikenali
Video musik tersebut menggunakan salah satu set penting dalam film, yakni ruang makan keluarga Wibisana. Meja makan yang biasanya identik dengan kehangatan keluarga justru ditampilkan dalam keadaan kosong.
Bagi Leila S. Chudori, ruang tersebut memiliki makna penting karena menggambarkan keluarga yang terus menunggu kepulangan seseorang yang tidak kunjung kembali.
“Meja makan menjadi salah satu ruang penting dalam cerita Laut Bercerita,” ujar Leila, dilansir dari ANTARA. Ia menjelaskan bahwa meja makan dalam cerita menjadi simbol keluarga Wibisana yang pernah memiliki kehangatan, tetapi kini harus menghadapi penantian tanpa kepastian.
Baca Juga: Bukan Lagu Baru, Moonlight Ternyata Sudah Ditulis Nadin Amizah Sejak SMA
Visual tersebut terasa sederhana, tetapi justru di situlah kekuatannya. Tidak ada adegan besar atau dialog panjang untuk menunjukkan kehilangan. Sebuah meja makan yang kosong sudah cukup untuk menggambarkan rumah yang kehilangan salah satu anggotanya.
Video musik kemudian membawa cerita tersebut ke arah yang lebih simbolis. Karakter Biru Laut yang diperankan Reza Rahadian digambarkan bangkit dari kematian. Ia seolah kembali untuk melihat benda-benda dan ruang yang pernah menjadi bagian dari kehidupannya.
Konsep tersebut digarap oleh sutradara Khozy Rizal. Dilansir dari ANTARA, Khozy mengatakan dirinya mengambil inspirasi dari novel Laut Bercerita, lagu “Matilah Kau Mati”, film pendek, hingga film panjangnya untuk membangun visual video musik.
Baca Juga: Kalau Lagu Kemerdekaan Dibuat Jadi Playlist Gen Z, Isinya Apa Saja?
Kolaborasi musiknya juga tidak kalah menarik. Efek Rumah Kaca menggandeng Knogg, yang dikenal sebagai Angan Senja, untuk menggarap aransemen lagu. Knogg tidak hanya berperan sebagai produser, tetapi juga memainkan terompet dalam lagu tersebut.
Lirik “Matilah Kau Mati” sendiri memiliki hubungan langsung dengan karya sastra Laut Bercerita. Liriknya diadaptasi dari puisi “Di Hari Kematianku” yang terdapat dalam novel tersebut. Judul sekaligus penggalan utama “Matilah Kau Mati/Kau Akan Lahir Berkali-kali” merupakan karya penyair Sutardji Calzoum Bachri, kemudian dikembangkan bersama Leila S. Chudori dan Cholil Mahmud dari Efek Rumah Kaca.
Sementara itu, film Laut Bercerita dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 29 Oktober 2026. Pal8 Pictures memilih tanggal tersebut sehari setelah peringatan Sumpah Pemuda sebagai bentuk perayaan terhadap semangat anak muda Indonesia.
Produser Gita Fara juga mengingatkan bahwa nasib film setelah dirilis sangat bergantung pada respons penonton pada hari-hari pertama. Film ini akan diperlakukan sebagai film komersial biasa sehingga jumlah penonton menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberlangsungannya di bioskop.
Pada akhirnya, Laut Bercerita tidak hanya sedang menjual sebuah film. Melalui lagu dan video musiknya, kisah tentang kehilangan tersebut kembali diperkenalkan kepada generasi yang mungkin tidak mengalami langsung peristiwa 1998.
Dari sebuah meja makan yang kosong hingga suara musik yang mengiringinya, luka masa lalu kembali diceritakan dengan bahasa yang lebih dekat dengan penonton hari ini. (inayah choirunisa)
Editor : Kabun Triyatno