RADARSOLO.COM – Sebuah film tidak selalu berhenti ketika layar bioskop mulai meninggalkannya. Memasuki platform streaming, sebuah film justru bisa menemukan penonton baru dan kembali menjadi perbincangan.
Fenomena tersebut terlihat di Netflix Indonesia sepanjang Agustus 2026. Sejumlah film Indonesia yang sebelumnya telah beredar di bioskop kembali masuk jajaran tontonan terpopuler. Salah satu yang paling mencolok adalah Ghost in the Cell karya Joko Anwar.
Film horor-komedi gelap tersebut mulai tersedia di Netflix Indonesia pada 20 Agustus 2026. Hanya dalam enam hari, Ghost in the Cell langsung menduduki peringkat pertama film terpopuler di Netflix Indonesia. Sebelumnya, film tersebut telah mengumpulkan sekitar 3,2 juta penonton di bioskop Indonesia.
Baca Juga: Dari Soundtrack Film ke FYP, Lagu Capital Letters Kembali Viral
Bukan Film Baru, tetapi Kembali Ramai
Menariknya, Ghost in the Cell bukan satu-satunya film Indonesia yang mendapat perhatian di Netflix.
Pada daftar film terpopuler Netflix Indonesia pada 5 Agustus 2026, misalnya, Danur: The Last Chapter berada di posisi pertama. Film Indonesia lainnya seperti Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa dan Senin Harga Naik juga masuk sepuluh besar dan bersaing dengan film internasional seperti Gladiator II, Aquaman, hingga Final Destination 3.
Beberapa minggu kemudian, daftar tersebut kembali berubah. Ghost in the Cell mengambil posisi teratas, sementara Na Willa dan Tunggu Aku Sukses Nanti masing-masing berada di posisi kedua dan ketiga. Senin Harga Naik juga masih bertahan di enam besar. Sementara Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa dan Danur: The Last Chapter tetap berada dalam sepuluh besar.
Baca Juga: “Matilah Kau Mati”, Lagu yang Membawa Kembali Luka “Laut Bercerita”
Fenomena ini memperlihatkan bahwa popularitas film tidak selalu berakhir ketika masa penayangannya di bioskop selesai.
Streaming Memberi “Kehidupan Kedua”
Bioskop dan platform streaming memiliki karakter yang berbeda. Ketika sebuah film tayang di bioskop, penonton harus menyesuaikan diri dengan jadwal dan lokasi pemutaran. Setelah film masuk platform streaming, batas tersebut menjadi jauh lebih longgar.
Penonton dapat memilih sendiri kapan ingin menonton. Orang yang sebelumnya belum sempat membeli tiket juga memperoleh kesempatan untuk mengejar film tersebut. Sementara bagi mereka yang sudah pernah menonton di bioskop, platform streaming memberikan kesempatan untuk menonton kembali.
Di sinilah film bisa memperoleh apa yang dapat disebut sebagai “kehidupan kedua”.
Film yang mungkin sudah tidak menjadi pembicaraan utama di bioskop dapat kembali muncul dalam percakapan ketika tersedia di layanan streaming. Bahkan, posisi dalam daftar tontonan populer dapat memperbesar perhatian karena penonton lain menjadi penasaran melihat film yang sedang berada di peringkat atas.
Film Bisa Menemukan Penontonnya Lagi
Bagi industri film Indonesia, kehadiran platform streaming memberikan ruang tambahan untuk memperpanjang umur sebuah karya.
Film yang sebelumnya hanya memiliki kesempatan bertemu penonton selama masa tayang bioskop kini dapat kembali ditemukan oleh penonton dalam waktu yang berbeda. Bahkan, film yang sudah beberapa waktu berlalu dari masa rilisnya masih dapat kembali menjadi pilihan tontonan.
Agustus 2026 memperlihatkan bagaimana hal tersebut terjadi. Dari Danur: The Last Chapter hingga Ghost in the Cell, film Indonesia kembali memenuhi daftar tontonan populer Netflix bersama berbagai produksi internasional.
Jadi, ketika sebuah film turun dari layar bioskop, bukan berarti perjalanan film tersebut selesai.
Bisa jadi, film itu hanya sedang menunggu kesempatan untuk hidup kembali di layar yang berbeda. (inayah choirunisa)
Editor : Kabun Triyatno