RADARSOLO.COM - Jennie BLACKPINK resmi merilis EP digital terbarunya, Fallen Angel, pada Jumat (28/8/2026) pukul 11.00 WIB. EP tersebut menghadirkan tiga lagu, yakni “Fallen Angel”, “HEAVEN”, dan “Less than a Lover” yang sebelumnya telah dirilis pada Juli 2026.
Lagu utama Fallen Angel menjadi salah satu karya yang memperlihatkan sisi Jennie secara lebih personal. Lagu ini mengangkat tema kerentanan, kesepian, pencarian tempat untuk pulang, hingga keinginan untuk terbebas dari berbagai ekspektasi.
Istilah fallen angel dalam lagu tersebut menjadi metafora seseorang yang merasa terjatuh atau berada di luar tempat yang seharusnya. Melalui gambaran tersebut, Jennie menggambarkan perasaan ketika seseorang membutuhkan sosok lain untuk menjadi tempat berlabuh sekaligus memahami dirinya apa adanya.
Baca Juga: EVAN Siapkan Mini Album Perdana, ‘DEATH OF ME’ Rilis 7 September 2026
Fallen Angel tidak hanya bercerita tentang kesepian. Lagu ini juga membawa pesan mengenai kebebasan untuk menerima diri sendiri. Status sebagai figur publik membuat Jennie kerap berada dalam sorotan dan tuntutan untuk selalu tampil sempurna. Konsep malaikat yang “jatuh” justru menjadi cara untuk melepaskan gambaran tersebut.
Alih-alih memandang kejatuhan sebagai kelemahan, Jennie menjadikannya bagian dari proses menemukan identitas dan kekuatan diri. Pesan tersebut membuat Fallen Angel terasa seperti cerita tentang seseorang yang mulai berdamai dengan sisi dirinya yang tidak sempurna.
Lagu ini juga telah diperkenalkan Jennie kepada penggemar sebelum perilisan resminya. Ia membawakan Fallen Angel untuk pertama kalinya dalam penampilannya di Lollapalooza Chicago pada 1 Agustus 2026.
Baca Juga: Dari Soundtrack Film ke FYP, Lagu Capital Letters Kembali Viral
Sementara itu, versi fisik Fallen Angel dijadwalkan dirilis pada 30 Oktober 2026. Versi tersebut akan menghadirkan tiga lagu tambahan, yaitu “Sweettooth”, “Lockitdown”, dan “Face”.
Melalui Fallen Angel, Jennie tidak sekadar menghadirkan karya baru, tetapi juga memperlihatkan sisi dirinya yang lebih terbuka. Di balik citra seorang bintang global, ia membawa cerita tentang kerentanan, penerimaan diri, dan keberanian untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. (annas rohmanda purbaningrum)
Editor : Kabun Triyatno