6 Lagu Legendaris Ini Ternyata Ciptaan Guruh Soekarnoputra, Ada Soundtrack Gadis Kretek Versi Nadin Amizah

Syahaamah Fikria • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 18:08 WIB
Guruh Soekarnoputra.
Guruh Soekarnoputra.

 

RADARSOLO.COM — Kepergian Guruh Soekarnoputra juga menjadi salah satu kehilangan terbesar panggung seni Tanah Air.

Putra bungsu Proklamator RI Soekarno dan Fatmawati, mengembuskan napas terakhir di usia 73 tahun pada Sabtu (26/9/2026) dini hari di RS MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.

Semasa hidupnya, Guruh tidak hanya dikenal publik sebagai seorang politikus.

Baca Juga: PDIP Kibarkan Bendera Setengah Tiang 7 Hari Demi Guruh Soekarnoputra

Ia adalah seorang seniman tulen, maestro, dan pelestari budaya yang menanamkan kecintaannya pada Nusantara lewat nada. 

Sentuhan magisnya dalam merangkai lirik puitis dan nada tradisional bernuansa modern membuat karya-karyanya tak lekang oleh waktu.

Bahkan, tanpa disadari, banyak lagu populer yang sering kamu dengar dan nyanyikan hingga hari ini adalah hasil dari kejeniusan seorang Guruh Soekarnoputra.

Baca Juga: Kisah Fatmawati Ibunda Guruh Soekarnoputra: Dari Penjual Kacang Goreng hingga Menjadi Ibu Negara RI Pertama

Berikut adalah enam karya emas gubahan mendiang yang melegenda dan abadi melintasi generasi:

1. Melati Suci

Lagu ini sangat lekat dengan nuansa kebangsaan dan penghormatan yang mendalam. 

 

Dengan aransemen yang megah sekaligus menyayat hati, Melati Suci menjadi bukti kepiawaian Guruh dalam merajut rasa nasionalisme lewat musik. 

Lagu ini menjadi sangat ikonik ketika dibawakan dengan apik oleh penyanyi legendaris Vina Panduwinata.

2. Kala Sang Surya Tenggelam

Sebuah mahakarya puitis yang tak pernah mati. Lagu ini awalnya meledak di pasaran berkat tarikan suara khas mendiang Chrisye. 

Baca Juga: Hasil Perjuangan Bulu tangkis di Asian Games 2026: Wakil Solo dan Klaten Melaju Mulus, Tunggal Putri Gugur

Daya magis Kala Sang Surya Tenggelam kembali viral baru-baru ini di kalangan anak muda (Gen Z) setelah diaransemen ulang dan dinyanyikan oleh Nadin Amizah sebagai soundtrack utama serial populer Gadis Kretek.

3. Zamrud Khatulistiwa

Jika ingin mendengarkan bagaimana keindahan alam Indonesia diterjemahkan ke dalam bentuk audio, Zamrud Khatulistiwa adalah jawabannya. 

Baca Juga: Kapan Laga Panas Timnas Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026? Cek Jadwal Siaran Langsung

Lagu yang juga dipopulerkan oleh Chrisye ini mendeskripsikan secara gemilang betapa kaya dan indahnya bentang alam Nusantara, dibalut dengan ritme yang penuh semangat.

 

 

4. Lenggang Puspita

Dalam lagu ini, Guruh secara brilian memadukan unsur musik pop dengan identitas budaya tradisional Indonesia. 

Lenggang Puspita memiliki karakter melodi yang sangat kuat dan unik, membuatnya sangat mudah diingat dan asyik untuk dinikmati kapan saja.

5. Galih dan Ratna

Siapa yang tidak tahu kisah cinta remaja paling ikonik di Indonesia ini? Lagu Galih dan Ratna sukses menangkap esensi romansa masa muda yang berbunga-bunga.

Baca Juga: Mengapa Ranking FIFA Timnas Indonesia Merosot Meski Sikat Singapura 2-0? Sempat Melesat ke Posisi 116

Berkat lagu dan filmnya, nama "Galih dan Ratna" bahkan menjadi simbol budaya pop (pop culture) bagi pasangan kekasih di Indonesia hingga saat ini.

6. Mahadaya Cinta

Sebuah komposisi musik yang mengeksplorasi tema cinta dari sudut pandang yang lebih agung dan universal. 

Lewat liriknya yang kuat dan aransemen yang megah, Mahadaya Cinta menjadi salah satu lagu yang paling sering dibawakan di panggung-panggung festival hingga acara pernikahan.

 

Dedikasi Tanpa Batas untuk Seni Nusantara

Di luar menciptakan deretan hits di atas, jejak langkah Guruh Soekarnoputra di dunia seni pertunjukan juga sangat panjang. 

Ia mendirikan Swara Maharddhika, sebuah wadah yang sukses melahirkan berbagai pagelaran kolosal perpaduan musik, tari, dan koreografi khas Indonesia.

Eksperimen musiknya pun tercatat dalam sejarah lewat proyek Guruh Gipsy. 

Berkolaborasi dengan grup musik Gipsy (yang di dalamnya terdapat nama Chrisye), Guruh sukses menciptakan genre baru yang memadukan kebebasan musik rock progresif modern dengan unsur magis instrumen tradisional Nusantara.

Kini, sang maestro telah berpulang. Namun, karya, lirik, dan nadanya akan terus hidup dan dinyanyikan oleh lintas generasi Indonesia. Selamat jalan, Mas Guruh.

Editor : Syahaamah Fikria
guruh soekarnoputra nadin hamizah kala sang surya tenggelam seniman lagu