RADARSOLO.COM — Setiap memasuki penghujung bulan September, perhatian publik kerap tertuju pada film sejarah monumental berjudul Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI.
Film garapan sutradara legendaris Arifin C. Noer ini merekam reka ulang peristiwa kelam Gerakan 30 September 1965 yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah era Orde Baru.
Kini, menonton film ini makin praktis karena sudah tersedia di beberapa platform digital.
Baca Juga: Saat 7 Perwira Diculik dalam G30S, Soekarno dan Soeharto Ada di Mana? Ini Fakta Sejarahnya
Berikut deretan platform digital penyedia layanan tayangan film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI beserta latar belakang sejarah dan sinopsisnya.
Akses dan Link Nonton Film G30S/PKI
Film bernuansa drama-dokumenter ini dapat ditemukan di portal streaming resmi maupun saluran berbagi video terbuka:
1. Streaming di Platform Vidio
Pengkhianatan G30S/PKI terdaftar dalam pustaka konten platform Vidio.
Penonton dapat mengaksesnya langsung melalui fitur pencarian di situs resmi atau aplikasi Vidio.
---LINK Nonton Film G30S/PKI (Vidio/Langganan)---
2. Kanal YouTube
Sejumlah saluran publik di YouTube turut mengunggah rekaman film ini.
Berikut link nonton film G30S/PKI gratis di YouTube:
---LINK Nonton Film G30S/PKI (YouTube/Gratis)---
Catatan: Hak siar serta ketersediaan konten di platform digital dapat berubah sewaktu-waktu. Penonton diimbau untuk selalu memeriksa status kepemilikan hak distribusi dan keabsahan kanal sebelum menyaksikan.
Baca Juga: Bansos Tahap 3 Cair Terakhir September 2026: Bagaimana Jika Belum Dapat? Ini Solusinya
Cara Nonton Film Pengkhianatan G30S/PKI via HP dan PC
Untuk menyaksikan film sejarah ini secara 0nline, Anda bisa menerapkan langkah-langkah simpel berikut:
- Akses layanan Vidio (berlangganan) atau situs YouTube (YouTube) melalui peramban web maupun aplikasi HP.
- Gunakan link yang sudah disediakan atau cari judul film secara manual.
- Bila menonton lewat YouTube, pastikan memilih video dari saluran resmi yang masih aktif.
- Klik ikon putar (play) untuk memulai tayangan.
- Gunakan jaringan internet yang kencang dan stabil mengingat durasi film ini terbilang cukup panjang.
Fakta Sejarah dan Produksi Film G30S/PKI
Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI pertama kali dirilis pada tahun 1984 di bawah naungan rumah produksi Perum Produksi Film Negara (PPFN).
Skenario film ini disadur dari buku karya Nugroho Notosusanto dan Ismail Saleh yang berjudul Tragedi Nasional Percobaan Kup G 30 S/PKI di Indonesia.
Sejumlah aktor papan atas era tersebut turut memperkuat jajaran pemeran, seperti Umar Kayam (berperan sebagai Presiden Soekarno), Amoroso Katamsi (sebagai Soeharto), serta Bram Adrianto dan Syubah Asa.
Baca Juga: KPK Ingatkan Kepala Daerah Jateng Soal Gratifikasi
Awalnya diputar di bioskop dan layar tancap pada 1984, film ini kemudian menjadi siaran wajib tahunan di stasiun televisi nasional TVRI setiap malam 30 September sejak tahun 1985 hingga era Reformasi.
Ringkasan Sinopsis Film G30S/PKI
Alur cerita dibuka dengan kondisi sosio-ekonomi Indonesia pada tahun 1965 yang diwarnai krisis dan laju inflasi tinggi.
Di tengah kerapuhan situasi nasional, gerakan politik Partai Komunis Indonesia (PKI) digambarkan kian intensif hingga merancang aksi pengambilalihan kekuasaan secara paksa.
Ketegangan utama terjadi pada rentang waktu 30 September hingga 1 Oktober 1965 dini hari.
Pasukan Resimen Cakrabirawa bergerak serentak menyatroni kediaman para jenderal sasaran di Jakarta.
Tiga perwira tinggi, yakni Jenderal Ahmad Yani, Letjen M.T. Haryono, dan Brigjen D.I. Panjaitan, gugur di tempat karena memberikan perlawanan.
Sementara itu, Letjen Suprapto, Mayjen S. Parman, dan Brigjen Sutoyo diculik dalam keadaan hidup.
Baca Juga: KPU Klaten Gelar Rapat Pleno Terbuka PDPB Triwulan III Tahun 2026, Fokus Bersihkan Data Pemilih TMS
Jenderal A.H. Nasution berhasil meloloskan diri dari kepungan.
Namun, putrinya Ade Irma Suryani tertembak, dan ajudannya Kapten Pierre Tendean ditangkap akibat dikira sebagai Nasution.
Seluruh target perwira kemudian dibawa ke area Lubang Buaya untuk disiksa sebelum akhirnya jasad mereka dimasukkan ke dalam sumur tua.
Cerita berlanjut pada aksi tanggap Mayor Jenderal Soeharto selaku Pangkostrad yang mengambil alih komando Angkatan Darat guna merebut kembali objek vital negara serta memulihkan keamanan nasional.
Editor : Syahaamah Fikria