RADARSOLO.COM — Penyanyi Idgitaf akhirnya berhasil membawa pulang piala pertamanya di ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 pada (4/11).
Pencapaian tersebut diraih melalui lagu berjudul Sedia Aku Sebelum Hujan yang memenangkan kategori Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik.
Momen kemenangan itu terasa semakin spesial ketika Idgitaf menyampaikan pidato di atas panggung.
Ia mengawali ucapan terima kasihnya dengan bersyukur kepada Tuhan Yang aha Esa karena telah memberinya suara yang bagus.
Baca Juga: Idgitaf Singgung Banjir hingga Karhutla di AMI Awards 2026, Soroti Restorasi dan Akuntabilitas
Tak lupa, Idgitaf juga memberikan apresiasi kepada pasangannya yang menjadi salah satu sumber inspirasi dalam proses penciptaan lagu Sedia Aku Sebelum Hujan.
Namun, bukan hanya soal kemenangan dan perjalanan bermusiknya, Idgitaf turut menyampaikan pesan yang menarik perhatian ketika menyinggung persoalan hujan dan kondisi lingkungan di Indonesia.
"Dan berbicara tentang soal hujan, di luar sana ada yang senang membenci hujan karena longsor dan banjir. Dan ada juga yang sangat merindukan hujan, karena kebakaran hutan," ucapnya dalam pidato kemenangan tersebut.
Baca Juga: Idgitaf Singgung Banjir hingga Karhutla di AMI Awards 2026, Soroti Restorasi dan Akuntabilitas
Pernyataan itu memperlihatkan bagaimana hujan dapat memiliki makna berbeda bagi setiap orang, bergantung pada kondisi yang mereka hadapi.
Lebih lanjut, Idgitaf mengungkapkan bahwa musik sudah menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
Ia mengibaratkan musik sebagai darah yang terus mengalir di dalam tubuh.
Selama musik masih mengalir dalam dirinya, ia memastikan akan terus berkarya dan bermusik.
Menutup pidato kemenangannya, Idgitaf menyampaikan harapan agar seluruh musisi Indonesia senantiasa diberikan kebebasan dalam berekspresi.
Baca Juga: Daftar Lengkap Pemenang AMI Awards 2026, Tulus, Idgitaf hingga Bernadya Borong Piala
Kemenangan perdana di AMI Awards 2026 ini pun menjadi pencapaian penting bagi perjalanan karier Idgitaf.
Lewat Sedia Aku Sebelum Hujan, ia tak hanya membawa pulang penghargaan, tetapi juga menyampaikan pesan tentang kehidupan, lingkungan, dan kebebasan berekspresi melalui musik. (Hanin Jihan Fatkhiyyah)
Editor : Ferry Ardi SusantoSumber : Radar Solo