Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Cara Bupati Klaten Sri Mulyani Menikmati Tahun Baru di Dusun Terpencil

Perdana Bayu Saputra • Jumat, 3 Januari 2020 | 00:21 WIB
SEMPIT: Bupati Klaten Sri Mulyani menyusuri ratusan anak tangga menuju Dusun Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, dan berdialog dengan warga.
SEMPIT: Bupati Klaten Sri Mulyani menyusuri ratusan anak tangga menuju Dusun Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, dan berdialog dengan warga.
Libur tahun baru kali ini, Bupati Klaten Sri Mulyani memilih menghabiskan waktunya dengan menyapa warga terpencil di lereng Merapi. Tepatnya di Dusun Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang yang hanya dihuni 12 kepala keluarga (KK) dan 37 jiwa. Seperti apa perjalanannya?

ANGGA PURENDA, Klaten, Radar Solo

PAGI sekitar pukul 07.30, dengan menaiki mobil dinasnya, Bupati Klaten Sri Mulyani bersama rombongan pejabat dan Dandim 0723/Klaten Letkol Kav Minarso melaju ke Dusun Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang.

Memang saat memulai perjalanan tidak menemui hambatan yang berarti karena melintasi jalan beton. Tetapi semakin mendekati Desa Tegalmulyo langsung disapa jalan berlubang yang menganga. Untuk menuju ke desa yang masuk ke kawasan rawan bencana (KRB) III ini tidak seluruhnya mulus.

Setelah sampai di depan gang masuk menuju Dusun Girpasang seluruh mobil menghentikan lajunya. Mengingat perjalanan harus disambung dengan berjalan kaki menyusuri ribuan anak tangga. Apalagi dusun terpencil itu dipisahkan oleh jurang dan perbukitan di ketinggian 1.200 mdpl.

Hanya saja langkah kaki bupati berhenti pada ratusan anak tangga sehingga tidak menyelesaikannya perjalanan. Dia hanya melihat kondisi akses masuk menuju Dusun Girpasang berupa anak tangga tersebut dan sempat berdialog dengan warga di lokasi itu. Pada tahun sebelumnya, Sri Mulyani pernah menginjakkan kakinya di dusun terpencil tersebut.

“Kedatangan kami ke Dusun Girpasang ini tentunya untuk merayakan tahun baru. Jika biasanya dirayakan dengan jalan-jalan ke mal atau nonton film di bioskop. Maka saya dengan Pak Dandim, kepala OPD, camat, kapolsek dan danramil ini memilih berkunjung ke dusun ini,” ucap Sri Mulyani usai istirahat selepas menyusuri ratusan anak tangga, Rabu (1/1).

Kedatangan Sri Mulyani memang untuk melihat aktivitas sehari-hari warga Dusun Girpasang selama ini. Terlebih lagi warga setempat memanfaatkan jembatan seling untuk mengangkut barang maupun ternak ke dusun seberang. Jembatan seling itu memiliki panjang sekitar 120 meter dengan mampu mengangkut beban hingga dua kuwintal. Ada pun kedalaman jurang yang dilalui jembatan seling itu mencapai 100 meter.

Selama ini, Sri Mulyani berjuang untuk membangun jembatan gantung lewat bantuan dari pemerintah pusat. Jauh sebelumnya proposal untuk pembangunan jembatan itu sudah diajukan pemkab. Harapannya bisa direalisasikan pada tahun ini. Terlebih lagi permintaan jembatan gantung pernah langsung diutarakan bupati kepada Presiden Joko Widodo saat dia dipanggil ke Istana Bogor. Jika berdasarkan kajian dari Dinas Pekerjaan Umum-Penataan Ruang (DPU-PR) Klaten dibutuhkan anggaran Rp 10 miliar untuk membangun jembatan gantung tersebut.

“Kalau pun nantinya meleset akan saya usahanya cari dana lewat CSR salah satu BUMN. Apalagi keberadaan jembatan gantung cukup mendesak guna memudahkan akses dari warga Girpasang. Terlebih dengan kondisi Gunung Merapi seperti saat ini,” ucap Sri Mulyani seusai dialog dengan warga Girpasang.

Salah satu warga Dusun Girpasang, Yosorejo, 65, mengapresiasi usaha dari Bupati Klaten Sri Mulyani untuk pembangunan jembatan gantung tersebut. Apalagi itu menjadi harapan warga Girpasang sejak lama.

“Kalau selama ini akses warga Girpasang hanya lewat anak tangga saja saat hendak keluar ke dusun lainnya. Paling lambat untuk menyusurinya ya dibutuhkan waktu sekitar 30 menit. Sedangkan bagi kami dibutuhkan hanya sekitar 15 menit saja karena sudah terbiasa,” ucap pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani ini.

Tetapi dia tetap mengharapkan jembatan gantung bisa direalisasikan karena semakin mempercepat dan mempermudah akses ke dusunnya maupun sebaliknya. Apalagi memberikan manfaat jika ada warga yang sakit sehingga perlu mendapatkan perawatan secara intensif. Jika selama ini harus ditandu bersama untuk menuju ke Puskesmas maupun rumah sakit terdekat Padahal medan jalan yang harus dilalui dengan menaiki dan menuruni anak tangga di antara jurang dan perbukitan. (*/bun) Editor : Perdana Bayu Saputra
#bupati klaten #Sri Mulyani