Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Menelusuri Jejak Jalur Kereta Api Purwosari-Baturetno di Sukoharjo

Perdana Bayu Saputra • Minggu, 26 April 2020 | 23:32 WIB
Kondisi halte kereta api yang pernah terpasang di kawasan Sukoharjo dan Wonogiri dipindahkan ke Museum Kereta Api Ambarawa.
Kondisi halte kereta api yang pernah terpasang di kawasan Sukoharjo dan Wonogiri dipindahkan ke Museum Kereta Api Ambarawa.
Moda transportasi kereta api (KA) sudah tersedia sejak zaman kolonial. Seperti jalur Purwosari (Kota Solo)-Baturetno (Wonogiri) yang melintasi Kabupaten Sukoharjo. Sejumlah stasiun masih berdiri kukuh hingga saat ini, sedangkan halte-halte kayu banyak yang tinggal cerita.

IWAN KAWUL, Sukoharjo, Radar Solo .

JALUR KA Purwosari-Baturetno dimulai dari Stasiun Purwosari-Stasiun Solokota-Stasiun Sukoharjo-Stasiun Pasar Nguter-Stasiun Wonogiri. Rute yang dibangun oleh Naamlooze Vennootschap Nederlands(ch)-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada 1922 ini sebenarnya berakhir di Stasiun Baturetno.

Tapi, pembangunan Waduk Gajah Mungkur (WGM) pada 1978 menyebabkan putusnya jalur KA dan hanya sampai di Wonogiri karena jalur ke Baturetno masuk dalam peta pembangunan waduk.

"Selain stasiun-stasiun tersebut, juga terdapat banyak halte. Di dalam Kota Solo ada lima halte, yakni Halte Pesanggrahan, Halte Ngadisuran, Halte Bando, Halte Ngapeman, Halte Pasarpon, Halte Coyudan, Halte Kauman, dan Halte Lojiwetan,” ujar pehobi sejarah KA Tintony Rizan Ghani, 31, warga Dusun, Kecamatan Sukoharjo.

Semua halte tersebut berada di sepanjang Jalan Wilhelmina (sekarang Jalan Slamet Riyadi). Kini, halte tersebut tak berbekas. Setelah Stasiun Solokota terdapat dua halte, yakni Halte Kronelan dan Halte Kalisamin. Halte Kronelan berada di Desa Plumbon, Mojolaban, Sukoharjo, tepatnya di sebelah utara PJL Plumbon. Lokasinya agak masuk ke dalam, yaitu di belakang rumah warga, tepatnya di gang depan GKJ Kronelan. Sementara Halte Kalisamin berada di Desa Bugel, Polokarto, Sukoharjo. Lokasinya ada di sebelah utara PJL Pasar Bugel.

"Akses termudah menuju ke sana adalah melewati Jalan Ciu. Dulu bentuknya seperti pos ronda. Tapi sekarang (di lokasi) ya hanya tanah kosong," ujarnya.

Setelah Stasiun Sukoharjo, terdapat empat halte, yaitu Halte Gayam, Kepuh, Songgorunggi, dan Nguter. Halte Kepuh berada di Desa Kepuh, Nguter. Lokasinya tepat di belakang BRI Kepuh.

Melewati Stasiun Pasar Nguter terdapat dua halte, yaitu Halte Kalikatir dan Tekaran. Dua halte ini sudah masuk Wonogiri. Halte-halte bermaterial kayu tersebut tinggal cerita.

Di Sukoharjo dan Wonogiri, Halte Kronelan, Kalisamin, dan Kepuh masih sempat bertahan hingga 2016. Namun, oleh manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) dipindahkan ke Museum Kereta Api Ambarawa agar lebih terawat.

"Positifnya (pemindahan halte), yakni keberadaan, keterawatan, dan keasliannya terjaga. Beda ketika masih di lokasi aslinya dan terkesan dibiarkan seolah tidak ada artinya, padahal bernilai sejarah. Negatifnya, daerah bekas halte kehilangan benda sejarah," beber Toni. (*/wa/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#baturetno #stasiun #jaur kereta api #zaman kolonial #Purwosari #halte kayu #sejarah