ANGGA PURENDA, Klaten, Radar Solo
AKSI jalan kaki yang dilakukan Frans Larry Oktavianus, 43, sambil menawarkan ginjalnya untuk dijual menjadi perhatian warga Klaten. Larry memulai perjalanan dengan berangkat dari rumahnya di Dusun Karangasem, Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan, Sabtu (2/5) pagi sekitar pukul 09.00. Saat itu dirinya hanya pamit kepada keluarganya untuk pergi ke Semarang dengan berjalan kaki.
Sang istri, Tri Susanti, 42, yang ditemui koran ini kediamannya tidak mengetahui sama sekali terkait niat suaminya yang nekat ingin menjual ginjalnya. Hal ini lantaran sang suami hanya pamit kepadanya untuk mencari pekerjaan.
Aksi nekat jual ginjal yang dilakukan Larry baru diketahui Susanti pada Sabtu (2/5) malam. Itu pun lantaran karena kediamannya didatangi pengurus RW yang memberitahukan jika suaminya tengah viral di media sosial atas aksinya. Hal ini yang membuat dia terkejut dan sedikit menyesal mengizinkan sang suami pergi ke Semarang.
“Pamitnya ke saya ya cuma pergi ke Semarang. Sambil bawa ransel dan minum. Katanya sama temannya untuk mencari pekerjaan. Kalau kejadiannya seperti ini sejak awal pasti sudah saya tidak bolehkan,” ucap Susanti yang masih menunggu informasi keberadaan Larry saat ini.
Susanti mengaku saat sang suami pamit kepadanya, dia memang tidak begitu memperhatikan. Mengingat saat itu dirinya tengah disibukan mengurus keempat anaknya. Apalagi anaknya yang paling kecil masih tergolong bayi, dengan usia 10 bulan.
Jauh-jauh hari sebelum Larry nekat melakukan aksi jalan kaki, kata Susanti, suaminya tersebut memang mengeluh jika memiliki banyak hutang. Termasuk beban harus menghidupi istri dan keempat anaknya. Terlebih lagi Larry baru saja di-PHK dari tempatnya bekerja di cucian mobil yang ada di Jogja.
“Setiap bulan mendapatkan penghasilan sekitar Rp 1,5 juta. Tapi akhir-akhir ini hanya sekitar Rp 700 ribu hingga Rp 500 ribu per bulan. Mungkin dipotong untuk membayar hutang. Hingga akhirnya gaji yang terakhir sebelum di-PHK sekitar Rp 300 ribu saja,” ucap Susanti.
Penghasilan yang cukup kecil itu membuat Larry putus asa untuk bisa melunasi hutang dan membiayai kehidupan keluarganya.
Niat menjual ginjal ternyata sudah diutarakan kepadanya sejak lama. Susanti pun selalu mencegah suaminya untuk tidak melakukan tindakan tersebut.
“Saya juga selalu bilang ke teman-temannya agar bisa mencegah Larry untuk menjual ginjal. Saya harap suami saya segera kembali pulang ke rumah. Karena sebenarnya masih ada solusi lainnya untuk hal ini,” ucapnya.
Susanti tidak mengetahui posisi sang suami saat ini. Mengingat dia ke Semarang tidak membawa handphone karena tengah rusak. Sementara pemerintah desa setempat telah membentuk tim khusus untuk mencari keberadaan Larry saat ini. Pencarian dibantu jajaran Polres Klaten dan Kodim 0723/Klaten. (*/nik/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra