HOLDEN ini dibeli Agung Rp 30 juta di Blitar, Jawa Timur, 2012 silam. Kondisinya memprihatinkan. Saat dibawa pulang, di tengah jalan nyaris terbakar. Karena korsleting saklar lampu sein.
“Bidi berkarat. Rembesan oli menutupi mesin. Oil pump juga macet. Bahkan endapan oli sudah seperti tanah liat,” kenang Agung.
Agung nekat membeli karena sudah ada bayangan ingin sulap mobil bikinan Australia itu jadi “raja jalanan”. Mengusung konsep modifikasi Chevrolet SS Camaro 1969. Mesin V8 small block Chevrollet 350 bertenaga 5.700cc dijejalkan.
Swap engine ini bukan tanpa alasan. Karena dia sangat suka deru mesin yang gahar. Alasan lain, karena kesulitan berburu sparepart mesin standar 6 silinder atau 8 silinder asli Holden. Mesin di-upgrade di bagian head cylinder. Mulai dari packing set, exhaust manifold, valve and rocker, pushrod, camshaft, sampai karburator.
“Transmisi ganti matic dengan otomatis 4 percepatan TH 700. Radiator 2 plyalumunium agar mesin tetap dingin. Biar pengapian optimal, coil pakai MSD dan distributor pakai Summit Racing. Pernah ikut kontes Kustomfest 2019 di Jogja,” bebernya.
Kesan gahar kian menonjol dengan pemilihan warna hijau milik Spies Hecker. Dikerjakan bengkel Ughed-Ughed Custom milik Feri yang ngendon di Dusun Sangiran, Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo.
“Pilih warna hijau karena fresh. Biar stand out lain dari yang lain. Cari yang beda saja. Karena warna orisinal GTS Monaro sudah familiar,” ujarnya. (ryn/fer) Editor : Perdana Bayu Saputra