KETUA Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi Kajian Tradisi Jawa UNS Sahid Teguh Widodo mengatakan, makam Nyah Rewel sudah dipindah sejak lama, sehingga tidak benar jika makam tersebut tidak bisa dipindah.
Menurut Sahid, sebelum dibangun Kampus UNS Pusat, wilayah Kentingan banyak terdapat makam Tionghoa. Namun, pada akhirnya makam-makam direlokasi. "Semua wilayah di UNS itu makam. Ada makam Tionghoa, Jawa, dan makam umum. Dulu ya belantara banyak tumbuhan-tumbuhan,” terangnya.
Ditambahkan Sahid, di sekitar Gunung Kendil yang terletak di sebelah Arga Budaya, pernah terdapat terdapat kereta. Namun, tidak diketahui pasti jenis kereta apa, milik siapa, dan telah dipindah ke mana. Ada pula pohon bodhi yang sekarang sudah tidak ada. Keberadaan kereta ini juga menjadi salah satu cerita mistis yang sering dibicarakan masyarakat.
Sementara itu, Arga Budaya sebagai ruang pentas terbuka tertua di Kota Surakarta disebut berdiri sejak 1981. Namun, Sahid belum dapat memastikan tanggal pasti pembangunannya. Sebab nihil catatatn.
"Nama Arga Budaya berasal dari dua kata, yaitu arga dan budaya. Arga artinya redi atau gunung yang diartikan sebagai tempat yang besar dan menyimpan berbagai macam mineral dan sebagai wahana tumbuhnya berbagai tumbuhan dan kehidupan. Budaya artinya budi dan daya sebagai satu wahana yang terletak di sebelah barat Gunung Kendil di UNS," urainya.
Lebih lanjut diterangkan Sahid, Arga Budaya adalah salah satu saksi bisu kepopuleran pentas teater pada masanya. Bahkan, berdirinya Teater Wiswakarman pada tahun 1989 sebagai teater tertua di Kota Solo tidak dapat dilepaskan dari Arga Budaya.
"Waktu saya mahasiswa, saya menggunakan Arga Budaya sejak 1988 sebagai tempat berlatih ketoprak. Lalu, tahun 1989 diresmikan Wiswakarman di Fakultas Sastra. Sekarang berubah nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Waktu itu saya sebagai pendirinya dan sebagai pembina sudah 31 tahun," tuturnya.
Sahid menuturkan, adanya Arga Budaya makin mempertegas eksistensi UNS sebagai kantong kebudayaan Jawa. Baginya, Arga Budaya merupakan kesungguhan UNS dalam mewujudkan sarana dan prasanara guna menunjang visi world class university, sehingga diharapkan Arga Budaya dapat memberikan akses seluas-luasnya terhadap pusat kebudayaan yang representatif dan membanggakan. (aya/wa) Editor : Perdana Bayu Saputra