Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Mata Eks Anak Buah

Perdana Bayu Saputra • Kamis, 28 Januari 2021 | 16:13 WIB
Ilustrasi Iptu Joko Agus (kanan) bersama Jenderal Listyo Sigit saat masih menjabat Kapolresta Surakarta.
Ilustrasi Iptu Joko Agus (kanan) bersama Jenderal Listyo Sigit saat masih menjabat Kapolresta Surakarta.
JENDERAL Pol Listyo Sigit Prabowo resmi dilantik sebagai Kapolri, Rabu (27/1). Sebelum menjadi orang nomor satu Tribrata, Listyo sempat memegang tongkat komando Polresta Surakarta. Seperti apa sosoknya di mata mantan anak buah dan tokoh Kota Bengawan?

ANTONIUS CHRISTIAN, Solo, Radar Solo

Pria kelahiran Ambon, 1969 ini menjabat sebagai Kapolresta Surakarta selama sembilan bulan. Sejak April 2011 hingga Februari 2012. Loyalitas tanpa batas menjadi slogan Listyo selama menjabat.

Hal ini diungkapkan Ipda Joko Agus Prawono, mantan ajudan Listyo kala menjabat sebagai kapolresta. Saat itu pangkatnya masih briptu.

Mendampingi Listyo sejak awal hingga akhir bertugas di Kota Bengawan, perwira pertama yang saat ini menjabat sebagai Kanit Provost Polresta Surakarta ini menuturkan, Listyo merupakan sosok pemimpin yang santun, berwibawa, dan tegas.

“Beliau sosok pemimpin yang tidak sungkan memberikan apresiasi kepada anggota yang menurut beliau pantas. Loyalitas, itu yang beliau tekankan. Baik langsung maupun lewat apel. Anggota masuk dan bertugas saja, itu sudah mendapat apresiasi tersendiri dari beliau,” katanya.

Bentuk loyalitas ketika menjabat tidak hanya diberikan kepada internal satuan, namun juga kala melayani masyarakat Kota Bengawan. Tidak kenal capek. Hampir 24 jam digunakan Listyo untuk menjamin keamanan dan kenyamanan Kota Bengawan.

“Bapak (Listyo Sigit) itu bangun pagi. Kemudian sarapan lalu berangkat ke kantor. Kalau tidak ada rapat di luar kantor bersama forkompimda, biasanya bapak full di kantor. Pulang kantor, ke rumdin (rumah dinas), mandi, ganti baju, setelah itu muter, patroli. Kalau Solo belum tidur bapak juga belum tidur. Paling cepat beliau tidur pukul 03.00, kadang hingga 03.30. Dia ingin memastikan tidak ada gangguan kamtibmas,” urai Joko.

Meski sudah berpangkat tinggi, Listyo tak pernah melupakan mantan anak buahnya. Buktinya, setelah menduduki sejumlah jabatan strategis di jajaran kepolisian, dia masih kerap menghubungi Joko untuk sekadar menanyakan kabar.

“Kadang kalau beliau ada kunjungan ke Solo sering WA saya. Ketemu, ya ngobrol-ngobrol ringan saja," tuturnya.

Tak hanya anggota, beberapa tokoh di Kota Bengawan juga memiliki kenangan tersendiri, seperti Habib Hasan Mulachela. Dia menilai jabatan Kapolri sudah pas dipegang oleh Listyo. Sebab, banyak kasus yang berhasil diselesaikan selama dia bertugas.

Habib Hasan mengaku kenal dengan Listyo Sigit sejak menjadi Kapolresta Surakarta hingga menjabat Kabareskrim Polri. “Beliau itu orangnya tegas, tapi juga humanis kepada masyarakat. Tidak membeda-bedakan siapa saja. Kemudian semua tenaga dan pikirannya dicurahkan seluruhnya untuk mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Pimpinan Cabang Nahldatul Ulama (PCNU) Surakarta Mashuri. Pria ini mengatakan, Listyo merupakan sosok rendah hati dan dinilai dapat merangkul seluruh elemen termasuk para ulama.

“Saat bertugas di Solo, Pati, Semarang dan di mana saja bertugas selalu dekat dengan ulama. Yang saya kenal, sifat beliau rendah hati, ramah, serta memanusiakan manusia,” papar dia.

Dia menambahkan, saat bertugas di Solo sebagai kapolresta, Listyo selalu bersilaturahmi dengan para ulama termasuk ulama NU. Sehingga komunikasi dengan seluruh elemen berjalan dengan baik

“Slogan modern dan terpercaya harus selalu ditingkatkan. Berbagai pendapat kepada kepolisian harus disikapi dengan baik. Kalau internal baik dampak ke masyarakat juga baik,” papar dia.

Dari data yang dihimpun koran ini, beberapa kasus berhasil diungkap ketika Listyo menjabat. Tercatat pernah menangani satu kasus menonjol yakni bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton. Peristiwa tersebut, menewaskan pelaku dan melukai 9 orang yang berada di sekitar gereja.

Dari peristiwa itu, karir lulusan Akpol 1991 ini semakin moncer. Usai menjabat sebagai Kapolresta Surakarta, dia ditarik ke Bareskrim kemudian menjabat direskrimum Polda Sulawesi Tenggara.

Pada 2014, kedekatan Jokowi dan Listyo berlanjut. Setelah memenangkan Pemilu 2014, Jokowi menunjuk Listyo sebagai ajudannya. Sebelum akhirnya menjabat Kabareskrim, Listyo sempat menjadi Kapolda Banten dan selanjutnya menjabat Kadiv Propam Mabes Polri. (*/bun) Editor : Perdana Bayu Saputra
#kapolri baru di mata mantan anak buah #sosok kapolri baru