Lalu, bagaimana metode yang tepat untuk belajar membaca dan kajian Quran yang mudah dan cepat? Pengajar Pondok Pesantren (Ponpes) Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta Wildhan Zulfikar coba berikan solusi. Melalui metode Muri Q.
Menurut Wildhan, sekarang ini banyak umat muslim, khususnya anak-anak yang gunakan metode Muri Q. Caranya, menggiring bacaan Alquran menggunakan lagu. Dia mengaku metode ini membuat belajar membaca Quran lebih menarik dan menyenangkan. Tidak membikin anak-anak cepat bosan.
“Dulu kan pakainya iqro dan juz amma. Seiring berkembangnya zaman, ada dua alternatif. Pertama, bisa gunakan aplikasi di gadget. Kedua, kalau tidak bisa menjangkau itu, alternatifnya belajar kepada guru atau ustad,” terang Wildhan kepada Jawa Pos Radar Solo.
Wildhan menambahkan, tips-tips belajarnya tergantung masing-masing guru atau ustad. Karena mereka memiliki metode-metode khusus. Termasuk metode Muri-Q. “Intinya, tergantung seberapa besar niat umatyang ingin belajar. Insya Allah akan dimudahkan,” imbuhnya.
Terkait cara cepat belajar membaca Alquran, Lanjut Wildhan, juga tergantung pribadi masing-masing. Dianjurkan pakai buku saku. Tujuannya agar lebih cepat tahu, di mana letak kekurangan dan kelebihannya. Jika punya kelebihan, dipertahankan. Jika masih ada kekurangan, segera mencari solusinya.
“Menghafal Alquran ada beberapa tipsnya. Contoh belajar Alquran langsung kepada ustad sampai khatam. Khatamkan Al quran lebih baik secara berulang-ulang. Agar memiliki bayangan huruf-huruf dalam Alquran. Hal tersebut bakal memudahkan penghafalan,” urainya.
Selanjutnya, pasang target. Misal, dalam sehari target satu halaman. Pagi menghafal, sorenya mengulang lagi. “Sebaiknya menghafal di pagi hari. Karena badan dan pikiran fresh setelah istirahat semalaman.
Hafalan juga harus dikuatkan agar tidak cepat lupa. Sebab, sering terjadi cepat hafal, namun cepat pula lupanya. “Selain belajar membaca dan menghafal, penting untuk memahami kandungan Alquran. Memahami isinya, harus mengerti dulu terjemahannya. Kemudian mendalami isi kandungan Alquran yang biasa disebut tafsir. Dengan begitu, lebih paham kandungannya daripada hanya menerjemahkan,” paparnya.
Sementara itu, Direktur Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam IAIN Surakarta Mustain Nasoha menyebut kunci sukses belajar membaca Alquran, yakni berguru. Sebab, jika tanpa guru, berpotensi banyak kesalahan. “Alquran itu mulia. Kalau tidak hati-hati dan asal baca, akan banyak kelirunya,” tuturnya. (mg1/mg5) Editor : Perdana Bayu Saputra