Wisata berkuda ini dikelola Amna Stable. Dari Embung Giriroto, cuma butuh waktu tempuh sekitar 15 menit. Bahkan dari batas Kota Solo sisi barat, jarak tempuhnya hanya 5 menit. Lokasinya di tanah lapang yang bersebelahan dengan ladang dan sawah, memberi sensasi tersendiri saat belajar berkuda.
Owner Amna Stable, Muzakki Amna mengaku, objek wisata ini berawal dari kegemarannya berkuda. Sekaligus mewadahi masyarakat yang ingin berlatih berkuda dengan harga terjangkau.
“Jadi, awalnya itu hobi. Kami senang berkuda, lalu dipelihara. Ternyata banyak yang ingin belajar. Akhirnya kami buka tempat latihan. Tujuan kami untuk memasyarakatkan olahraga berkuda supaya lebih familiar. Kan dulu olahraga berkuda itu termasuk mahal. Ya ini kami fasilitasi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Minggu (16/5).
Baru buka kurang dari setahun, wahana ini sudah banyak dikunjungi wisatawan. Berasal dari berbagai daerah. Per hari, bisa mencapai 100 pengunjung. “Buka sejak pagi pukul 07.00-09.30. Lalu buka lagi sore pukul 15.30-17.30,” terangnya.
Tarif berlatih kuda di sana lumayan terjangkau. Cukup merogoh kocek Rp 5 ribu per orang. Mayoritas pengunjung yang berlatih anak-anak.
“Biasanya pengunjung menunggangi kuda keliling tempat latihan dua kali putaran. Ada juga yang berkuda sampai ke kawasan dekat bandara. Melewati hamparan persawahan. Kami juga membuka latihan privat per jam,” imbuhnya.
Muzakki punya tips dan traik khusus cepat menunggangi kuda. Cukup beberapa kali pertemuan saja. Nah, di momentum Ramadan dan menjelang Lebaran ini, mulai kebanjiran pengunjung. Memfasilitasi lonjakan pengunjung, bakal disediakan areal berkuda yang lebih luas.
“Mungkin sepekan sebelum Lebaran. Insya allah kami akan pindah ke lahan yang lebih luas. Pelan-pelan kami akan sediakan tempat latihan panahan juga. Kemudian kami akan buat perkebunan kecil hidroponik untuk wisata edukasi. Jika memungkinkan, kami buat outbound juga,” bebernya. (mg2/fer/dam) Editor : Perdana Bayu Saputra