Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Saat Data RTLH, Azalea Kaget Lihat Banyak Rumah Berdinding Gedek

Damianus Bram • Minggu, 22 Agustus 2021 | 19:00 WIB
BELAJAR BERSAMA: Azalea Puteri Utami ajari anak-anak di sekitar rumahnya mengerjakan pekerjaan rumah. (DOKUMEN PRIBADI)
BELAJAR BERSAMA: Azalea Puteri Utami ajari anak-anak di sekitar rumahnya mengerjakan pekerjaan rumah. (DOKUMEN PRIBADI)
MESKI menyandang gelar runner up Duta Wisata Wonogiri 2016, Azalea Puteri Utami lebih memilih tak menggembar-gemborkannya. Dara ayu yang akrab disapa Lea kini fokus sebagai aktivis sosial. Dimulai dari lingkungannya sendiri. Seperti diungkapkan dalam wawancara dengan Jawa Pos Radar Solo dengan Lea.

Di masa PPKM level 4, apa saja kegiatannya?

Kegiatan seperti biasa (aksi sosial). Ikut bantu bagi-bagi sembako sama teman-teman yang sepemikiran. Sasarannya warga yang membutuhkan atau terdampak pandemi. Di antaranya teman difabel. Kurang lebih setahun terakhir, saya juga mengajari anak-anak sekitar rumah yang sekolah online. Awalnya kayak buka les private. Mereka bisa bawa PR, sekalian berlajar bersama. Tentu saja tetap disiplin protokol kesehatan.

Apa yang mendorong Lea mengajar anak-anak?

Nggak bisa dipungkiri pendidikan di desa dan kota berbeda. Saat ini kan digencarkan sekolah online, kenyataannya di desaku contohnya. Anak-anak nggak bisa sekolah online secara maksimal.

Alasannya apa?

Banyak alasannya. Mulai dari infrastruktur yang tidak memadai, orang tua kesulitan mengawasi anak saat belajar, dan nggak semua orang tua paham materi sekolah anak. Saya mencoba hadir buat jaga semangat mereka untuk tetap sekolah, meskipun sekolah online. Akhirnya, saya difasilitasi desa juga. Disediakan tempat dan sarana penunjang lain, seperti alat tulis dan lain-lainnya. Aku kan juga masuk ikatan mahasiswa berprestasi Wonogiri mencoba mengajak teman-teman yang mungkin senggang untuk dapat bergabung. Timbal balik membantu pemerintah karena kita sudah diberi beasiswa dari pemerintah. Kan tidak mungkin diam saja.

Awal mula terjun ke aksi sosial?

Pada 2016, waktu itu aku mendata rumah tidak layak huni (RTLH) di sekitar lingkunganku. Temboke jik gedhek (tembok masih gedek), lantai masih tanah dan sebagainya. Dari situ aku tersadar bahwa masih banyak orang membutuhkan uluran tangan di sekitar kita.

Aksi yang dilakukan kala itu?

Waktu itu kan masih mahasiswa. Kebetulan bertemu teman-teman yang satu visi. Kami bikin komunitas kecil-kecilan dan menggalang dana untuk kasus yang mencolok dan baru ditemukan. Misalnya dulu itu di Bulukerto ada keluarga yang maaf, keterbelakangan mental dan punya anak. Anaknya itu fisiknya nggak sempurna di bagian kepala. Tempurung kepalanya agak lunak. Rumahnya juga sangat sederhana. Menurutku itu proyek paling besar karena dapat dana jutaan. Kami ke sana bersama perwakilan Kemensos dan dinsos. Akhirnya rumahnya dirombak. Setelah itu, makin banyak orang yang titip donasi untuk warga yang membutuhkan. Kami cuma jadi perantara antara orang yang membutuhkan dan orang-orang baik yang memberikan donasi.

Selain aksi sosial, ada nggak aktivitas lainnya?

Sekarang menunggu wisuda sambil bantu keluarga yang baru bikin warung soto.

Kuliah di UGM, tak gengsi jualan soto?

Sama sekali nggak. Mungkin juga ada yang menilai sekolah di UGM malah jualan soto. Tapi dari pandanganku, kuliah itu bukan soal pekerjaan apa yang nanti didapat. Tapi kita harus mengimplementasikan apa yang kita dapatkan di bangku kuliah. Kalau aku boleh bilang, pengangguran di Indonesia itu banyak banget, dan punya gelar. Kalau kita nggak bisa cari alternatif, kita juga nggak akan memilih menganggur daripada mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai jurusan kita. Aku juga belum apply kerja dimanapun. (al/wa)

BIODATA

Photo
Photo
Azalea Puteri Utami, gadis milenial yang aktif di aksi sosial. (DOKUMEN PRIBADI)

Nama Lengkap

Tempat Tanggal Lahir

Pendidikan

Prestasi

Hobi
Editor : Damianus Bram
#Duta Wisata Wonogiri 2016 #Azalea Puteri Mendata RTLH #Azalea Puteri Utami