Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Moch. Irfan Dwi Prasetyo, Dampingi Warga lewat Pemberdayaan Ekonomi

Damianus Bram • Senin, 23 Agustus 2021 | 14:30 WIB
BERI TUTORIAL: Bripka Irfan damping warga membuat telur asin warga Bibis Luhur, Nusukan, Banjarsari.
BERI TUTORIAL: Bripka Irfan damping warga membuat telur asin warga Bibis Luhur, Nusukan, Banjarsari.
PANDEMI telah membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. Kondisi ini mengetuk hati Moch. Irfan Dwi Prasetyo terjun membimbing warga Kampung Bibis Luhur RW 21, Nusukan, Banjarsari.

A. CHRISTIAN, Solo, Radar Solo

Di sela-sela kesibukannya sebagai penyidik pembantu Unit 3 Tipikor Satreskrim Polresta Surakarta, Bripka Irfan Dwi Prasetyo selalu menyempatkan diri datang kesebuah rumah yang dia beri nama Balai Luhur Winasis. Ya, di lokasi ini taraf kehidupan masyarakat mulai ditingkatkan.

Ketika disambangi Jawa Pos Radar Solo, ibu-ibu Tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sibuk membuat telur asin. Adapula yang sedang asik memanen jamur tiram yang kemudian dimasukkan ke dalam plastik dengan ukuran seperempat kilogram.

"Ini nanti semua dijual mas, hasilnya nanti ibu-ibu ini yang mengelola. Semua terserah mereka. Ya nanti sistemnya sebagian masuk kas, sebagian lagi untuk operasional, baru bagi hasil," urainya.

Di bagian depan bangunan juga disulap menjadi rumah baca. Di dalamnya terdapat sejumlah buku pembelajaran untuk anak-anak dari usia SD hingga SMA. Namun karena masih dalam suasana PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat), lokasi ini belum difungsikan. Dikhawatirkan malah menimbulkan kerumunan di tengah massa pandemi.

"Sementara jadi posko pengendalian Covid-19 kampung. Untuk mendata berapa warga sini yang isoman (isolasi mandiri), sekaligus untuk menyuplai bahan pokok yang nanti didistribusikan kepada masyarakat yang isoman tadi," ujar lulusan Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto angkatan 2006 ini.

Di bagian belakang, di buat kebun yang ditanami sayur-sayuran serta kolam berisi ikan lele dan nila. Kemudian ada pula kandang yang berisi itik. "Kalau yang belakang ini masih mencoba untuk dikembangkan, semoga nanti berhasil, jadi usaha masyarakat juga bisa bertambah," kata Irfan.

Pria kelahiran Sragen, 30 Agustus 1986 ini mengatakan, lahan seluas 1.000 meter persegi ini merupakan milik rekannya. Dia bertugas sebagai inisiator dan eksekutor proses pemberdayaan masyarakat. Dia mengakui modal awal untuk membangun Balai Luhur Winasis cukup banyak. Dengan menjual motor klasik koleksinya, dia mulai membangun lokasi tersebut.

Namun, hal tersebut tak terlalu dia pikirkan. Sebab, memberdayakan masyarakat perkotaan menjadi kebanggaan tersendiri. Bahkan, penyakit masyarakat (pekat) seperti kegiatan mabuk-mabukan  yang sebelumnya ada di kawasan itu mendadak hilang setelah mendapat sentuhan.

Irfan mengakui ada beberapa suara sumbang terkait pendampingan yang dia lakukan ini. Namun dia memilih tidak mempedulikan hal itu. "Selama ini saya silent, banyak teman-teman yang belum tahu. Yang terpenting dampak ke masyarakat positif bukan sekadar pencitraan," papar bapak dua anak ini

Dia berharap Balai Luhur Winasis terus memperoleh dukungan seluruh pihak agar terus berkembang demi kepentingan jangka panjang pemberdayaan warga. Warga Ngemplak, Boyolali ini juga berkeyakinan melalui Polri Membangun Masyarakat Madani dapat memacu masyarakat Bibis Luhur tetap produktif dan jauh dari pekat. (*bun) Editor : Damianus Bram
#Moch Irfan Dwi Prasetyo #Bripka Irfan Berbuat Sosial #Bripka Irfan Dampingi Warga #Anggota Polisi Dampingi Warga #Anggota Satreskrim Polresta Surakarta Dampingi Warga