Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bisnis Mentereng dari Pemuda yang Punya Gerai Mi Ayam Goreng

Damianus Bram • Kamis, 2 September 2021 | 15:30 WIB
Muhammad Alfied Pandam Pamungkas pemilik Mie Ayam Goreng. (SEPTINA FADYA/RADAR SOLO)
Muhammad Alfied Pandam Pamungkas pemilik Mie Ayam Goreng. (SEPTINA FADYA/RADAR SOLO)
UNTUK menjadi sukses tidak perlu menunggu tua. Di usia yang masih belia, remaja satu ini sudah bisa mengantongi puluhan juta rupiah dari bisnis sederhananya mi ayam goreng.

Muhammad Alfied Pandam Pamungkas memang tidak pernah bisa duduk diam. Di setiap kegiatan, Pandam selalu aktif terlibat. Bahkan saat duduk di bangku SMA, dia aktif tergabung dalam organisasi siswa. Sekarang, ketika mahasiswa, dia memilih menjadi seorang entrepreneur. 

Sejak setahun lalu, Pandam memulai bisnis kuliner. Mie ayam goreng dipilih sebagai produknya. Membuka gerai mi ayam goreng di kawasan Solo Baru, Sukoharjo. Meski dibangun di masa pandemi Covid-19, bisnisnya cukup moncer.

"Sebulan bisa dapat omzet Rp 9-10 juta. Kira-kira ada sekitar 1.500 mangkok terjual. Saya dibantu oleh tiga karyawan," ungkap mahasiswa Program Studi (Prodi) D-3 Bahasa Mandarin Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) ini.

Pandam berkisah bisnis kulinernya ini berawal dari kegabutannya selepas lulus SMA menunggu pengumuman penerimaan mahasiswa baru. Dia ingin mengisi waktu luangnya dengan kegiatan bermanfaat. Niat itu direspons positif oleh sang ayah. Alhasil, Pandam mendapatkan kucuran modal usaha dari sang ayah.

"Mulai dari alat sampai kontainer disiapkan ayah. Sebulan setelah itu baru saya semua yang mengelola. Dari cari karyawan sampai promosi. Sampai sekarang," jelas mahasiswa yang pernah bergabung di Zetizen Radar Solo ini.

Sebagai anak muda masa masa kini, Pandam tidak melewatkan promosi di berbagai platform media sosial. Bahkan dia rela memberikan harga promo potongan 50 persen untuk pembelian di berbagai aplikasi ojek online. Antusiasme konsumen di luar ekspektasi. Mie ayam goreng buatannya banyak diburu. Tiap hari selalu saja ada konsumen yang mampir ke gerainya. Akhirnya, Pandam berhasil ekspansi.

"Sekarang saya sudah buka cabang. Yang pusat kan di kawasan Solo Baru. Cabangnya di Telukan. Saya memberanikan diri untuk membuka usaha karena respon masyarakat cukup bagus," ujarnya.

Tak cepat puas, Pandam mengajukan program pendanaan program wirausaha mahasiswa vokasi  dari Direktorat Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi Ditjen Pendidikan Vokasi Kemdikbudristek. Proposalnya lolos. Pandam menerima pendanaan mencapai Rp 10 juta.

"Sejak jadi mahasiswa baru, saya segera bergabung ke platform kewirausahaan milik BEM Sekolah Vokasi UNS. Tepatnya tahun lalu. Platform ini memberdayakan mahasiswa wirausahawan atau mahasiswa yang tertarik menjadi wirausaha. Saya tahu info itu juga dari sana," ungkapnya.

Berawal dari situ, Pandam memutuskan untuk mendaftar dan menggandeng teman-temannya untuk membangun usaha mi goreng ini agar dapat bertumbuh menjadi bisnis yang besar. Mengajak tiga rekannya yakni Angga, Thillal, dan Faiz.

"Alhamdulillah, kami mendapatkan bantuan Rp 10 juta. Dana itu akan kami manfaatkan untuk pengembangan kedai dan peningkatan skill team," katanya.

Kini, berkat bisnisnya, Pandam mengaku orang tuanya tidak terbebani lagi soal pembayaran uang kuliah tunggal (UKT). Sebab, dari keuntungannya berjualan mi ayam goreng, dia mampu membayar UKT-nya sendiri. Sekarang Pandam tengah fokus mengurus hak paten merek dagangnya. Untuk selanjutnya membuka franchise. 

Pandam pun berbagi tips bisnis di masa pandemi. Di tengah lesunya perekonomian. Salah satu kuncinya adalah dengan genjar promosi, salah satu memanfaatkan media sosial.

“Tips lain, kumpulkan niat dan segera action. Jangan kebanyakan merencanakan, karena pelaksanaan jauh berbeda dari apa yang dipikirkan. Lakukan perbaikan dalam keberjalanan bisnis yang dijalankan," imbuhnya.

Dalam berbisnis, Pandam juga belajar pentingnya keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Hal ini dia pelajari dari Almarhum Bob Sadino yang merupakan inspiratornya.

"Walau modal bisnis ini untuk awalannya berasal dari orang tua, pada akhirnya dari keuangan sendiri saya mampu memenuhi pengembangan menu dan cabang," lanjutnya.

Soal kendala yang dihadapi, Pandam harus bersaing dengan kompetitor lainnya yang juga menjual mi ayam goreng. Namun, dia berhasil membalikkan kendala tersebut menjadi sebuah peluang. (aya/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#Mi Ayam Goreng #Pemilik Mi Ayam Goreng #Muhammad Alfied Pandam Pamungkas #Kisah Pandam Pemuda Punya Banyak Bisnis