Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Gandeng Vokalis Sunset, Maryadi “Gondrong” Launching Dua Video Klip

Damianus Bram • Kamis, 2 September 2021 | 14:00 WIB
Bersama vokalis Sunset, Maryadi
Bersama vokalis Sunset, Maryadi
SEMASA jadi dirigen, Presiden Pasoepati Maryadi “Gondrong” Suryadharma dikenal miliki suara lantang dan menggema. Auranya kuat dan sanggup gerakkan ribuan massa, bernyanyi mendukung Persis Solo. Ini jadi modal Maryadi merambah dunia tarik suara.

NIKKO AUGLANDY, Solo, Radar Solo

Siapa sangka, Maryadi sudah memiliki dua single. Berjudul Rasakan Akibatnya dan Patriot Pasoepati. Dua single itu sudah rekaman sejak 2007. Bersama sejawatnya Aswin. Sang vokalis band Sunset.

Setelah belasan tahun berlalu, Maryadi tergugah membikin video klipnya. Tepatnya awal 2021, saat hendak mencalonkan diri jadi Presiden Pasoepati. Dia bergegas temui Aswin. Dari pertemuan itu, muncul ide-ide segar. Terkait lokasi take video, konsep, hingga siapa saja pamerannya.

“Kami tidak akan pernah berhenti berkarya. Masih ada beberapa lagu lain yang akan kami luncurkan. Ini bagian dari hiburan untuk suporter yang terdampak pandemi Covid-19,” ucap Maryadi kepada Jawa Pos Radar Solo di sela launching video klip di salah satu kedai kopi di Sukoharjo, Selasa (31/8) malam.

Lagu Patriot Pasoepati tidak asing di terlinga penggila bola Kota Bengawan. Sebelum diaransemen ulang, lagu ini dulu berjudul Pasoepati Pemberani. Pembuatan video klipnya, mengambil lokasi di jalanan protokol Kota Solo. Pemeran utamanya siapa lagi kalau bukan Maryadi dan Aswin.

Di scene awal, terlihat dua bocah berbaju warna merah, asyik menonton video klip lagu Hormati Wanitamu. Gondrong mendekatinya dan berbisik “Ojo wedi dadi abang (jangan takut jadi merah),”

Scene berlanjut saat Gondrong dan Aswin keliling Kota Solo melintasi Jalan Slamet Riyadi, Flayover Manahan, Bundaran Gladag, Patung Soekarno Manahan, hingga tiba di Pasar Gede. Aswin yang membonceng di belakang, menggenggam dua bendera.

“Di tengah syuting, kami harus ganti Vespa tiga kali. Pertama Vespa merah mogok di depan Pasar Gede. Ganti Vespa kedua warna hijau. Tiba-tiba juga mogok di Jalan Slamet Riyadi. Seru, capek, menahan malu, komplet jadi satu. Karena banyak mata melirik saat kami keliling bawa dua bendera,” sambung Aswin.

Video klip ini juga selipkan pesan-pesan moral melawan pandemi Covid-19. Melalui media poster. Bertuliskan “Fucek Corona” dan “Support Vaksin untuk Indonesia Lebih Baik”. Bukan tanpa alasan isu vaksin dijejalkan. Berkaca pertandingan bola di luar negeri yang sudah bisa ditonton langsung di stadion.

“Korona membawa dampak ke semua orang. Saya sebagai musisi dan pengusaha juga kena imbasnya. Termasuk suporter juga. Tidak bisa menonton pertandingan klub kebanggaannya secara langsung di stadion. Semoga korona cepat hilang dan kehidupan kembali normal,” harap Aswin.

Soal lirik lagu Patriot Pasoepati, sebagai gambaran semangat juang dan loyalitas suporter dalam mendukung klub kebanggaannya. Yakni Laskar Sambernyawa –julukan Persis Solo–.

“Ada orang yang senang lagu ini karena liriknya heroik. Semisal dinyanyikan dalam kondisi stadion penuh penonton, auranya beda. Saya anggap lagu ini sakral sekali,” beber Aswin.

Aswin sempat mengenang masa-masa rekaman lagu ini bersama Maryadi. Tepatnya pada 2007 silam. Kala itu, Persis Solo tampil di kompetisi kasta tertinggi: Divisi Utama.

“Mas (Maryadi) Gondrong waktu itu minta saya buatkan lagu buat Pasoepati. Saya sanggupi dan kami berkolaborasi. Terlahirlah lagu Patriot Pasoepati. Saat take vocal, ternyata dia malah grogi. Padahal sudah biasa jadi dirigen di lapangan mengomandoi ribuan suporter bernyanyi. Tapi akhirnya selesai juga dan suara dia tidak fals,” kenang Aswin.

Setelah luncurkan dua single video klip, Maryadi dan Aswin berniat menambah beberapa lagu lainya. “Jadi, empat bulan ini kami fokus melihat responsnya dulu. Nanti awal 2022, rencananya setiap satu atau dua bulan sekali kami akan luncurkan single. Gongnya ada, yakni bikin album,” tandas Aswin.

Ditanya luncurkan album dalam waktu dekat, Aswin geleng kepala. Menurutnya, bukan langkah tepat bikin album. “Kalau langsung buat album, paling orang hafal satu atau dua single saja. Padahal, 10 lagu di album itu semua bagus-bagus. Kalau luncurkan single trus single lagi, orang-orang akan hafal semua lagu di album tersebut. Proyek lagu lain ke depan tak jauh-jauh dari teman suporter atau dukungan ke Persis Solo,” ujarnya. (*/bun) Editor : Damianus Bram
#Maryadi Merambah Dunia Tarik Suara #Maryadi “Gondrong” Launching Dua Video Klip #Presiden Pasoepati Maryadi “Gondrong” Suryadharma #Maryadi Gondrong Punya Dua Single