SILVESTER KURNIAWAN, Solo, Radar Solo
Ambulans jenazah VIP ini memang belum pernah digunakan untuk mengangkut jenazah, mengingat baru akhir pekan lalu diperkenalkan ke masyarakat secara umum bertepatan dengan ulang tahun ke-76 PMI. Tak heran jika penampilan mobil jenazah VIP ini masih kinclong seperti baru, sekalipun armada yang digunakan merupakan mobil pabrikan 2012.
“Armada ini menggunakan mobil Toyota Vellfire. Jika dibandingkan dengan armada mobil jenazah kami yang lama jelas jauh berbeda. Yang lama kan pakai L300 yang usianya juga sudah tua. Jadi kalau ditimbang dari kenyamanan jelas lebih nyaman ini,” jelas Komandan Unit Kawal Ambulan Jenazah Indro Sri Widodo saat ditemui di Markas PMI Surakarta kemarin.
Pria betubuh gempal ini langsung mengajak koran ini untuk menengok isi mobil jenazah VIP itu. Dari luar, kesan mobil keluarga dari armada berjenis MPV Flagship ini sudah tidak kentara mengingat seluruh bagiannya sudah dipasangi stiker bertuliskan logo PMI di bagian depannya. Di setiap sisinya, terdapat stiker bertuliskan PMI Surakarta dan mobil jenazah ukuran jumbo. Pun demikian dengan bagian belangnya yang dilengkapi tulisan serupa.
“Armada sampai di sini langsung dimodifikasi agar sesuai dengan peruntukannya. Lalu kami pasangi rotator dan sirine untuk melengkapinya,” kata dia.
Di bagian interior, kokpit depan masih menunjukkan nuansa lengang dari kendaraan yang harga armada bekasnya itu masih berkisar diantara Rp 300-400 juta itu. Berbagai fitur canggih seperti bukaan pintu otomatis masih berfungsi baik seperti layaknya mobil kelas mewah yang biasa dipakai para pejabat untuk perjalanan jauh.
Yang paling berbeda adalah dihilangkannya jok bagian tengah dan belakang yang sengaja dibongkar agar muat digunakan untuk mengangkut peti jenazah.
“Jok tengah dan belakang kami lepas semua. Jadi memang dibiarkan longgar karena fungsinya untuk mengangkut peti jenazah atau keranda mayat,” beber Indro.
Modifikasi mobil mewah menjadi mobil jenazah VIP itu sedikitnya memakan waktu satu bulan. Panataan ini memang jauh lebih singkat dibandingkan penataan ambulans VIP, mengingat mobil jenazah tidak memerlukan berbagai peralatan medis untuk penanganan kedaruratan bagi pasien.
“Pelayanan untuk mobil jenazah ini tidak seperti ambulans yang dilengkapi berbagai alat medis dan disertai dengan perawat yang bertugas. Kalau mobil jenazah biasanya cukup satu sopir dan satu petugas saja. Nah, kalau untuk mobil jenazah VIP ini biasanya kami tambah dengan dua petugas lainnya mengingat sudah ada unit kawal yang dibentuk untuk melengkapi layanan ini,” terang dia.
Layanan mobil jenazah VIP ini jelas menyesuaikan permintaan pihak keluarga dari jenazah yang ditangani. Sesuai namanya, biasanya layanan VIP memang tidak menyediakan tempat duduk tambahan bagi keluarga yang hendak mendampingi jenazah selama menempuh perjalanan dengan layanan VIP. Sebab, keluarga biasanya memilih memasrahkan semuanya pada pihak ketiga untuk penanganan jenazah.
“Kalau layanan VIP biasanya memang seperti itu. Di kota kota besar lainnya sudah banyak yang menggunakan layanan ini. Kalau semuanya diserahkan ke PMI kami tinggal bawa jenazah ini ke lokasi tujuan. Kemudian ada petugas yang menggunakan armada lain mengikuti kami dari belakang, lalu ada tambahan dua petugas kawal menggunakan kendaraan roda dua untuk membuka jalan,” papar Indro.
Salah seorang petugas kawal kendaraan roda dua, Jumadi mengaku cukup antusias terlibat dalam unit kawal yang baru dibentuk. Sebagai pembuka jalan, dia memiliki peran penting untuk memberikan akses agar mobil jenazah itu bisa berjalan lancar.
Tentunya tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas mengingat mobil jenazah tidak seprioritas seperti saat ambulans melintas membawa pasien darurat. “Kami menyesuaikan permintaan keluarga. Mungkin kalau ada prosesi upacara yang diperlukan juga akan berbeda untuk tiap pelayanannya,” kata dia.
Layanan mobil jenazah VIP ini juga menghapus kesan horor yang timbul dari keberadaan kendaraan pengangkut jenazah. Kondisi mobil yang modern dan cenderung mewah itu benar-benar jauh berbeda dengan tampilan mobil jenazah pada umumnya yang biasanya menggunakan armada tua dan cenderung usang. Diharapkan ini bisa memberikan kenyamanan lebih dan tingkat kepuasan dari keluarga jenazah yang ditangani.
“Sekarang masih menyempurnakan kelengkapan interiornya. Sedangkan untuk biaya kami belum menentukan berapa besaran biaya untuk penggunaan layanan ini. Bagi yang membutuhkan untuk sementara ini cukup bayar seiklasnya,” tutur Kepala Markas PMI Surakarta Budi Purwanto. (*/bun) Editor : Damianus Bram