Sejumlah prestasi ditorehkan Dian Ayu Rahmita. Mulai dari juara Solo Beauty Muslimah 2018, juara 1 Muslimah Award 2017 serta juara 3 Duta Pariwisata Klaten 2016. Dian mengaku memiliki banyak kesan selama mengikuti ajang tersebut.
”Banyak banget yang aku dapet, salah satunya bagaimana cara bersikap kepada orang lain, menjaga attitude, serta cara membranding diri. Selain itu aku juga banyak ketemu banyak orang yang ahli di berbagai bidang. Mulai dari ahli psikologi, makeup, catwalk dan lain-lain,” beber perempuan kelahiran Klaten, 21 Desember 1996 ini.
Sebagai pemenang, Dian memiliki tugas utama dalam mengenalkan Solo Beauty Musilimah (kini Beauty Muslimah Indonesia) kepada banyak orang, khususnya wanita muslimah. Dia mengajak muslimah tetap aktif di zaman sekarang ini.
”Menjadi pemenang di SBM berarti aku juga harus menjaga sikap dan perilaku supaya orang bisa melihat bahwa Solo Beauty Muslimah itu seperti yang kita contohkan atau cerminkan,” kata Dian.
Dian terinspirasi sosok Dian Pelangi, top fashion desainer hijab Indonesia. Dia meyakini bahwa hijab tidak menghalangi segala mimpi seseorang.
”Aku melihat Dian Pelangi adalah sosok wanita yang sukses di masa mudanya. Karena dia bisa membawa Indonesia menjadi kiblat fashion. Dari Dian Pelangi kita tahu bahwa hijab bukan hanya pembeda dengan orang lain. Tapi bisa menjadikan perempuan berhijab berprestasi serta menjadi orang aktif dan inspiratif,” imbuh.
Pada 2016, Dian menjadi juara 3 Duta Pariwisata Klaten. Setahun kemudian juara 1 Muslimah Award serta aktif mengikuti beberapa lomba catwalk dan fashion show seperti Dijoly, Sahit Jiwo dan lainnya. Dia juga mempelopori peserta berhijab di ajang Duta Pariwisata Klaten edisi 2015.
”Banyak rumor yang aku denger kalo yang berhijab nggak bakal menang. Tapi ternyata ketika aku ikut kontes dari awal hingga akhir, aku tetap istiqomah berhijab dan alhamdulillah bisa dapat juara III. Itu bener-bener jadi bukti bahwa berhijab tidak menghalangi siapapun untuk berkarya dan berprestasi di ajang apapun. Hingga di tahun-tahun selanjutnya banyak banget peserta yang pakai hijab sampai grandfinal,” ungkap Dian.
Pada 2017, para juara Duta Pariwisata Klaten mengikuti parade Chingay Singapore. Mereka dituntut untuk menjadi dancer. Padahal saat itu Dian tidak punya kemampuan untuk ikut dance.
”Tapi mau nggak mau harus bisa dance dan latihannya hanya satu bulan aja. Tapi alhamdullilah bisa membawa nama Klaten di ajang internasional,” imbuhnya.
Kini Dian aktif menjadi konten creator. Dia berpesan untuk para muslimah berhijab agar tetap percaya diri dengan identitasnya yang sudah melekat. Termasuk menggunakan media sosial untuk kampanye positif. Di samping itu selalu memberikan inspirasi ke perempuan. (mg8/adi/dam)
Nama ` : Dian Ayu Rahmita
Tempat, Tanggal Lahir : Klaten 21 Desember 1996
Umur : 24 tahun
Hobi : Content Creator, Photoshoot
Prestasi :
- 2016 Juara 3 Duta Pariwisata Klaten
- 2017 First Winner Muslimah Award
- 2018 Juara 1 Solo Beauty Muslimah
Editor : Damianus Bram