IWAN ADI LUHUNG, Wonogiri, Radar Solo
Ancaman Covid-19 bisa menimpa siapa saja. Tak terkecuali Kadinsos Wonogiri Kurnia Listyarini. Dia tidak menyangka di tengah kesibukannya bisa terpapar korona Juli lalu. Meskipun protokol kesehatan (prokes) sudah dia jalankan begitu ketat. Saat itu, gejala yang dia alami adalah anosmia alias hilang penciuman.
Sadar dengan kondisinya, Kurnia langsung melakukan tes. Hasilnya dinyatakan positif korona. Beruntung, daya tahan tubuhnya masih kuat, sehingga dia bisa isolasi mandiri di rumahnya di Jalan Yudhistira Kelurahan Wonokarto, Kecamatan Wonogiri Kota.
Kurnia tak bisa memastikan dari mana dia tertular. Sebab ada hitung-hitungan medis untuk memastikan itu. Bisa saja dia tertular dari keluarga atau mungkin dari lingkungan kerja di Dinsos Wonogiri. Kebetulan saat itu ada beberapa pegawai yang terpapar.
”Saya isoman 14 hari, sesuai dengan anjuran dari puskesmas. Dapat surat untuk bisa isoman dan setelah itu dapat surat lagi kalau selesai isoman,” kata Kurnia, kemarin (3/10).
Selama menjalani isoman, dia seringkali mengonsumsi air rebusan daun binahong. Air itu digunakan untuk menyeduh teh hingga terapi uap. Meski begitu, dia tak bisa memastikan apakah cara tersebut benar-benar membuatnya lebih bugar. Sebab tidak ada pembanding dengan terapi lainnya.
Dia juga bersyukur mendapat dukungan dari keluarga hingga masyarakat sekitar rumahnya. Selama menjalani isoman, ada perhatian yang didapatkannya dari tetangga sekitarnya. Contohnya kiriman sayur mayur maupun bahan sembako lainnya.
”Cantelan (bantuan,Red) di pagar rumah ini selalu ada saja. Ini yang menurut saya jadi pendorong imun bagi keluarga yang sedang isoman. Jadi termotivasi untuk segera sembuh,” kata Kurnia.
Menurutnya, pasien isoman tidak bakal menghitung berapa nilai bantuan yang diberikan tetangga. Namun yang paling berharga adalah kepedulian mereka.
”Perhatian dari tetangga ini yang menurut saya sangat positif. Kalau istilahnya ini bukti kuatnya pager mangkok,” imbuh dia.
Berkat bantuan itu, dia tetap bisa melakukan pekerjaannya. Dokumen yang memang perlu ditandatangani langsung olehnya disterilisasi juga Termasuk menjawab pertanyaan dari wartawan.
”Sama teman-teman wartawan by phone juga bisa,” kata dia sambil tertawa kecil.
Kurnia berpesan, jika masyarakat merasakan gejala Covid-19 seperti anosmia atau lainnya, langsung mendatangi fasilitas kesehatan maupun menghubungi jogo tonggo.
”Kalau bisa segera diperiksakan kalau bergejala, ini kan untuk menjaga lingkungan sekitar juga,” kata dia. (*/adi) Editor : Damianus Bram