Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Beton dari Ampas Tebu Ciptaan Mahasiswa UTP Menang Lomba Nasional

Damianus Bram • Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:15 WIB
TEROBOSAN: Tim Glory Ganesha dan Banesha Wilwatikta sedang membuat beton dari ampas tebu. Foto kanan, beton yang sudah jadi. (ISTIMEWA)
TEROBOSAN: Tim Glory Ganesha dan Banesha Wilwatikta sedang membuat beton dari ampas tebu. Foto kanan, beton yang sudah jadi. (ISTIMEWA)
RADARSOLO.ID - Usaha tidak akan mengkianati hasil. Tim mahasiswa asal Solo ini berhasil mengubah ampas tebu menjadi beton. Hasil temuannya itu pun diakui di tingkat nasional.

SEPTIAN REFVINDA, Solo, Radar Solo

Dua tim dari Universitas Tunas Pembangunan (UTP) ini mampu meraih juara pertama dan runner up di ajang bergengsi lomba beton tingkat nasional. Tim Glory Ganesha 19 berhasil menjadi juara satu, sementara tim Ganesha Wilwatikta juara kedua. Dua tim ini berhasil mengalahkan beberapa universitas bergengsi lainnya di Tanah Air.

Untuk mencapai hasil ini tidak mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi para anggota tim dalam menyelesaikan inovasi ini. Mulai dari banyaknya waktu yang dihabiskan untuk meneliti dan meramu bahan pembuatan beton. Ditambah adanya pemberlakuan pembatasan masyarakat (PPKM), membuat mereka sedikit kesulitan merampungkan penelitian.

“Selain itu, tantangan terbesar yang kami rasakan dalam perlombaan ini adalah rasa gugup yang berlebihan. Karena ini baru kali pertama kami mengikuti kompetisi tingkat nasional dan berhasil menjadi runner up,” ujar Sabar, anggota tim Ganesha Wilwatikta yang juga mahasiswa Fakultas Teknik UTP ini.

Meski begitu, Sabar dan tim lainnya tetap berusaha fokus  untuk menyelesaikan perlombaan. Rasa minder dan tak percaya diri juga dirasakan para anggota tim setelah melihat hasil karya peserta lain yang juga berkualitas. Perlombaan yang diikuti oleh banyak universitas bergengsi dari berbagai kota di Tanah Air ini sempat membuat mereka merasa tak yakin lolos hingga ke final.

“Kami sempat grogi melihat hasil karya peserta lainnya. Banyak juga mahasiswa senior yang ikut dalam perlombaan ini. Ini membuat kami semakin minder,” imbuhnya.

Anggota tim Glory Ganesha, Dinda Ayu mengungkapkan, tantangan terbesar adalah saat proses sebelum final karena harus bekerja keras. Banyak tahapan dan tes sebelum akhirnya diputuskan masuk final. Proses pembuatan beton juga memakan waktu cukup lama.

“Mulai dari mengubah ampas tebu menjadi abu, mengumpulkan limbah pemotongan marmer, cangkang kerang, dan dan batu apung,” jarnya.

Ampas tebu didapat dari limbah pabrik gula Mojo, Sragen dan dari penjual es tebu di Kota Solo. Sedangkan untuk limbah pemotongan marmer dari salah satu perusahaan marmer di Solo. Untuk limbah cangkang kerang diperoleh dari rumah makan seafood di Solo.

“Masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan beberapa limbah. Dengan penelitian ini, secara tidak langsung juga akan mengurangi limbah pabrik dan limbah rumah tangga,” imbuhnya.

Proses pembuatan beton ini dimulai dengan menimbang semua bahan sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur menjadi satu menggunakan mesin molen dan dicetak sesuai bentuk yang diinginkan.

“Berdasarkan penelitian, abu ampas tebu digunakan sebagai pengganti semen. Limbah pemotongan marmer sebagai agregat halus. Cangkang kerang sebagai pengganti agregat kasar. Sedangkan batu apung pengganti pasir,” terangnya.

Kelebihan beton ini dibandingkan dengan beton lain yakni pori-pori beton lebih halus dan lebih kedap air. Porositas beton juga sangat kecil dan lebih ringan. Tapi tetap memiliki kekuatan tekanan beton yang tinggi.

“Data ini kami peroleh setelah melakukan beberapa penelitian dari masing-masing bahan dasar pembuatan beton,” bebernya.

Inovasi ciptaan dua tim dari UTP Surakarta ini diharapkan bisa memberikan dampak yang positif, terutama di bidang infrastruktur dan menjadi solusi untuk permasalahan pembangunan.

“Semoga inovasi yang kami ciptakan tak hanya berhenti di lomba saja. Tetapi juga dapat direalisasikan dan menjadi solusi untuk pembangunan di bidang infrastruktur. Tentunya dengan konsep beton ramah lingkungan,” ujarnya. (*/bun) Editor : Damianus Bram
#Mahasiswa UTP Ciptakan Beton dari Ampas Tebu #Pembuatan Beton dari Ampas Tebu #Beton dari Ampas Tebu #Universitas Tunas Pembangunan