Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Produksi Gamelan Asal Karanganyar Menembus Asia

Damianus Bram • Minggu, 14 November 2021 | 22:00 WIB
NGURI-URI BUDAYA: Gamelan buatan Perajin gamelan asal Karanganyar Hariyanto. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
NGURI-URI BUDAYA: Gamelan buatan Perajin gamelan asal Karanganyar Hariyanto. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Tak semua gamelan yang diproduksi oleh pengrajin memiliki kesamaan. Meskipun dipandang dengan sekilas, beberapa gamelan bentuknya terlihat sama. Sejatinya gamelan yang merupakan alat musik tradisional ini memiliki ciri khas berbeda.

Gamelan yang jadi alat musik tradisional, sengaja dibuat pengrajin berbeda-beda, dengan harapan agar memiliki ciri khas tersendiri. “Kalau dilihat sekilas itu memang semua sama seperti gamelan, tapi kalau dilihat detail, gamelan saya itu berbeda. Ada ciri khasnya sendiri. Bentuk dan pembuatannya itu beda, kadang yang lain itu ada yang disambung atau ada garis nat-nya, kalau saya tidak,” ungkap satu pengrajin gamelan asal Kabupaten Karanganyar, Hariyanto kepada Jawa Pos Radar Solo.

Untuk membuat seperangkat gamelan, baik untuk laras slendro maupun pelog, Hariyanto dibantu sekitar 10 pekerja dalam mengerjakannya. Dalam sebulan, Hariyanto mengaku bisa membuat paling tidak dua set gamelan lengkap. Sudah siap pakai, komplit dengan rancak atau tempat gamelannya.

“Dulu sebelum pademi malah lebih cepat lagi, karena karyawannya banyak. Tapi saat ini situasi masih pandemi, sementara waktu beberapa karyawan saya liburkan dulu. Nanti kalau memang sudah benar-benar ramai pesanan, baru mereka bisa bekerja lagi,” paparnya.

Untuk satu set gamelan lengkap dengan laras pelog dan slendro, Hariyanto mengaku mematok harga sekitar Rp 65-75 juta untuk bahan yang terbuat dari besi. Sedangkan untuk gamelan yang terbuat dari kuningan dia patok dengan harga sekitar Rp 200 juta. Sementara itu untuk gamelan yang berbahan perunggu, seharga Rp 400 juta.

“Kompletan satu set saya layani. Eceran juga saya layani. Ya jualnya lewat teman, dan sudah ada yang tahu semua. Lewat online juga ada,” akunya.

Lebih jauh Hariyanto mengatakan, dia juga pernah membuatkan satu set gamelan yang sebelumnya dipesan oleh Presiden ke VI Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono untuk dibawa ke Pacitan.

“Ya sudah kurang lebih hampir 20 tahun lebih saya belajar membuat gamelan. Semoga kedepan akan ada generasi penerus yang tetap melestarikan kebudayaan ini. Tugas kami saat ini adalah untuk nguri-uri kebudayaan,” imbuhnya.

Dia mengaku sejak kecil tertarik dengan gamelan. Setelah menempuh pendidikan sekolah di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, jurusan Pedalangan, dia akhirnya menikah dengan salah satu anak putra dari seorang pengrajin gamelan. Karena sejak kecil sudah senang dengan gamelan,akhirnya dia belajar dari mertua, akhirnya kini Hariyanto mulai sibuk untuk melayani sejumlah pesanan gamelan dari hasil produksinya.

Tidak hanya dari dalam negeri, ayah dari empat anak tersebut mengaku hasil dari karyanya  sudah sempat dikirim hingga ke sejumlah negara Asia, seperti Malaysia hingga Jepang.

Ditemui di sela-sela kesibukannya, Hariyanto mengaku, saat ini dia sedang fokus untuk pengerjaan sejumlah pesanan dari beberapa instansi pemerintah di luar Kabupaten Karanganyar. Meskipun sebelumnya sempat sepi pesanan lantaran terdampak pandemi. Bersyukur sedikit demi sedikit, dia mulai bangkit dan beberapa pesanan sudah mulai masuk.

“Semua dari bahan besi, kuningan, dan perunggu saya buat. Tapi untuk saat ini yang banyak adalah yang dari besi. Karena biasanya gamelan yang terbuat dari besi itu relatif murah, dan cocok untuk latihan maupun untuk mendukung program pemerintah,” ungkapnya.

Karanganyar sendiri belum banyak perajin gamelan tumbuh berkembang. Padahal potensi pengembangan kebudayaan di wilayah Karanganyar sangat luar biasa.

“Ya hanya satu ini saja, kalau yang lain itu kan biasanya dari wilayah Sukoharjo. Dan disana pengrajinnya itu banyak. Kalau disini (Karanganyar-red), ya cuma disini,” paparnya. (rud/nik/dam) Editor : Damianus Bram
#Produksi Gamelan Asal Karanganyar #gamelan #Gamelan Asal Karanganyar #Produksi Gamelan