Manfaat GoSend dirasakan betul oleh Devi Oktavia Wijaya, 36. Wanita yang berprofesi sebagai karyawan di salah satu hotel bintang lima di Solo Raya itu awalnya hanya coba-coba mengunggah foto puding buatannya di akun media sosial.
Tak diduga, banyak yang ingin mencicipi puding dengan tampilan dan kemasan unik nan dekoratif itu. Devi pun mulai menyeriusi usahanya seiring redupnya bisnis perhotelan kala itu.
“Pandemi kemarin sangat terasa dampaknya. Waktu itu, saya terpaksa masuk bergantian. Pendapatan pun disesuaikan dengan jumlah hari kerja. Daripada nganggur saya mulai seirusin bisnis ini. Awal pesanan masih dari lingkungan pertemanan sendiri, lama kelamaan saya kewalahan untuk antar pesanan. Akhirnya ya pakai GoSend,” kata Devi kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (18/11).
GoSend menjadi pilihan karena usaha hampers puding yang Devi jalani ini tak masuk ke platform GoFood. Mengingat puding itu harus dipesan dulu sebelum dibuat dan dikirim ke pelanggan. Alasan lainnya karena dia dan para customer-nya sudah menjadi pelanggan setia GoJek sejak beberapa tahun terakhir.
“Berkirim hampers booming di Solo sekitar April 2021, pas lagi tinggi-tingginya kasus Covid-19. Nah saya kirim via GoSend. Dalam sehari bisa empat sampai lima kali kirim hampers pakai GoSend. Customer sudah nggak perlu bayar lagi karena biaya pengiriman sudah include harga hampers puding,” kata pemilik brand Gonku Kitchen itu.
GoSend terbukti cepat dan aman, walau sekali waktu dirinya sempat mengalami kejadian tak mengenakkan. Hampers yang berisi puding tart rusak dekorasinya karena proses pengiriman dari si driver. Meski demikian, dia masih memaklumi. Alih-alih komplain via aplikasi, Devi memilih langsung berkomunikasi dengan si driver guna menjaga itikad baik.
“Untungnya customer saya paham. Karena nggak enak hati, saya kirim beberapa paket tambahan ke customer saya. Driver-nya hanya saya tegur via chat saja biar lebih hati-hati kalau ke depan kirim paket dari saya lagi,” terang ibu muda kelahiran Cilegon, 14 Oktober 1984 itu.
Sejauh ini, Devi mengaku puas dengan layanan GoSend. Ia merasa sangat terbantu dengan layanan para driver GoJek karena mau menerima orderan di tengah situasi Covid-19. Driver yang tidak keberatan saat harus mengirimkan paket ke rumah seseorang yang sedang isolasi, membuat Devi makin nyaman dengan layanan GoJek.
“Berkirim hampers bukan antarorang yang sehat saja, malah kebanyakan memang ke orang yang lagi kena Covid-19. Driver-nya ini nggak pernah keberatan, walaupun harus kirim jauh atau kirim ke rumah orang yang lagi isolasi,” ujar Devi.
Salah seorang mitra GoJek yang sering menjalankan layanan GoSend, Fendi, 34 mengaku tak ragu saat diminta GoSend ke rumah orang yang sedang menjalani isolasi karena terpapar Covid-19.
Dirinya selalu menerapkan Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan (J3K) setiap saat dan telah menerima vaksinasi melalui program kerja sama yang digelar Pemerintah Kota Solo dengan GoJek pada Maret 2021 lalu.
“Kalau GoSend ke isoman hanya ditaruh di pagar. Nanti penerimanya ambil dan saya foto dari kejauhan. Kan juga selalu prokes, lagian juga sudah divaksin jadi merasa aman,” papar dia.
Vaksinasi Covid-19 dan J3K Jadi Proteksi Ekstra
Solo menjadi salah satu kota yang lebih awal menjalankan program vaksinasi Covid-19 di Provinsi Jawa Tengah. Sejak vaksinasi mulai dilakukan awal Februari 2021 lalu, Pemkot Solo langsung ngebut dan memperluas sasaran vaksinasinya.
“Pengemudi angkutan online termasuk kelompok berisiko tertular atau menularkan Covid-19, karena mobilitasnya yang tinggi dan bertemu banyak orang. Tapi setelah mereka vaksin tetap harus menerapkan protokol kesehatan. Kami apresiasi Gojek dengan inisiatif J3K-nya, itu sangat bagus,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo Siti Wahyuningsih.
Bersama Halodoc, GoJek konsisten mendukung penanganan Covid-19. Terbukti dengan banyaknya kegiatan percepatan vaksinasi yang dihelat bersama pemerintah di lebih dari 138 kabupaten/kota di Indonesia, dengan sasaran mencapai ratusan ribu driver dan mitra Gojek.
Vice Presindent Regional Affairs GoJek Arum K. Prasodjo mengatakan, total mitra driver di Indonesia sekitar 1,7 juta orang. Semua sudah tervaksinasi, baik melalui program bersama maupun vaksinasi yang digelar kabupaten/kota masing-masing.
“Untuk memaksimalkan pelayanan, program J3K juga diperbarui dengan program Proteksi Ekstra untuk mejaga kehigienisan setiap orderan,” kata Arum.
UMKM Berdaya, Pemkot Solo Optimistis Ekonomi Tumbuh 6 Persen
Digitalisasi yang dilakukan GoJek berdampak pada kenaikan jumlah mitra hingga 90 persen jika dibandingkan akhir 2020. Angka nasional menunjukkan, ada 900.000 mitra UMKM bergabung dengan GoJek. Hebatnya, 16.000 mitra UMKM itu berada di Solo. Tak heran, persentase pengguna GoSend ikut naik dua kali lipat sepanjang 2021 ini.
“Kecepatan, kemudahan, dan keamanan menjadi andalan pelayanan kami. Kami juga sediakan fitur live tracking dan fitur proof of pick-up dan delivery untuk memastikan keamanan pengiriman, juga asuransi hingga Rp 10 juta untuk perlindungan pengiriman GoSend,” papar Arum.
GoJek juga menunjukkan keseriusannya lewat berbagai program yang dilakukan bersama pemeritah melalui Program Digitalisasi UMKM (GoStore) untuk menjangkau 10.000 UMKM baru. Dengan kerja sama tersebut, Pemkot Solo optimistis ekonomi tumbuh. Mengingat UMKM yang dipadu dengan digitalisasi itu dapat memacu pertumbuhan ekonomi dengan signifikan.
Asisten Ekonomi dan Pengembangan Setda Kota Solo Agus Sutrisno mengungkapkan, kebangkitan pelaku UMKM terlihat dengan munculnya 43.000 UMKM baru di Solo. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya, yakni 20.000 UMKM.
“Untuk sektor digitalisasi, Kota Solo berada di peringkat 7 nasional, meski awal 2021 ini masih di urutan 46 (Indek Digitalisasi Daerah). Angka pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 3 persen pada triwulan ketiga. Untuk skala kota kami optimistis pertumbuhannya capai 6 persen hingga akhir tahun,” terang Agus. (ves/ria)
Editor : Syahaamah Fikria