NADIA SHAFIANA, Washington
SAYA Nadia Shafiana Rahma, biasa disapa Nadia. Saat ini, saya berumur 17 tahun, dan sedang menjalani program pertukaran Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (KL-YES), beasiswa penuh yang dibiayai oleh Kementerian Luar Negeri AS untuk bersekolah di Amerika Serikat selama 1 tahun.
Saya berasal dari MAN 1 Solo. Di Amerika saya belajar di kelas XII di Ellensburg High School, Washington.
Saya tinggal bersama keluarga angkat (host family), yang terdiri dari ibu, ayah, dan kakak perempuan di Ellensburg, Washington State, di sebuah rumah yang nyaman. Jarak dari rumah ke sekolah cukup dekat, yaitu 5 menit berkendara dengan mobil.
Saya pertama kalinya menginjakkan kaki di benua Amerika pada 22 September. Hingga detik ini, rasanya saya selalu belajar banyak hal baru setiap hari. Adaptasi bukanlah hal yang mudah, tapi bukan berarti tidak bisa.
Segala perbedaan yang saya temui di sini, mulai dari bahasa, keluarga, budaya, sekolah, teman, semua membuat tahun pertukaran pelajar lebih menantang dan menyenangkan.
Salah satu pengalaman baru yang saya alami adalah merayakan Thanksgiving. Thanksgiving dirayakan pada Kamis keempat November. Tahun ini jatuh pada 25 November 2021.
Thanksgiving adalah perayaan nasional di Amerika untuk berterima kasih atas anugerah yang didapat. Thanksgiving selalu berhubungan dengan keluarga dan makan besar.
Rabu (24/11), tepat satu hari sebelum Thanksgiving, sepulang sekolah, saya bersama kakak perempuan bernama Adrienne dan ayah angkat melakukan kegiatan volunteer di Food Bank Ellensburg. Kami dan para relawan lainnya dalam rangka Thanksgiving, membuat makanan untuk orang-orang yang kurang mampu.
Sebagian menyiapkan makanan, sementara remaja-remaja seperti saya bertugas memberikan makanan kepada orang-orang yang datang. Udara cukup dingin, tapi rasanya hangat sekali ketika melihat senyum orang-orang setelah menerima makanan tersebut, berterima kasih, dan sama-sama bilang, “Have a great Thanksgiving!”
Di hari Thanksgiving, Kamis (25/11), saya dan Adrienne yang sama-sama anggota cross country (olahraga lari dan jalan melewati alam terbuka) di Ellensburg High School, mengikuti Fun Race di Rotary Park, Ellensburg. Berbeda dengan cross country yang dihadiri banyak sekolah lain, lomba lari ini boleh diikuti siapapun dan lebih santai.
Saya bertemu beberapa teman cross country, dan beberapa datang bersama keluarganya. Awalnya saya tidak terlalu mengerti mengapa ada race di hari Thanksgiving. Tapi rupanya lari hari itu bertujuan mempersiapkan perut untuk makan besar terutama Turkey atau ayam kalkun yang menjadi makanan khas Thanksgiving.
Selepas kegiatan race, saya, kakak angkat, ayah angkat, dan ibu angkat bersama-sama masak di dapur. Hidangan Thanksgiving kami adalah Turkey (ayam kalkun), mashed potatoes, candy yam, green bean casserole, stuffing, dan saos cranberry. Ada juga minuman apple cider. Sebagai hidangan penutup, kami juga menyiapkan apple pie dan pumpkin pie yang saya buat di kelas food and nutrition di sekolah.
Sebelum makan, saya, kakak, dan ibu angkat berjalan-jalan sebentar di sekitar rumah untuk mengosongkan perut. Setelah itu, sekitar pukul 16.00, kami kembali ke rumah dan duduk di meja makan, lantas mulai merayakan Thanksgiving.
Sebelum makan, masing-masing dari kami berterima kasih atas hal yang disyukuri. Kemudian, kami pun memakan hidangan yang ada. Hal unik di Thanksgiving adalah jam berapapun itu kami makan dan merayakan, selalu disebut Thanksgiving dinner (makan malam).
Perayaan Thanksgiving belum berakhir. Keesokan harinya, Jumat (11/26) pukul 05.00, saya dan host family pergi ke sebuah pusat perbelanjaan, Fred Meyer. Salah satu tradisi di Amerika, satu hari setelah Thanksgiving adalah Black Friday. Di mana banyak tempat memberi diskon besar-besaran. Merupakan hal menarik melihat banyak orang berbelanja, meskipun langit masih gelap.
Pukul 15.00, saya dan host family dengan membawa makanan Thanksgiving kami kemarin, pergi ke rumah tetangga sebelah untuk merayakan Thanksgiving bersama. Dua tetangga lain juga datang dan membawa makanan. Setelah mengobrol, kami pun makan bersama. Setelah itu, kami bermain gameboard Pictionary (menebak kata dari gambar).
Thanksgiving adalah salah satu pengalaman paling berkesan bagi saya. Hangatnya keluarga mengingatkan untuk bersyukur atas apa yang kita dapat. Menjadi siswa pertukaran pelajar tidak hanya mengajarkan tentang toleransi dan perbedaan. Tapi juga segudang pelajaran hidup yang tak terlupakan, dan akan menjadi bekal di masa depan. (*)
Editor : Syahaamah Fikria